KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 11. Penjelajah dari Gunung Nasi

    Bab 11. Penjelajah dari Gunung Nasi

    BY 21 Jun 2026 Dilihat: 8 kali
    Penjelajah dari Gunung Nasi_alineaku

    Dunia Imajinasi itu luas hingga tak ada ujungnya. Dunia ini adalah kumpulan pemikiran manusia, dimana mereka tuangkan dalam tulisan atau gambar. Kisah kali ini datang dari satu kelompok penjelajah. Seperti apa sih mereka, yuk kita simak kelanjutannya.

     

    Penjelajah Imajinasi, mereka bertugas mencari keunikan tiap lokasi di dunia imajinasi yang terus bertambah seiring waktu. Mereka ada tiga makhluk, Jingga Mawar dari negara Bunga, Kerikil Bulan Merah dari desa Kerikil Merah, dan Domi Gamelan dari kota Gamelan Jawa. Mereka bertiga sudah lama menjelajah dan dikenal sebagai Sang Penjelajah. Akan tetapi, kisah ini bukan tentang penjelajahan mereka, melainkan mengapa mereka dikenal sebagai Penjelajah Imajinasi.

     

    Ada sebuah tragedi besar di dunia imajinasi, yaitu gempa hebat yang mengguncang sebagian dunia imajinasi  banyak retakan dan kehancuran di daerah yang terkena gempa. Banyak yang panik, banyak juga yang saling membantu, dan tidak sedikit korban yang berjatuhan. Seorang relawan, Domi Gamelan, tertimpa reruntuhan dari sebuah gedung.

     

    “Tolong…. Tolong…” Domi kesakitan meminta tolong. 

     

    Para penyelamat menghampirinya dan menolongnya, tetapi kaki kiri Domi terpaksa harus diamputasi karena tulangnya hancur tertimpa reruntuhan. 

     

    Domi Gamelan hanya bisa bersedih, hingga Prof. Dust datang dan menawarkan kesembuhan total dengan menggunakan kaki palsu dari kayu Jati Hitam yang ditempa khusus oleh pengrajin Metal Orange serta diberikan sihir Seranuke dari penyihir Hujan Gemuruh Ungu.

     

    Domi Gamelan menyetujuinya, tetapi ada persyaratannya.

     

    “Persyaratannya apa?” 

     

    Persyaratannya adalah ia harus bergabung pada tim khusus untuk menjelajah dan membawa peralatan yang mungkin bisa berguna untuk menolong orang, serta meninggalkan semua kemewahan baik uang maupun kekayaan lainnya. 

     

    Domi Gamelan merupakan anak dari pengusaha terkenal di bidang kain sutra angin. Dia memang memiliki keinginan untuk menjelajah ke dunia luar dan dia pun menyetujuinya.

     

    Prof. Dust memperkenalkan salah satu anak didik yang ditemukannya. Kerikil Bulan Merah dari desa Kerikil Merah adalah yatim piatu, kedua orang tuanya terbunuh karena pembantaian perampokan di rumahnya. Mereka pun berkenalan.

     

    Keesokan harinya, Domi dan Kerikil Bulan pergi untuk menjelajah dan membantu orang dan makhluk yang dijumpainya. Kejadian gempa menimbulkan banyak kelaparan sehingga mereka ingin sekali membantu, tetapi yang mereka punya hanyalah alat dari Prof. Dust dan tidak ada alat yang bisa membantu menciptakan makanan.

     

    Mereka berdua sedih tidak bisa menolong dan kembali melanjutkan perjalanan. Seminggu lamanya mereka melakukan perjalanan dan ada keanehan di sebuah desa.

     

    “Ada apa ini?” 

     

    Mereka berdua heran orang dengan makhluk yang berlarian membawa gumpalan putih yang besar. Jawab mereka, “Kami diberi makanan oleh penolong kami.”

     

    Mereka berdua menghampiri pusat dari keramaian itu. Mereka bertemu satu makhluk bernama Jingga Mawar dari negara Bunga. Mereka berdua bertanya apa gumpalan itu, tapi Jingga Mawar hanya mengetahui itu adalah makanan. 

     

    “Domi.. Kita kan ada alat pengenal benda…” 

     

    “Oh… Iya…” 

     

    Alat tersebut diarahkan pada gumpalan itu dan terbilang “satu butir nasi” mereka bertiga baru mengetahui bahwa itu nasi. Malam telah tiba mereka bertiga berdiskusi untuk membantu korban bencana lainnya, supaya bencana kelaparan bisa mereda.

     

    “Domi dan Kerikil… Bolehkah aku gabung ke tim jelajah kalian?” 

     

    Mereka pun menyetujuinya. 

     

    Jingga Mawar menunjukkan sebuah gunung yang tinggi dan itu adalah nasi.

     

    “Domi… Bukannya kita punya alat pemanggil itu?” 

     

    Alat yang dimaksud adalah sebuah terompet Elang Macan berwarna hitam dengan ukiran kayu putih yang berfungsi memanggil pasukan langit, pasukan itu bisa diminta tolong untuk melakukan apapun selama masih dalam situasi aman. Mereka setuju dan Domi Gamelan meniup terompet itu, muncul dari langit sebanyak dari sepuluh ribu pasukan di kedua pihak, Doni meminta tolong antarkan satu butir nasi dari gunung nasi pada setiap makhluk di penjuru dunia yang membutuhkan makanan.

     

    Langit dipenuhi dengan kedua pasukan itu. Mereka mempertanyakan pada makhluk sekitar siapa yang mengirimkan satu butir nasi raksasa. Disampaikan oleh pasukan “Penjelajah Imajinasi” dari sana mulai tersebar nama penjelajah Imajinasi yang dikenal sebagai pemberi makan dari gunung Nasi.

     

     

    Kreator : David W. Rehatta (Dsmile5)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 11. Penjelajah dari Gunung Nasi

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021