KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 11 dari novel Rahasia buku Sihir Nenek Ysra

    Bab 11 dari novel Rahasia buku Sihir Nenek Ysra

    BY 24 Okt 2026 Dilihat: 3 kali
    novel Rahasia buku sihir nenek Ysra_alineaku

    BAB 11: TEH UNTUK MURID YANG NILAINYA DISEMBUNYIKAN 

    Resep: Teh untuk Murid Akademi yang Dianggap Biasa

     

    Hari keempat Lumi menjaga gubuk.

     

    Hari itu siang. Kabut Tanah Fajar tipis. Aroma Veylara turun ke tanah.  

     

    Kriiieekkk…

      

    Yang masuk seorang anak laki-laki. Berusia 12 tahun. Jubah Akademi Biru Langit masih dipakai. Ia membawa gulungan perkamen bersegel emas. Tangannya gemetar.

     

    “Duduk,” kata Tio. “Mau ramuan apa?”

     

    Anak itu duduk di ujung kursi. “Air dari mata air saja.”

     

    Seraphina menyalakan lampu kristal. “Namanya siapa?”

     

    “Derek,” jawabnya pelan. Matanya melihat lantai kayu yang diukir rune.

     

    Buku kayu di meja terbuka di halaman 11. Kosong. Tinta menunggu.  

    Veylara di luar berdesir. Akarnya merambat pelan ke kaki Derek, seperti sedang mengetesnya.

     

    Lumi menata cangkir tanah liat. “Baru pulang Ujian Tengah Semester Akademi, ya?”

     

    Derek mengangguk. “Baru pengumuman di Aula Cahaya.”

     

    Alistair dari dapur bertanya: “Hasilnya gimana?”

     

    Derek diem lama. Ia membuka gulungan. Cahaya keemasan keluar.  

     

    “Ranking 1. Semua ujian sihir dasar lulus sempurna. Sihir Api, Ramuan, Teori Rune.”

     

    Hening.  

     

    Seraphina berhenti mengaduk. Tio berhenti mengasah pisau rune.

     

    “Terus?” tanya Lumi lembut. “Guru Pembimbing melafalkan mantra apa?”

     

    Derek tertawa pahit.

    “Pak Guru cuma bilang Valen’tir. Lumayan. Lalu ia sibuk dengan murid lain yang gagal pakai mantra Sanare atau mantra pemulihan.”

     

    Gulungan di tangan Derek sudah kusut. Ada segel emas Akademi Tanah Fajar. Tapi tidak ada yang menyentuhnya.

     

    Lumi menyeduh teh. Daun melati dari Veylara. Madu lebah hutan. Seiris kulit jeruk ajaib.  

     

    “Ini teh untukmu,” kata Lumi sambil meletakkan cangkir di depan Derek.

     

    Derek nengok. “Untukku?”

     

    “Untuk murid yang sudah bekerja keras,” kata Lumi. “Biarpun tidak ada yang melafalkan Aethel’ran, Mantra Penghargaan.”

     

    Tegukan pertama. Mata Derek langsung memerah.  

    “Aku latihan mantra Ignis Aeternum, Nyala Abadi sampai jam satu malam,” bisiknya. “Aku kira kalau aku ranking 1, Ayah akan mengucapkan Sol’vera, Aku Bangga.”

     

    Buku bergetar. Tinta keemasan muncul pelan, menulis sendiri.

     

    Resep 11: Teh untuk Murid yang Nilainya Disembunyikan  

    Bahan: Air mata air jam 2 siang, daun melati yang mekar saat ujian, madu dari lebah Tanah Fajar, satu kalimat mantra: Vey’lara en’to = Aku melihat usahamu.

    Cara: Seduh sambil mendengarkan tanpa memotong. Jangan bandingkan dengan murid lain. Minum sampai habis.  

    Catatan: Sihir tidak tumbuh dari pujian. Sihir tumbuh dari “Vey’lara” = Dilihat. Benar-benar dilihat dengan mata hati.

     

    Di bawahnya coretan kecil, tinta abu-abu:  

    Untuk Derek dan semua murid yang cahayanya dianggap biasa.  

    – Nenek Ysra.

     

    Seraphina duduk di samping Derek. “Derek, boleh aku membaca gulungan itu?”

     

    Derek menyodorkan. Tangannya gemetar.

     

    Seraphina buka. Ignis: Perfectus. Sanare: Perfectus. Rune: Perfectus…

     

    Dia menatap Derek. Menaruh tangan di kepalanya, lalu berbisik lembut.

    “Vey’lara en’to. Sol’vera. Aku melihat usahamu. Aku bangga.”

     

    Derek langsung menutup muka. Ia menangis. Bukan karena sedih, tetapi karena lega.  

     

    “Aku lelah, Bu…” isaknya. “Lelah harus selalu kuat dengan mantra Lacrimare Vincula. Menahan Tangis.”

     

    Tio menyodorkan selendang abu-abu. “Tidak apa-apa menangis. Di Tanah Fajar kita tidak memakai Lacrimare Vincula.” 

     

    Alistair mengambil gulungan itu. Dia tempel di dinding gubuk pakai paku kristal bercahaya.

     

    “Nih. Biar semua tamu yang masuk melihat. Derek. Primus Discipulus. Murid Ranking 1 di Akademi.”

     

    Derek mengangkat kepala. Kaget. “Boleh ditempel di sini?”

     

    “Boleh,” kata Lumi. “Ini juga Domus Academiae, Rumah Akademi. Rumah untuk semua cahaya.”

     

    Langit berubah Sore. Kabut bergerak.  

    Seorang pria berjubah ungu masuk. Aura guru pembimbing. 

     

    “Derek! Cur es hic. Mengapa di sini?!”

     

    “Pak Pembimbing,” ucap Derek lirih.

     

    Guru itu melihat gulungan di dinding. Melihat mata Derek yang bengkak.  

    Dia langsung menunduk. Membungkuk. 

    “Mea culpa… Non dixi Vey’lara en’to. Maafkan aku… Aku tidak mengucapkan ‘Aku Melihatmu’.”

     

    Derek terdiam. 

    “Aku hanya ingin Audiri. Didengar, Pak.”

     

    Sebelum pulang, guru itu menunduk ke arah Lumi. 

    “Gratias. Pro tea. Terima kasih. Untuk tehnya.”

     

    Lumi tersenyum. 

    “Teh Yang diseduh dengan sihir Audire Cor, Mendengarkan dengan hati.”

     

    Setelah mereka pergi, Lumi menanam satu bibit di kebun Akademi.  

     

    “Ini Pohon Luminara,” kata Tio sambil menabur bubuk cahaya. “Ut meminerit. Biar dia ingat, cahayanya tidak akan padam selama ada Vey’lara.”

     

    Malamnya Lumi menulis di buku:  

    Hari ini aku belajar. Luka paling sakit di Tanah Fajar bukan ‘Maleficia’ atau Kutukan. Tapi diabaikan saat ‘Lux Tua’, Cahayamu paling terang.

     

    Kriiieekkk… 

    Pintu berderit lagi.  

    Angin membawa suara anak kecil. 

    “Permisi… boleh minta diajari mantra Fortis atau Mantra Keberanian?”

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 11 dari novel Rahasia buku Sihir Nenek Ysra

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021