“ Kemanakah aku harus Pulang?”
Pada akhirnya, baik aku maupun Niken… tidak benar – benar menjadi seseorang yang baru. Hanya berhenti menjadi versi diri sendiri yang terus bertahan di tempat yang salah.
Tidak ada momen besar yang mengubah segalanya.
Tidak ada cahaya yang turun dari langit. Yang ada hanya kesadaran kecil… yang tumbuh diam – diam sampai akhirnya cukup kuat untuk tidak diabaikan lagi.
Bahwa kami tidak harus selalu mengerti semua hal yang menyakitkan. Dan kami tidak perlu tinggal lebih lama di dalamnya hanya untuk membuktikan bahwa kami Perempuan yang kuat.
Baik aku ataupun Niken… telah belajar bahwa tidak semua perjalanan harus diselesaikan dengan cara yang sama.
Ada yang selesai dengan air mata. Ada yang selesai dengan diam. Dan ada yang selesai… dengan keberanian untuk pergi.
Hari ini, kami tidak membawa semua versi diri yang lama. Beberapa tetap tinggal di belakang… bukan karena dilupakan, tapi karena itu sudah cukup untuk menjadi pelajaran.
Kami tidak membenci siapa pun. Tidak juga membenci diri yang dulu. Kami hanya mengerti sekarang, bahwa bertahan bukan satu – satunya cara untuk hidup.
Jika ada yang bertanya di mana kami yang dulu, jawabannya sederhana : Kami tidak hilang. Kami hanya berpindah tempat.
Dari seseorang yang terus menahan, menjadi seseorang yang akhirnya memilih. Dan di titik ini, kami tidak lagi mencari penutup yang sempurna.
Karena ternyata, hidup tidak pernah benar – benar selesai dengan rapi. Ia hanya berubah bentuk. Menjadi lebih tenang. Lebih jujur. Lebih aku.
“Setelah semua yang terjadi, ke mana sebenarnya kami harus pulang?”
Kami melangkah pergi tanpa suara besar.
Tanpa pengumuman. Tanpa drama. Hanya dengan satu hal yang akhirnya dipahami dengan jelas: bahwa aku dan Niken berhak untuk pulang ke diri sendiri.
Dan jika suatu hari nanti kami kembali membaca halaman – halaman ini, aku dan Niken ingin mengingat satu hal saja:
Kami pernah hancur. Kami pernah diam terlalu lama. Tapi kami tidak pernah benar – benar hilang. Kami hanya sedang belajar menjadi utuh.
Kreator : Missel Sahambe [Holiness Divine Joyful]
Comment Closed: Epilog
Sorry, comment are closed for this post.