Dunia imajinasi adalah maha karya Sang Peri Bintang yang memiliki banyak daerah yang luar biasa. Kota, desa, negeri, sebuah tempat khusus, bahkan monumen pun memiliki cerita yang luar biasa. Kisah ini bermula dari seseorang pembawa kabar, yuk kita simak.
Dua pembawa kabar di Negeri Biji bernama Salak Merah dan Durian Montong yang terkenal paling pandai dalam mengantarkan kabar melalui biji.
Negeri itu dinamakan Biji karena setiap kabar berita yang disampaikan semua melalui biji yang akan ditanam di dekat rumah tujuan setelah itu tumbuhlah bunga kabar.
Salak Merah dikenal sombong dan curang, sedangkan Durian montong dikenal licik dan pelit. Mereka diandalkan karena kecepatan mereka dalam berlari.
Suatu hari, Mangga Kuning tidak sengaja menabrak Durian Montong hingga membuat biji kabar berhamburan.
“Heh! Ganti rugi gak? Ini biji kabar jadi berhamburan… AYO, GANTI RUGI!!” Durian sangat murka dan terus membentak Mangga Kuning hingga warga sekitar ikut memarahinya.
Biji kabar berhamburan dan bisa tinggal diambil dan dimasukan pada tas. Akan tetapi karena Durian Montong mengambil kesempatan untuk menambah kekayaannya. Dipermasalahkanlah kejadian itu, hingga akhirnya Mangga Kuning disidang dan diberi hukuman untuk menggantikan Durian Montong selama tiga bulan dan denda sebesar dua puluh ribu biji emas. Satu biji emas itu sama dengan hasil gaji selama dua hari kerja.
“Mangga…psstt…”
Ada yang berbisik pada Mangga Kuning tapi Mangga menghentikan bisikan orang itu.
“Sstttt… Diem saja kamu.”
Durian Montong hanya duduk enak dan memarahi Mangga Kuning yang sering melakukan kesalahan, bahkan dicurangi oleh Salak Merah dengan menambah jumlah biji kabar dalam tas biji Mangga Kuning. Cukup kejam mereka berdua, akan tetapi di mata masyarakat mereka berdua dikenal biasa saja dan tidak ada kecurigaan.
Kabar berita sedikit lebih lambat dikarenakan Mangga Kuning tidak sanggup melakukan pekerjaan sebagai pembawa kabar, apalagi ditambah banyaknya lokasi renovasi. Semakin lama Mangga Kuning semakin ditekan oleh mereka berdua. Setiap pulang, ayahnya marah dan berusaha melindunginya, tetapi Mangga Kuning menolak sambil menunjukkan kedua jarinya berbentuk huruf O dan ayahnya memahaminya.
Masa hukuman telah selesai, hutang dua puluh ribu biji emas pun sudah dilunasinya. Akan tetapi, Mangga Kuning kerap dapat siksaan dari mereka berdua.
Lima hari lagi ada acara peresmian metode pengiriman surat kabar yang baru. Durian Montong dan Salak Merah memiliki niat jahat pada orang lemah yang datang pada acara tersebut dan itu kesempatan mereka untuk menjadi kaya. Mangga Kuning adalah sasaran utama mereka.
Waktu peresmian telah dibuka dengan kemeriahan kembang api dan tarian. Durian Montong melihat Mangga Kuning dan menghampirinya serta membawanya ke tempat yang sepi, dirampas uang miliknya serta dihajar. Salak Merah mengambil uang dan menghajar orang lemah lainnya.
Waktu yang ditunggu telah tiba, yaitu peresmian metode baru. Sebelum itu pembawa acara memanggil nama seseorang dimana dia adalah perancang bahkan anak bungsu dari pemimpin perusahaan surat kabar negeri Biji namanya adalah “Mangga Kuning” semua orang di sana kaget dengan nama itu, karena mereka tidak ada yang mengetahui tentang anak bungsu pemimpin perusahaan itu.
Mangga Kuning tidak mau dikenal sebagai anak dari pengusaha terkemuka, tetapi rakyat biasa untuk menjadi mandiri. Itulah keinginan Mangga Kuning.
Durian Montong dan Salak Merah kaget dan kabur, tetapi mereka tertangkap dan dibawa ke podium untuk diadili.
“Kalian semua bisa melihat rekaman berikut ini,” kata pembawa acara.
Dalam rekaman itu, mereka berdua menganiaya Mangga Kuning serta orang lemah lainnya. Bukan hanya itu, kecurangan dalam mengirimkan surat kabar, ancaman pada beberapa warga, dan pencurian barang warga pun semua terekam jelas.
Mangga Kuning keluar dengan muka habis dihajar dan mengatakan, “Bebaskan mereka berdua, tidak usah dihukum. Ganti rugi saja sebesar seribu pada tiap orang yang dirugikannya.”
Akan tetapi, para warga yang dirugikannya menuntut mereka berdua dibuang dari negeri Biji. Mangga Kuning menolak.
“Aku membuat metode baru…”
Disampaikan bahwa mereka berdua akan dipekerjakan dengan pengiriman biji kabar melalui pipa yang sudah tersebar di seluruh negeri Biji. Mereka berdua akan dijaga ketat oleh pasukan khusus dan akan dipantau tanpa tidur.
Para penduduk tidak terima mereka dapat perlakuan spesial, Mangga Kuning menjelaskan lagi. Hanya mereka berdua yang bekerja mengirim biji kabar dan tidak ada istirahat. Dijelaskan juga mereka berdua tidak boleh meninggalkan pos pengiriman, bila dilakukan maka tumbuhan dalam tubuhnya akan dihilangkan hingga tidak bisa berjalan bahkan berlari.
Tumbuhan yang dimaksud adalah sebuah jamur pada pundak penduduk negeri Biji, jamur itu berfungsi memberikan nutrisi pada otot kaki mereka, semakin pekat warnanya maka semakin besar juga kekuatan otot kakinya, ada juga tumbuhan pada punggungnya untuk otot tangannya. Karena penduduk negeri Biji adalah manusia dengan jamur yang tumbuh di badan.
Masyarakat yang mendengar penjelasan Mangga Kuning menjadi lega.
Negeri Biji menjadi terkenal dikarenakan cepatnya informasi yang didapatkan, Mangga Kuning dikenal sebagai pelopor dunia Imajinasi dalam menyampaikan sebuah berita melalui biji. Dia mengembangkan pengiriman kabar ke seluruh dunia yang sudah bekerja sama dengan perusahaan Halo.
Dunia Imajinasi mempunyai kisah ketidakadilan lainnya yang ada di negeri Biji.
Kreator : David W. Rehatta (Dsmile5)
Comment Closed: Bab 10. Mangga Kuning di Negeri Biji
Sorry, comment are closed for this post.