Dunia Imajinasi memiliki banyak kisah baik dan buruk, semua terungkap dalam tiap kisahnya. Kali ini ada sebuah kisah yang cukup menyayat hati. Kisah ini bernama Taman Manekin Cantik. Kisah ini membuat dunia Imajinasi terkejut. Yuk kita simak kisah ini.
Kota Patung, adalah kota yang mewakili semua karya dunia imajinasi khususnya patung. Semua karya patung terdaftar di kota itu dan kenapa disebut kota patung, karena begitu banyak hiasan patung dari orang hebat dari seluruh penjuru dunia. karya seni adalah landasan dari kota itu.
“Seni tak ada namanya sederhana maupun mewah, seni adalah hati, dimana hati itu ada, disana karya seni tercipta.” itulah semboyan dari kota Patung.
Semen Kuning adalah salah satu perancang manekin, dia ga hebat, tetapi kebanyakan orang mengetahui dirinya si pembuat manekin. dirinya bersama istrinya Pasir Putih membuat manekin untuk model para pengrajin dalam pembuatan patung. mereka dikenal ramah dan baik hati pada setiap orang, bahkan walikotanya sesekali mengajak mereka untuk bertukar pendapat.
Semen Kuning adalah salah satu pelopor berdirinya kota Patung ini. Dibantu oleh istrinya Pasir Putih, sahabat Semen Merah yang juga seorang walikota. Akan tetapi, Semen Kuning memilih hidup sederhana.
Kebalikan dari Semen Kuning, Semen Merah lebih suka pamer dan terlihat hebat. Karena itulah rasa iri terhadap Semen Kuning cukup tinggi.
Semen Merah adalah pengrajin manekin juga, tapi dia sering berbuat curang untuk mengungguli keahlian Semen Kuning. Hingga suatu saat Semen Merah menjadi populer dikarenakan manekinnya yang lebih cantik dari Semen Kuning. bukan hanya itu saja, Semen Merah berhasil membuat Semen Kuning dan Pasir Putih bercerai. Semen Kuning dibuli oleh seluruh kota Patung karena manekinnya membuat karya para pengrajin retak dan perlahan hancur.
Semen merah tidak puas, karena Semen Kuning masih terus tersenyum. Kebencian Semen Merah membuatnya melakukan hal yang sangat terlarang di kota Patung. Semen Merah menculik Semen Kuning dan Pasir Putih, dia melakukan melakukan hal terlarang itu depan Semen Kuning.
Pasir Putih diberi racun, lalu tubuhnya diawetkan oleh obat langka dan memberikan cat khusus untuk mempertahankan kelembutan kulit, serta bagian kakinya ditancapkan paku untuk Pasir Putih benar benar menjadi boneka manekin. Semen Merah senang dengan kesedihan Semen Kuning dan dia merasa puas. Semen Merah menambah cat krem untuk menutupi semua badan Pasir Putih hingga tidak mengenali bahwa itu adalah Pasir Putih, melainkan sebuah manekin yang sangat cantik.
Semen Merah pergi dan meninggalkan mereka berdua. Dia pergi untuk berpesta karena keinginannya tercapai, tanpa mengetahui bahwa karma akan selalu datang di waktu yang tepat.
tidak ada yang mengetahui kejadian itu selain mereka berdua. Semen kuning menjadi depresi hanya menatap manekin istrinya, sedangkan Semen Merah berfoya foya karena ketenarannya.
“sayangku… bunuh aku… aku tidak sanggup merawat dua anak kita tanpa dirimu..” mereka memiliki anak yang masih muda yang satu bernama Pasir Hijau yang satu bernama Semen kekuningan.
Setahun telah berlalu, semua orang menanyakan kemana perginya Semen Kuning. Termasuk sang walikota yang merasa cemas akan keadaannya.
Semen Kuning hanya menuliskan pesan kepada kedua anaknya tentang apa yang terjadi dan mendoakan supaya kedua anaknya bisa hidup damai. Semen Kuning pun akhirnya meninggal karena penyakit yang dideritanya.
“Kak… Itu beneran Mama kita ya? Kok gak ada mata… gak ada hidung… hanya patung….”
“Adikku yang manis…. iya itu ibu kita… tapi kita hanya bisa berharap pada peri bintang supaya kita bisa keluar dari rumah ini… kakak ga tahu dimana Ayah menaruh kuncinya.”
Beberapa saat kemudian, polisi datang dan mengetuk pintu rumah Semen Kuning tetapi tidak ada yang menyahut.
“Kak.. sembunyikan Mama… nanti mereka jahatin Mama seperti kata Ayah…”
Kakaknya mengambil pakaian yang mirip seperti kerudung tapi panjang lalu menutupi kepala dan sebagian badan patung ibunya.
Polisi dan walikota masuk ke rumah dengan mendobrak pintu. Mereka khawatir ada masalah di dalam rumah.
Mereka semua terkejut dengan kematian Semen Kuning dan sebuah surat di dekatnya. Mereka juga kaget ada sebuah manekin yang begitu anggun dan cantik dengan penutup kepala dan sebagian badan, seakan malaikat yang baru turun ke dunia dan melepaskan sayapnya.
“Jangan sakiti Mama…..!!” kata anak-anaknya.
Walikota dan beberapa polisi terkejut bahwa namekin itu adalah Pasir Putih istri Semen Kuning. setelah dibaca surat dari Semen Kuning. satu kota menghakimi Semen Merah dan menyidangnya, siap memberikan hukuman yang sama seperti yang ia lakukan pada istri Semen Kuning. Akan tetapi kedua anaknya mengatakan..
“Hentikan…. Ayah pernah berkata, bila ada orang jahat yang terlalu jahat kematian adalah hukuman paling ringan… Maka, buanglah orang jahat itu dari tanah kota.”
Karena kebesaran hati Semen Kuning yang diwariskan pada kedua anaknya, maka Semen Merah dibuang dan dilarang memasuki kota Patung, sekaligus patung Pasir Putih dijadikan monumen di tengah kota, dihiasi dengan taman bermain yang cantik. Bukan hanya itu, patung itu dinobatkan dengan nama “MANEKIN CANTIK”.
Setiap ada acara pameran karya seni, lokasi Manekin Cantik adalah lokasi paling mewah di antara lokasi pameran lainnya. Sedangkan kedua anak itu dirawat oleh walikotanya sendiri dan dijadikan anak mereka.
Dan dunia imajinasi.. memiliki lokasi pameran termewah bernama MANEKIN CANTIK. Tempat itu juga sebagai pengingat bahwa kemarahan akan membawa musibah bila kita tidak berdamai dengan diri sendiri.
Kreator : David W. Rehatta (Dsmile5)
Comment Closed: Bab 15. Manekin Cantik
Sorry, comment are closed for this post.