KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 1 – Mimpi Jadi Nyata

    Bab 1 – Mimpi Jadi Nyata

    BY 21 Jun 2026 Dilihat: 7 kali
    Mimpi Jadi Nyata_alineaku

    Raka melihat jam dinding di depannya menunjukkan hampir pukul tiga pagi.

    Lagi.

    Sudah beberapa malam terakhir ini, ia selalu terbangun di jam yang sama.

    Suara AC terdengar pelan di sudut kamar sementara hawa dinginnya membuatnya menarik selimut menutupi kakinya. Farah masih tertidur di ranjang seberang dengan selimut sampai leher. Nafasnya teratur dan berirama.

    Raka menarik nafas dan menghembuskannya pelan seperti yang ibunya ajarkan untuk menenangkan diri saat ia panik.

    Lalu ia mendengarnya.

    Ding… dong…

    Ding… dong…

    Ding… dong…

    Jam besar di lantai bawah berdentang tiga kali.

    Suara itu bergema ke seluruh rumah sampai membuatnya merinding. Ia turun dari ranjang, memakai sandal beruangnya, lalu berjalan keluar kamar.

    Koridor lantai dua gelap. Hanya ada cahaya bulan yang masuk dari jendela dekat tangga.

    Raka berhenti di depan kamar orang tuanya. Dadanya terasa tidak enak. Udara di depan pintu kamar itu lebih dingin dibanding tempat lain. Tangannya mulai gemetar saat memegang gagang pintu.

    Pelan-pelan ia membuka pintu kamar. Engselnya berbunyi lirih. Dan saat pintu terbuka, tubuhnya langsung terdiam kaku.

    Di atas tubuh mamanya, ada bayangan hitam seperti asap tebal yang bergerak pelan. Bentuknya berubah-ubah. Kadang mirip orang, kadang hanya seperti kabut gelap yang menggumpal. Persis seperti dalam mimpinya tadi.

    Mamanya terbaring di atas ranjang dengan mata terbuka. Tubuhnya tidak bergerak. Bibirnya bergerak pelan seperti sedang membaca doa, tapi tidak ada suara yang keluar.

    “Ma…” bisik Raka pelan. “Mama…”

    Bayangan hitam itu berhenti bergerak. Perlahan kepalanya menoleh ke arahnya. Dua titik merah menyala terlihat di wajahnya yang gelap.

    Jantungnya langsung berdegup keras. Ia ingin mundur, tapi tubuhnya tidak bisa bergerak. Udara di kamar itu terasa semakin berat. Napasnya mulai sesak.

    Lalu suara lirih terdengar di kepalanya. “Anak itu… ada celah untuk masuk.”

    Raka tidak tahu suara siapa itu. Yang ia tahu tubuhnya semakin dingin.

    Bayangan hitam itu mulai bergerak mendekatinya. Kabut gelap merayap dari lantai dan dinding menuju tubuhnya.

    Ia mencoba berteriak. Tapi suaranya tidak keluar.

    Kabut itu menyentuh kakinya lebih dulu, lalu naik perlahan ke tubuhnya. Ia merasa sesuatu masuk ke dalam dirinya lewat mulut, hidung, telinga, dan matanya.

    Pandangannya mulai gelap.

    “Mama…” Suaranya terdengar jauh.

    Lalu semuanya berubah gelap. Di tengah gelap itu, potongan-potongan kenangan muncul satu per satu.

    Farah yang tertawa.

    Papanya yang menggendongnya.

    Mamanya yang marah saat ia mengganggu adiknya.

    Raka menangis pelan. “Maaf, Mama…” bisiknya. “Aku janji nggak nakal lagi…”

    Tiba-tiba ada dua cahaya muncul di depannya. Satu berwarna biru. Satu lagi emas. Dua anak laki-laki berdiri di sana. Wajah mereka tidak terlihat jelas, tapi tubuh mereka bersinar samar.

    Anak yang bercahaya emas berjalan mendekat lalu menyentuh bahunya. Tubuhnya langsung terasa hangat. Rasa takutnya perlahan menghilang.

    Di dalam kamar, tubuhnya perlahan terangkat dari lantai. Kabut hitam yang tadi masuk ke tubuhnya mendadak berhenti.

    Lalu cahaya keemasan muncul dari dahinya dan menyebar ke seluruh tubuhnya. Ibunya yang tadi tidak bisa bergerak akhirnya bisa bangun.

    Laras menatap anaknya tanpa berkedip. Tubuh kecil itu melayang beberapa sentimeter di atas lantai.

    Bayangan hitam di atas ranjang mulai bergetar. Bentuknya pecah seperti asap tertiup angin lalu hilang begitu saja.

    Kamar itu mendadak sunyi. Tubuh anak itu jatuh pelan ke lantai.

    “Raka!”

    Laras langsung memeluk anaknya. Tangannya gemetar saat memegang wajahnya yang pucat.

    “Astaghfirullah… Astaghfirullah…”

    Air mata Laras jatuh satu per satu. Ia menempelkan telapak tangannya ke dada anaknya. Masih bergerak. Anaknya masih bernapas.

    Laras langsung memeluknya lebih erat.

    “Alhamdulillah…”

    Di luar jendela, langit mulai terang. Cahaya pagi masuk pelan lewat celah tirai. Rumah itu kembali tenang. Namun Laras tahu, malam tadi bukan mimpi biasa.

    Malam yang baru berlalu meninggalkan bekas—bukan hanya di tubuh, tetapi juga pada sesuatu yang lebih dalam. Sesuatu yang belum mampu ia mengerti.

    Di luar jendela, kabut pagi mulai menipis. Cahaya matahari masuk pelan lewat celah tirai, membuat kamar itu terlihat lebih terang daripada sebelumnya.

    Laras masih duduk di lantai sambil memangku tubuh anaknya. Tubuh anak itu sudah tidak sekaku tadi. Napasnya juga mulai teratur, meski wajahnya masih pucat.

    Kamar itu memang sudah tenang, tetapi Laras belum bisa benar-benar merasa lega. Matanya sesekali melihat ke sudut ruangan, ke arah tempat bayangan hitam itu tadi menghilang.

    Tidak ada apa-apa di sana.

    Hanya dinding.

    Hanya lemari.

    Hanya cahaya pagi.

    Namun Laras tahu, sesuatu baru saja terjadi di kamar itu. Sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan dengan mudah.

    ***

    Pada waktu yang hampir sama, jauh dari rumah Raka, seorang anak lain perlahan membuka mata di kamarnya. Anak itu bangun seperti pagi-pagi biasanya. Ia tidak tahu bahwa pada malam yang sama, seorang anak lain baru saja mengalami sesuatu yang tidak akan pernah ia lupakan.

    Mereka belum saling mengenal. Belum pernah bertemu.

    Namun sejak malam itu, tanpa mereka sadari, jalan hidup mereka mulai bergerak ke arah yang sama.

     

     

    Kreator : Rukmana Gautama (RG Gotama)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 1 – Mimpi Jadi Nyata

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021