KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 17. Kutukan Suara

    Bab 17. Kutukan Suara

    BY 09 Jun 2026 Dilihat: 6 kali
    Kutukan Suara_alineaku

    Sebuah lagu bisa tercipta dari melodi indah. Dunia Imajinasi memiliki irama yang sangat indah yang dikenal dengan Nyonya Nada. Kisah yang penuh haru dan perih. Tanpa berlama lagi, mari kita simak kisahnya.

     

    Nyonya Nada dikenal sebagai manusia abadi untuk menyelamatkan daerah yang terkunci atau terkena kutukan dari sebuah melodi jahat. Akan tetapi, kita akan mengetahui sejarah Nyonya Nada di saat kecil.

     

    Bel Nada dari kota Gereja sedang menghadiri sebuah upacara sakral, untuk mengenang beberapa pahlawan dunia Imajinasi. Salah satunya pahlawan Artonus. Dikenal sebagai pahlawan yang berkorban demi keadilan di kota Tenaga Kuda. Seluruh warga bersujud menghadap beberapa patung yang melewatinya. Bel Nada hanya berharap bisa menjadi salah satu legenda suatu saat. 

     

    Keluarganya, bahkan pemerintah, melarang Bel Nada untuk membuka mulutnya karena dirinya terkena kutukan oleh penduduknya sendiri. Bel Nada rindu akan berbicara, tetapi diawasi setiap saat. 

     

    Kutukan itu sangat mematikan. Sedikit saja membuka mulut untuk berbicara, maka seisi rumah akan pingsan. Suara dari Bel Nada membuat suara yang tinggi dan membuat makhluk sekitarnya tidak tahan, lalu jatuh pingsan.

     

    Mulutnya dipasang gembok khusus sehingga makan menggunakan selang infus khusus. Para penduduk sebenarnya tidak mau menyiksa Bel Nada. Akan tetapi hanya iitu satu-satunya cara yang bisa mereka pikirkan. Sebagai gantinya, Bel Nada bebas memberikan perintah apapun selama ia tidak membuka mulutnya. Walaupun terpasang gembok khusus, gembok itu akan mudah hancur bila Bel Nada memaksa untuk bicara.

     

    Kutukan itu terjadi dua tahun yang lalu saat Bel Nada masih berusia sepuluh tahun. Dia adalah satu-satunya perempuan yang lahir dua puluh tahun terakhir. Sebagai rasa bahagia, Bel Nada diberikan ritual khusus untuk memasuki sebuah gereja yang megah. Bel Nada diminta untuk mengambil sepuluh barang yang disukainya. 

     

    Bel Nada masuk selama sepuluh menit berlalu. Walikota bertanya pada warganya tentang informasi yang diberikan pada anak itu. Akan tetapi, mereka saling tunjuk, mengira sudah ada yang memberitahu Bel Nada. Walikota panik tapi hanya bisa berharap anak itu tidak mengambil barang yang mencurigakan atau merusak benda disana.

     

    Bel Nada senang melihat benda yang berkilauan. Dia mengambil tanduk tujuh warna, peta segala tempat, kotak penyimpan harta, dan lainnya. Semakin dalam dia berjalan, akan banyak barang yang langka dan unik. Tempat itu begitu luas sehingga Bel Nada beberapa kali beristirahat.

     

    Bel Nada melihat sebuah kertas dan terus memanggil namanya. Kertas itu adalah partitur nada secara acak. Irama tanpa Melodi nama pusaka langka itu. “Ambil aku..” suara kertas itu terus merayunya, padahal sudah cukup jauh. 

    “Diam gak?!” Bel Nada kesal terus dibisikkan.

     

    Satu jam Bel Nada belum keluar dari gereja itu. Sesuai peraturan ‘bila satu jam yang terpilih belum keluar maka berhak menjemput dengan tiga orang’ walikota meminta ibunya dan salah satu warga untuk ikut dengannya menjemput Bel Nada.

     

    Mereka masuk dan terkejut Bel Nada jatuh pingsan. Dibawa keluar dan hanya didapatkan tujuh benda pusaka, tapi ada satu benda pusaka yang dipegang anak itu. Walikota terkejut dengan benda berbahaya itu.

     

    Benda itu bernama Amukan Nada Kematian. Sebuah buku yang hidup dan suka menggigit apapun, tapi masalahnya bukan disana. Melainkan kutukan yang akan terjadi sesudahnya. Hanya ada satu benda yang bisa menetralkannya ‘Irama tanpa Melodi’ 

     

    Satu menit setelah gigitan itu, langit menjadi gelap dan petir hitam menyambar Bel Nada sebanyak sepuluh kali. Bibir anak itu menjadi ungu. Walikota menyuruhnya segera ibunya menutup mulut Bel Nada sebelum bersuara. Walikota mengetahui berbagai macam kutukan kuno. Salah satunya kutukan suara. Kesalahan satu kota membuat satu anak harus dikorbankan.

     

    Bel Nada terkejut saat bangun mulutnya sudah ditutup dengan gembok khusus. Dia memaksa untuk bersuara dan terkejutlah Bel Nada membuat satu rumah pingsan. Dia masih belum memahami dan terus minta tolong. Semakin dia bersuara maka penduduk akan pingsan. 

     

    Dua hari Bel Nada meminta tolong tapi semua yang dijumpainya pingsan. Perlahan dia memahami bahwa suaranya lah yang membuat sekitarnya pingsan. Saat keinginan tidak bicara muncul, para penduduk kembali sadar.

     

    Bel Nada hanya pasrah menunggu waktu yang tepat untuk memasuki gereja dan mengambil pusaka Irama tanpa Melodi. Rasa sedih dan bingung terus menghantuinya, walau penduduk baik terhadapnya. “Peri Bintang.. kenapa harus aku?” Itu yang sering diucapkan dalam hatinya.

     

    Ritual akan datang masih tiga tahun lagi, karena tiap lima tahun sekali gedung gereja itu akan muncul dari langit. Bel Nada hanya menunggu waktu untuk bebas.

     

     

    Kreator : David W. Rehatta (Dsmile5)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 17. Kutukan Suara

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021