KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 1 – Puisi Untuk Tuhan

    Bab 1 – Puisi Untuk Tuhan

    BY 15 Jul 2026 Dilihat: 4 kali
    Puisi Untuk Tuhan_alineaku

    Jangan Biarkan Aku Sendiri.

     

    Menjelang subuh,

    Diatas hamparan kain suci aku bersimpuh.

    Membawa semua pinta dan keluh,

    Dengan retak hati yang belum sembuh.

     

    Kepada-Mu pemilik segala nafas,

    Peluk daku dengan cinta-Mu yang tak terbatas.

    Jangan sedikitpun Kau lepas.

    Walau kusadari, diriku tidaklah pantas.

     

    Duhai Penguasa Langit dan bumi,

    Bimbinglah aku dari pagi hingga pagi.

    Jangan pernah biarkan melangkah sendiri.

    Tanpa cahaya-Mu menerangi.

     

    Ternyata.

     

    Sungguh indah kepingan puzzle itu kala sudah tertata.

    Setelah sekian lama hatiku penuh tanya. 

    Apa dibalik ini semua? 

     

    Atur saja Tuhan,

    Daku percaya yang kau siapkan.

    Pasti terbaik, tak layak diragukan.

     

    Kini pintaku dalam setiap kejadian,

    Berikan daku ketenangan juga kepahaman.

    Agar buruk sangka tak selalu terulang.

     

    Maafkan daku yang terlalu cepat bereaksi,

    Sebelum benar-benar memahami.

    Sirri dari semua yang terjadi.

     

    Pulang.

     

    Pulang adalah sesuatu yang diinginkan,

    Dinantikan dan diharapkan,

    Bagi musafir yang penuh kerinduan 

    Dan senantiasa berusaha kumpulkan perbekalan.

     

    Tapi pulang adalah hal yang menakutkan,

    Mengerikan dan menyedihkan,

    Bagi mereka yang terlena

    Dan terbuai kemilau fana.

     

    Pulang…

    Di sana ada surga yang siap dinikmati.

    Pulang….

    Di sana juga ada neraka yang menanti.

     

    Namun lebih dari itu semua,

    Di sana kita akan bersua,

    Dengan Pemilik Cinta yang tiada tandingannya,

    Tempat ternyaman untuk bermanja.

     

    Ikhlas.

    Ya Robbi,

    Izinkan daku menikmati.

    Lezatnya dzikir dan sujud itu sendiri.

    Bukan karena balasan dan janji-janji.

     

     Ya Robbi,

     Izinkan aku berlari.

    Saat panggilan-Mu menyapa telinga ini.

    Meninggalkan semua kesibukan yang membelenggu diri.

     

    Ya Robbi,

    Mampukan aku  menghindari,

    Hal yang engkau larang dan benci,

    Bukan karena takut panasnya api.

     

    Ya Robbi,

    Hamba ridho Engkau bagiku Tuhan.

    Pelindung dan tempatku bergantung.

    Karena itulah kebahagiaan, juga kebanggaan.

      

     

    Alhamdulillah.

     

    Terima kasih Tuhan,

    Atas semua coba  yang telah kau berikan. 

    Karenanya kusadari hilaf diri, 

    Dan segera kembali. 

    Sebelum segalanya tak berarti.

     

    Terima kasih Tuhan, 

    Cintamu sungguh dalam.

    Kasihmu tiada tandingan.

    Hingga diriku yang lusuh penuh kotoran,

    Tetap kau terima dengan senyuman.

     

    Terima kasih Tuhan,

    Luas rahmat-Mu tak tergambarkan.

    Besar ampunan-Mu tak terbayangkan.

    Itulah alasanku selalu punya harapan,

    Dan masih berani untuk pulang.

     

    Izinkan Aku Kembali.

     

    Saat aku sadar akan dosaku yang menggunung,

    Serasa tak pantas lagi memohon ampun.

    Tapi ketika kuingat rahmat-Mu yang agung,

    Harapanku bak air bah yang tak terbendung.

     

    Di suatu keheningan sepertiga malam, 

    Kucoba memberanikan diri menyalakan api harapan.

    Bersimpuh dan bersujud dengan seribu pengakuan,

    Atas salah dan dosa yang telah kulakukan.

     

    Sambutlah tanganku Ya Ghoffar,

    Agar hariku kembali bersinar.

    Setelah sekian lama hidup dalam samar.

    Hingga ketenangan hilang memudar.

     

    Sambutlah diri ini Ya Ilahii,

    Izinkan hamba kembali.

    Hanya pada-Mu mengabdi.

    Dan berserah diri.

     

    Hanya Engkau.

     

    Yaa Robb…

    Hanya dengan-Mu aku bisa benar-benar jujur bercerita.

    Hanya kepada-Mu aku bisa leluasa meminta.

    Hanya bersama-Mu segala sedih dan dukaku sirna.

     

    Hanya Engkaulah yang mencintaiku tanpa batasan.

    Setelah begitu banyak salah dan dosa kulakukan.

    Hanya Engkau yang tetap hangat memberiku pelukan.

    Setelah sekian lama jalan-Mu kutinggalkan.

     

    Cinta-Mu tak bersyarat.

    Kasih-Mu sungguh bulat.

    Senantiasa membuka pintu taubat,

    Bahkan kepada hamba yang telah banyak bermaksiat.

     

     

    Kreator : Siti Karimah (Putri Waha)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 1 – Puisi Untuk Tuhan

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021