KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 7 – Puisi Untuk Saudara Sedarah

    Bab 7 – Puisi Untuk Saudara Sedarah

    BY 15 Jul 2026 Dilihat: 4 kali
    Puisi Untuk Tuhan_alineaku

    Untukmu Yang Menjaga Ayah Bunda

    Saat aku jauh,

    Engkaulah yang tetap tinggal.

    Menjaga Ayah Bunda kita dengan cinta,

    Melayani keduanya tanpa banyak kata.

     

    Ketika aku hanya mampu bertanya lewat WA.

    Menatap gambar mereka lewat layar,

    Engkaulah yang hadir dengan nyata,

    Menemani dengan sabar.

     

    Seringkali aku merasa malu.

    Sebab sedikit sekali bisa membantu.

    Sedang engkau harus berjuang keras.

    Tanggalkan ego, tinggalkan ambisi.

     

    Terima kasih saudaraku.

    Atas semua pengorbananmu.

    Sehat dan bahagialah selalu.

    Selamat dunia juga akhiratmu.

     

    Ajari Aku Ikhlas

    Hari ini, 

    Telah dua tahun berlalu.

    Sejak kau pergi meninggalkanku.

    Namun luka itu,

    Bagiku seolah sayatan baru.

     

    Duhai pencipta Yang Maha Kuasa.

    Ajarilah hati ini untuk bisa menerima.

    Semua ketetapan-Mu dengan rela.

    Agar damai kembali kurasa.

     

    Sore itu, di tempat yang mulia 

    Kami sedang belajar bersama.

    Namun dengan tiba-tiba,

    Buah hatiku datang membawa berita.

     

    Telah berpulang kakakku tercinta.

    Kepada Ar-Rahman yang lebih menyayanginya.

    Sebuah bus menerobos lampu merah yang menyala.

    Menjadi lantaran terenggutnya nyawa.

     

    Ya Robbana,

    Hanya kau saja yang tahu akan semua.

    Cinta dan pengorbanannya untuk hamba.

    Namun belum sempat hamba membalasnya.

     

    Selamat jalan kakakku sayang.

    Jasa-jasamu kan selalu ku kenang.

    Nasehat-nasehatmu kan kujadikan pegangan.

    Hanya doa selalu kupersembahkan.

     

    Pergilah

    Kini, genap sudah 40 hari kau pergi.

    Membawa serta, sebagian dari diri ini.

    Bukan aku membenci takdir Ilahi.

    Tapi hanya butuh waktu, untuk mengobati.

     

    Malam itu,

    Kupeluk dan kubelai.

    Tubuh kurus, rapuh dan lunglai.

    Namun menyimpan semangat yang tinggi.

    Untuk berjuang, demi melihat kesuksesan sang Buah hati.

     

    Dengan riang dan bangga kau terima.

    Satu hadiah kecil,  bukuku yang pertama.

    Dan kau berjanji akan membacanya,

    Saat duduk sendiri sudah bisa.

     

    Satu malam kemudian,

    Tiga kali padamu aku berpamitan.

    Seolah isyarat penutup percakapan.

    Sebelum engkau menghadap Tuhan.

     

    Pergilah saudaraku,

    Satu-satunya kakak perempuanku.

    Pergilah saudaraku,

    Engkau adalah kakak dan ibu bagiku.

    Rindu Yang Tak Pernah Usai

    Kakakku,

    Namamu selalu ada di setiap sudut kenangan.

    Meski jasadmu telah lama berpulang.

    Beristirahat, memenuhi panggilan Tuhan.

     

    Engkaulah tangan yang menguatkan.

    Saat hidup begitu berat kurasakan.

    Engkaulah sosok yang selalu siap berkorban.

    Saat jalanku dipenuhi rintangan.

     

    Kini,

    Hanya lewat do’a aku menyapa.

    Karena pintu diantara kita tak lagi terbuka.

     

    Betapa banyak cerita belum sempat kusampaikan.

    Betapa banyak kenangan hanya bisa kusimpan.

    Menjadi pengikat satu hubungan.

    Yang takkan terputus walau oleh kematian.

     

    Kakakku,

    Rinduku tak pernah usai.

    Walau aku tahu kau telah pergi.

    Do’aku, kau damai di tempat abadi.

     

    Lagu Untukmu

    Untukmu kakakku, kugubah sebuah lagu.

    walau mungkin tidaklah merdu,

    Semoga kau dengar itu.

    Meski sepintas lalu.

     

    Kakakku,

    Apapun kata dunia tentangmu,

    Engkau tetap mutiaraku.

    Yang demikian berharga bagiku.

     

    Tidakkah kau tahu?

    Betapa aku sangat menyayangimu.

    Selalu mencari dan menunggu.

    Tapi tak satu kabar pun datang darimu.

     

    Ke seberang lautan kau berjuang.

    Mengejar mimpi, menggapai harapan.

    Demi masa depan lebih gemilang.

    Namun mengapa, engkau seolah menghilang?!

     

    Pulanglah kakakku,

    Di sini kami menunggumu.

    Jangan biarkan kekhawatiran mengganggu.

    Siang dan malam merindukanmu.

     

    Kenangan Masa Kecil

    Saat bersama, kau selalu menggangguku.

    Mulutmu usil, tanganmu jail.

    Tak bisa melihatku tenang.

    Colek-colek, sentil-sentil agar aku meradang.

     

    Sebentar saja aku pergi,

    Ke sana kemari kamu mencari.

    Panggil-panggil tak berhenti.

    Seolah telah berminggu aku tak kau temui.

     

    Saat seorang anak mengganggu adikmu yang manis,

    Apalagi jika sampai menangis.

    Tiba-tiba kau jadi bengis.

    Seolah tak rela sedikitpun ia terguris.

     

    Begitukah saudara?

    Saat dekat sering berdebat.

    Selalu beradu.

    Tapi ketika jauh, saling merindu.

     

    Memancing

    Di sela-sela waktu sibukmu.

    Setelah bekerja nyaris seminggu.

    Ke sungai kau ajak aku.

    Membawa kail, mencari ikan.

     

    Aku girang bukan kepalang.

    Mengikutimu dari belakang.

    Sambil cerita lepas, tanpa beban.

    Sesekali tertawa penuh keriangan.

     

    Setelah jauh kita berjalan.

    Melewati sawah dan juga ladang.

    Kemudian beberapa kail kau pasang umpan.

    Lalu diletakkan di tempat yang berjauhan.

     

    Aku menunggunya dengan diam.

    Tak kau bolehkan buat kebisingan.

    Hanya mata asyik memperhatikan.

    Sungai jernih menawarkan ketenangan.

     

    Beberapa saat kemudian,

    Kail bergerak bergoyang-goyang.

    Tanda umpan dimakan ikan.

    Segera kau dekati kail dengan senyuman.

     

    Satu harapan muncul di hadapan.

    Mengusir jemu yang mulai datang.

    Segala puji bagi Tuhan.

    Akhirnya kami dapatkan juga beberapa ikan.

     

    Sungguh nikmat yang luar biasa.

    Tak mampu ku ungkap dengan kata. 

    Dan tak kan pernah lagi kami bisa.

    Mengulanginya bersama-sama.

     

     

    Kreator : Siti Karimah (Putri Waha)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 7 – Puisi Untuk Saudara Sedarah

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021