Sebuah kata selalu mewakili tiap kisah dan sebuah cerita yang unik di Dunia Imajinasi. Dunia yang begitu luas hingga terasa seperti tak ada ujungnya. Salah satunya adalah kisah dari sebuah pohon yang dinamakan Pohon Seblak. Memang unik dan agak aneh, tetapi semuanya bisa terjadi di dunia ini. Tanpa berlama-lama, mari kita simak kisahnya.
“Sate… sate…. dijual seporsi tiga perunggu… sate… sate…”
“Cumi bakar… cumi bakar… harga terjangkau… bisa dinikmati kapan pun…”
“Kambing guling… memikat semua kalangan… butuh yang daging-daging… di sini tempatnya…”
Banyak sekali jajanan kuliner di Kota Makan Basah, kota yang selalu ramai dengan berbagai hidangan kuliner basah yang menggoda. Selalu ada pengunjung di berbagai tempat di kota itu. Kota itu selalu menjadi destinasi wisata kuliner paling populer dari seluruh jajaran kota kuliner lainnya.
“Kerupuk… kerupuk… dijual kerupuk…. hanya setengah perunggu… sudah bisa menikmati jajanan ini…”
Basah Panas adalah penjual kerupuk yang sering berkeliling kota tersebut.
“Maaf… di sini hanya boleh menjual kuliner basah… kamu dilarang untuk berjualan makanan kering. Ini sudah peraturannya.”
Basah Panas sedih. Dagangannya diambil dan disita selama seminggu.
Basah Panas berasal dari Kota Makan Kering dan diasingkan dari kotanya sendiri, dikarenakan dirinya adalah anak yang tidak diinginkan oleh kota itu. Kota tersebut memiliki peraturan bahwa tidak boleh ada anak yang lahir di luar sebuah pernikahan resmi. Bila ketahuan, maka anak itu akan diasingkan. Peraturan yang tidak adil pastinya. Kenapa hanya anak-anak yang dihukum, bukan orang dewasa? Kota itu dikecam oleh banyak tempat soal peraturan seperti itu, tetapi kota tersebut tidak peduli karena lebih memfokuskan pada kebersihan, baik secara jualan kulinernya maupun para jiwa di dalamnya.
Basah Panas hanya bisa menangis dengan semua yang terjadi pada dirinya. Kuah Kaldu dari Kota Makan Basah menampungnya dengan syarat membantunya berjualan kuliner yang dimilikinya.
“Takoyaki Kuah… silahkan menikmati… rasa unik dan terjangkau… seporsi hanya empat perunggu…. ayo datang ke tempat kami….”
“Ayo… ceker kuah… ceker kuah… kenikmatan yang unik….”
“Bakso pedas…. bakso pedas……”
Banyak yang berjualan di daerah tempat Kuah Kaldu berjualan, tetapi orang-orang tidak ada yang menghampiri mereka.
“Kenapa sih… sejak anak itu datang… jualan kita sepi….”
“Iya… jualan orang yang menampungnya juga menjadi sepi….”
“Jangan-jangan benar gosip soal anak haram yang membawa petaka.”
Desas-desus tentang Basah Panas memenuhi setiap telinga di kota itu.
“Usir… anak haram…. usir…..”
“Kami tidak butuh anak haram……”
Penduduk mulai termakan gosip yang semakin memanas. Kuah Kaldu dan Basah Panas diusir dari kota itu.
“Kuah tidak salah apa-apa… usir aku saja…. jangan dia juga….”
Basah Panas membela Kuah Kaldu.
“Jangan dengarkan dia…. cukup usir kami saja…. tolong… jangan sakiti dia….”
Kuah Kaldu tidak mau berpisah dengannya dan ingin terus dekat dengan Basah Panas. Mereka berdua pun diusir dari kota itu.
Dua tahun kemudian, terdengarlah sebuah lonceng yang menandakan akan terjadi musibah yang hebat. Lonceng itu biasa berputar-putar di Dunia Imajinasi untuk memberitakan adanya musibah dahsyat. Gempa bumi yang begitu dahsyat menghancurkan Kota Makan Basah dan sebagian Kota Makan Kering. Sejak kejadian bencana itu, perlahan para wisatawan hilang satu per satu.
“Wangi apa ini…. tercium sangat lezat….”
“Hmmmm… aroma pedasnya… membuatku ingin menghampirinya….”
Perlahan para wisatawan mengikuti aroma yang memikat itu. Ada sebuah pohon besar dan sebuah tulisan:
“SELAMAT DATANG, NIKMATILAH KULINER KAMI”
Sesampainya di sana, para wisatawan terkejut dengan mangkuk yang berisi bermacam-macam bentuk makanan.
“Makanan apakah ini? Aku baru pertama kalinya melihat makanan seperti ini.”
Satu per satu para wisatawan memesan makanan tersebut yang dijuluki POHON SEBLAK. Dalam sebuah mangkuk terdapat banyak macam jamur, daging, kerupuk, bakso, dan banyak lainnya. Ditambah harganya cukup terjangkau, yaitu dua puluh perunggu. Rasa dan aroma yang begitu memikat, tekstur yang pas dan nikmat di lidah, membuat pengunjung terus berdatangan.
Basah Panas dan Kuah Kaldu adalah sepasang kekasih yang menciptakan rasa seblak baru yang belum pernah ada. Ditambah perjuangan mereka selama dua tahun untuk menciptakan rasa yang unik dan memikat, semua usaha itu akhirnya membuahkan hasil yang setimpal dengan berbagai kejadian yang mereka alami.
Dunia Imajinasi memiliki makanan paling populer, khususnya di kalangan kuliner basah, bernama POHON SEBLAK.
Kreator : David W. Rehatta (Dsmile5)
Comment Closed: Bab 18. Pohon Seblak
Sorry, comment are closed for this post.