Kita bermula dari hal yang sederhana
tatap yang tak sengaja
langkah yang tak direncanakan
dan waktu yang tak pernah benar benar mempertemukan
Aku sibuk di sudut yang asing
mengaduk rasa dalam wajan kehidupan
sebagai bagian kecil dari riuhnya
sebuah kegiatan
Asap mengepul pelan
peluh jatuh tanpa ingin diperhatikan
aku tak tahu
di antara keramaian itu ada matamu yang diam diam menetap
Katanya saat itu
aku menjadi alasan kecil yang tak terduga
di tengah hiruk pikuk kegiatan
kau menemukan sesuatu yang berbeda
Namun bukan aku yang kau tuju
bukan aku yang kau hampiri lebih dulu
aku hanya nama yang disebut dalam jarak
tanpa pernah benar benar menjadi dekat
Hingga suatu hari
hadir seseorang membawa kabar
salam darimu yang sederhana
namun mengguncang duniaku yang semula tenang
“Dia ingin menjadi teman dekatmu”
begitu katanya dengan nada biasa
namun bagiku
itu adalah kalimat yang mengubah segalanya
Aku terdiam
bukan karena tak ingin
tetapi karena tak menyangka
bahwa aku menjadi tujuan dari sebuah rasa
Aku meminta waktu
untuk berbicara pada hati yang masih ragu
untuk menata perasaan yang tiba tiba datang
tanpa pernah kupanggil sebelumnya
Hari hari berlalu perlahan
lebih dari sebulan aku berjalan dalam tanya
setiap selesai sujud panjangku
aku titipkan namamu dalam doa
Ya Allah
jika dia adalah jodoh yang Engkau tuliskan untukku
maka dekatkanlah hatiku dengan hatinya
dengan cara yang Engkau ridoi
Namun jika bukan
jauhkanlah aku dengan cara terbaik
tanpa luka yang berlarut
tanpa rasa yang tak semestinya tumbuh
Dan anehnya
jawaban itu datang tanpa suara
tanpa tanda yang jelas
namun terasa begitu nyata
Hatiku yang semula ragu
perlahan menjadi tenang
namamu yang dulu terasa asing
kini menjadi sesuatu yang ingin aku kenal lebih dalam
Hari demi hari
aku menemukan diriku semakin dekat
bukan karena paksaan
tetapi karena rasa yang tumbuh dalam diam
Hingga akhirnya
pertanyaan itu kembali datang
melalui orang yang sama
yang dulu menjadi penghubung di antara kita
“Bagaimana jawabanmu?”
katanya sederhana
namun kali ini
aku tak lagi butuh waktu untuk menjawab
Karena aku sudah selesai dengan raguku
sudah berdamai dengan perasaanku
dan sudah menemukan jawabannya
di setiap doa yang kupanjatkan
Dengan hati yang lebih tenang
dan keyakinan yang perlahan tumbuh
aku menjawab
iya
Bukan sekadar kata
tetapi sebuah awal
dari kisah yang dulu tak pernah dimulai
kini perlahan menemukan jalannya
Dan mungkin
ini bukan lagi tentang yang tak pernah usai
melainkan tentang cerita
yang akhirnya berani dimulai
Kreator : Ramlah (Ellani)
Comment Closed: BAB 1 Awal yang Tertahan
Sorry, comment are closed for this post.