Connecting Bridge : Opening 🡪 Daftar Isi
AKU TIDAK HILANG
“Buku ini tidak hanya bicara tentang hidup yang pernah dipentaskan tanpa ijin di panggung wayang, dimana skenario dan peran dikendalikan oleh sang dalang, tetapi juga suatu proses yang tidak sebentar dijalani. dari Diam, hingga kedaulatan diri. Sebuah kisah perjalanan dua orang Perempuan yang bersahabat, dipertemukan dengan rasa sakit dan menemukan kedaulatan diri di titik Nol”
Connecting Bridge : Sinopsis
“ Luka memang tak selalu tampak, namun ia terus bersuara di dalam dada. Proses perjalanan hidup seseorang yang berusaha untuk berdamai dengan rasa sakit… bukan untuk melupakan ataupun mengabaikannya, melainkan untuk memahaminya.”
Connecting Bridge : Prolog
“ Perempuan yang memilih diam sebagai ruang aman, sesungguhnya sedang menyusun kekuatan dari reruntuhan emosi yang tak mampu terucap. Jika ingin mencari jejaknya, carilah di balik keheningan… di mana bunga keberanian tumbuh, di sela-sela retakan hati yang dipendamnya rapat-rapat.”
Connecting Bridge : Bab 1. Ruang Sunyi
“ Tidak semua luka harus ditunjukkan dan tidak semua rasa sakit harus diumumkan. Berapa banyak hal yang bisa disimpan seseorang sebelum akhirnya runtuh?.”
Connecting Bridge : Bab 2. Pengendalian Diri
“Setiap kisah mengajarkan bahwa keberanian tidak selalu berwujud gemuruh kemenangan. Terkadang, keberanian adalah tentang bangkit tanpa disaksikan siapapun, bertahan tanpa dipuji dan tetap melangkah meski hati rapuh. Lalu, berapa lama seseorang dapat menahannya?”
Connecting Bridge : Bab 3. Luka Yang Tak Terungkap
“Apa yang terjadi ketika seseorang akhirnya berhenti menyangkal rasa sakitnya?. Apa yang terjadi jika mengakui luka? Aku nggak kuat. Aku hanya pantang berhenti.”
Connecting Bridge : Bab 4. Biologi Duka
“ Apa yang dilakukan luka terhadap tubuh ketika ia tidak lagi bisa keluar melalui kata-kata?. Ada luka yang tidak berteriak, tapi menetap di dalam diam. Ada manusia yang terlihat baik – baik saja, padahal sedang menahan reruntuhan dirinya sendiri.”
Connecting Bridge : Interlude.
Ketika Dunia Diam Berbisik
“ Setelah semua suara dunia mati… yang tersisa bukan kedamaian. Sering kali yang tersisa justru: Diri Sendiri. Dan ternyata… berhadapan dengan diri sendiri bisa jauh lebih menakutkan daripada berhadapan dengan dunia.”
Connecting Bridge : Bab 5. Menghapus Batas Abu – Abu
“ Apa yang sebenarnya sedang kita lindungi dengan terus bertahan?. Kapan bertahan berhenti menjadi kekuatan, dan mulai menjadi penjara?”
Connecting Bridge : Bab 6. Kedaulatan Diri
“ Telapak tangan diletakkan di dada. Detak jantung masih setia bekerja, meski sering diabaikan. Ada bisikan pelan yang akhirnya berani keluar: maaf. Bukan sebagai formalitas, tetapi sebagai niat untuk berhenti bermusuhan.”
Connecting Bridge : Epilog 🡪 Closing
“Pulang tidak datang sebagai peristiwa besar. Ia terjadi pelan. Saat berhenti membandingkan. Saat tidak lagi memaksa diri menjadi versi lain agar layak dicintai. Menerima diri tidak terasa seperti kemenangan, melainkan seperti duduk diam di ruang yang familiar.”
Kreator : Missel Sahambe [Holiness Divine Joyful]
Comment Closed: Connecting Bridge
Sorry, comment are closed for this post.