KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 12. Sirkus Air Mata

    Bab 12. Sirkus Air Mata

    BY 09 Jun 2026 Dilihat: 19 kali
    Sirkus Air Mata_alineaku

    “Ma… Lihat hasil karyaku… Dapat nilai terbaik..”

    “Apa ini??! Gak guna!! Pikirkan sekolahmu! Bukan barang rongsokan ini..” 

     

    Denny merasa sedih karena hasil karyanya tidak dianggap oleh ibu kandungnya yang suka mabuk sejak ayahnya meninggal. Denny yang meneruskan dagang sayuran ayahnya di pasar. Hampir tiap hari Denny tertekan dengan keadaan ibunya yang kerap memukulnya. Hasil karya keramiknya di sekolah selalu mendapat pujian dari berbagai kalangan, bahkan dijuluki seniman jenius. Denny berusia sembilan tahun, tapi terpaksa menjadi tulang punggung keluarga sebab dia adalah anak satu-satunya.

     

    Keesokan harinya, Denny terbangun karena terkejut dengan keributan yang terjadi di lantai bawah. 

    “Hei!! Aku udah bayar kamu… Sekarang berikan yang aku minta.. Dasar ga berguna!!” Seorang pria sedang menendang ibunya dengan kejam. Melihat kejadian itu, tentu Denny tidak terima dan segera memukul pria itu dengan pemukul baseball. Pria itu sempat terjatuh dan bangkit lalu menendang keras Denny hingga kepalanya terkena tembok dan pingsan. Pria itu langsung kabur, sedangkan ibunya segera menghampiri Denny dan berteriak minta tolong. Orang-orang di sekitar langsung membawa Denny ke rumah sakit.

     

    “Denny.. Denny… Maafin Mama.. Mama jahat sama Denny… Denny, Mama janji.. Bila dirimu sadar dan pulih.. Mama akan menjadi Mama yang terbaik buat Denny… Maafin Mama….”

     

    Ibunya menyesal akan semua perbuatannya, tapi Denny masih terbaring koma. Selama Denny masih di rumah sakit, ibunya berusaha menjadi ibu yang baik. Perlahan rokok ditinggalkan, minuman beralkohol dikurangi dan banyak berolahraga. Ibunya bekerja meneruskan dagang sayur di pasar, banyak yang memberikan bantuan dana untuk Denny.

     

    Seminggu Denny masih dalam keadaan koma, tiap hari ibunya berdoa di samping Denny. Air mata telah habis untuk dikeluarkan lagi dan tinggal ketegaran untuk menjadi seorang ibu yang terbaik. 

    “Heh… Kamu lupa dengan janjimu.. Awas kalo kamu bohong..” Pria itu muncul di hadapan ibunya. 

    “Aku gak akan menuruti dirimu.. Ini ambil uangmu.. Aku ga butuh pecundang sepertimu..” 

    Pria itu marah sehingga ibunya berteriak. 

    “Tolong… Tolong… Dia yang udah buat anakku celaka.. Tolong!!!” 

    Mendengar teriakan itu, orang-orang orang di rumah sakit langsung menangkap pria itu.

     “Awas kamu… Nisi…….!”

     

    Sebulan telah berlalu dan Denny masih koma. Ibunya tetap berjuang untuk biaya rumah sakit anaknya. 

    “uhuk.. Uhuk….” 

    “Nisi.. Nisi… Woiii tolong….” 

    Ibunya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. 

    “Ibu… Sudah berapa lama ibu alami batuk?” Dokter bertanya dengan rinci dan hasilnya ibunya mengidap kanker stadium dua dan harus dirawat.

    “Dok… Udah liat anak saya kan? Maaf dok.. Dari pada biaya untuk diriku.. Lebih baik untuk anakku… Maaf..” Tekad seorang ibu sangatlah tinggi dan tidak bisa diubah lagi.

     

    Setahun telah berlalu dan Denny masih dalam keadaan koma. Biaya didapatkan dari pemerintah dan teman-teman kerja ibunya di pasar. Ibunya pergi ke kamar Denny, begitu banyak kerajinan yang hancur karena ibunya. 

     

    “Denny… Mama.. Kangen Denny… Maaf….” 

     

    Tiba-tiba ia teringat pada karya terbaik yang pernah ditunjukkan Denny, lalu mulai mencarinya di kamar. Karya itu adalah sebuah mangkuk ramen yang cantik dengan ukiran-ukiran luar biasa. Denny memang sangat menyukai ramen dan sering menggambar mangkuk ramen. Melihat kecintaan putranya pada hal itu, sang ibu pun bertekad untuk belajar membuat kerajinan keramik.

     

    Tiga tahun berlalu dan Denny dinyatakan sadar, tanpa ragu ibunya berlari ke rumah sakit. Akan tetapi sebelum sampai di rumah sakit ibunya bertemu dengan pria jahat itu. 

    “Tolong…. Tolong….” 

    Orang-orang langsung menghampirinya, tetapi ibunya tiba-tiba terjatuh dengan sebuah tusukan pisau pada perutnya. 

    “Denny.. Selamat ulang tahun….” itu kata terakhir yang diucapkan oleh ibunya.

     

    “Mama… Mama…!! Di mana Mama…?” teriak Denny panik.

    Denny syok karena baru saja terbangun dari koma yang telah membuatnya tertidur selama tiga tahun. Seorang dokter datang menghampirinya dan hanya memberikan sebuah kado. Setelah dibuka, di dalamnya terdapat sebuah mangkuk ramen keramik buatan ibunya serta sepucuk surat yang bertuliskan:

    “Denny… Mama minta maaf… Tahu tidak, Denny? Mama sudah tidak merokok dan minum-minum lagi. Denny pasti senang mendengarnya…”

    “Denny… Maafkan Mama karena sudah menjadi ibu yang jahat selama lebih dari dua tahun. Denny sudah banyak menderita selama ini. Maafkan Mama…”

    “Denny… Ini adalah hasil karya terbaik yang pernah Mama buat untuk Denny. Mama berharap suatu hari nanti kamu menjadi seniman keramik yang hebat…”

    “Selamat ulang tahun, sayangku. Mama sayang kamu.”

    “Dokter… Mama mana? Aku mau bilang terima kasih… Mama di mana, Dok…?”

    Dokter dan semua orang di ruangan itu hanya menundukkan kepala. Mereka kemudian mengantarkan Denny ke tempat ibunya berada.

    “Ma… Ma… Bangun, Ma… Denny sudah di sini…”

    Denny terus menangis sambil mengguncang tubuh ibunya yang telah tiada.

    Di Dunia Imajinasi, semua tempat terbentuk dari imajinasi yang terhapus, kenangan yang terlupakan, atau perasaan yang begitu kuat hingga meninggalkan jejak. Tiga tahun yang lalu, lahirlah sebuah tempat baru yang diberi nama Sirkus Air Mata.

    Konon, di tempat itu terdapat sebuah Mangkuk Ramalan. Setiap satu tetes air mata yang jatuh dan menyentuh mangkuk tersebut akan memunculkan sebuah kisah kesedihan dalam bentuk hologram air. Kisah itu kemudian disebarkan ke seluruh penjuru Dunia Imajinasi sebagai dongeng baru bagi para makhluk yang tinggal di sana.

    Sejak saat itu, berdirilah sebuah tempat bernama Sirkus Air Mata, sebuah tempat yang menyimpan dan menampilkan sejarah kesedihan dari dunia nyata.

     

    Kreator : David W. Rehatta (Dsmile5)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 12. Sirkus Air Mata

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021