KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 2 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    Bab 2 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    BY 24 Sep 2026 Dilihat: 15 kali
    Sihir Tanah Fajar_alineaku

    BAB 2: PERTEMUAN DI BAWAH SALJU YANG HANGAT

     

    Benang di tangan Ardin putus.

     

    Desa Salju Retak terasa hening. Hanya ada suara angin.

    Eira berdiri paling depan. Liontin di lehernya panas sampai menimbulkan uap tipis.

     

    “Ayah,” bisiknya pelan.

     

    Ardin mengangkat wajahnya. Matanya yang buta bergerak menuju ke arah suara yang memanggilnya. Alisnya bergetar.

     

    “Bunga salju,” gumamnya. “Bau bunga salju… sama seperti dulu.”

     

    Leon melangkah maju, berusaha melindungi Eira. 

    “Tuan. Kami dari Akademi Tanah Fajar.”

     

    Ardin mengerut. 

    “Akademi?”

    Tangannya meraba udara.

    “Suara anak perempuan. Umur berapa?”

     

    “Sebelas tahun,” jawab Lyra pelan.

     

    Ardin terdiam lama. 

    Lalu air mata jatuh dari mata kosongnya.

    “Selene…”

     

    PERTEMUAN

     

    Pintu rumah kayu terbuka.

     

    Selene berdiri di ambang pintu. Nafasnya tercekat.

    Sembilan tahun. Sembilan tahun dia menyiapkan kata-kata untuk momen ini.

     

    Tapi saat melihat Ardin duduk di sana, menenun selendang yang sama seperti dulu, semua kata itu seketika sirna.

     

    “Ardin.”

     

    Ardin menoleh. “Itu kamu?”

     

    Selene berlari dan memeluknya.

    “Maaf. Maaf aku meninggalkanmu. Aku kira kamu sudah mati.”

     

    Ardin mengangkat tangan yang gemetar. Meraba wajah Selene. 

    Pipinya.

     Air matanya.

     

    “Hangat,” bisiknya. “Kamu masih hangat, Selene.”

     

    Mereka berdua menangis. Luka sembilan tahun akhirnya pecah di sana.

    Eira hanya bisa melihat dari jauh. Tangannya digenggam Leon.

     

    Ardin tiba-tiba berhenti menangis. Dia mengendus udara.

    “Ada satu lagi. Baunya sama.”

     

    Dia mengulurkan tangan ke depan.

    “Eira?”

     

    Eira gemetar. Lyra mendorongnya pelan dari belakang.

    Eira berjalan. Tiga langkah. Dua langkah. Satu langkah.

     

    Tangannya diletakkan di tangan Ardin.

     

    Ardin menyentuh wajah Eira. Alisnya. Hidungnya. Pipinya.

    Berhenti di matanya. Walau buta, dia tersenyum.

     

    “Mata biru… mata ibumu.”

     

    Eira langsung menangis dan memeluk. “Ayah.”

     

    RAHASIA DESA

     

    Malamnya di rumah kayu, api kecil menyala di tengah ruangan.

     

    Kepala Desa datang membawa tiga anak kecil. Di tangan mereka ada bercak es yang tidak hilang.

     

    “Ini anak-anak yang bermimpi,” kata Kepala Desa. “Setiap malam mimpinya sama.”

     

    Anak pertama berkata, “Wanita es. Rambutnya putih. Dia berteriak…”

    Anak kedua melanjutkan, “Kalau aku tidak bisa dicintai…”

    Anak ketiga menutup, “Maka dunia juga tidak boleh.”

     

    Lyra langsung membuka Buku Sihir Tanah Fajar. Halamannya terbuka dengan sendirinya.

     

    BENIH PATAH HATI

    Ditanam di tempat pengkhianatan cinta pertama.

    Akan memanggil bayangan si penanam dalam mimpi anak-anak.

    Untuk mencabutnya dibutuhkan tiga hal: 

    Darah yang memaafkan, 

    Air mata yang jujur, 

    Dan, Sihir yang hangat.

     

    Selene menutup mulutnya. 

    “Veyrin… dia menanam benih di sini. Di tempat dia mengira aku mati.”

     

    Ardin mengepalkan tangan. “Jadi mimpi-mimpi itu… teriakan dia?”

     

    Eira menatap api. Liontinnya berdenyut.

    “Berarti… kalau kita memaafkannya, benihnya bisa mati?”

     

    Semua terdiam.

     

    SERANGAN PERTAMA

     

    Atap rumah jebol.

     

    Lima pasukan bertopeng es melompat masuk. Senjata mereka terbuat dari es hitam. Di dada mereka ada ukiran rune.

     

    “Kami dapat perintah. Bawa anak yang memiliki liontin pecah.”

     

    Leon langsung berdiri. Pedangnya terhunus. 

    “Mundur dari adikku!”

     

    Pertarungan pecah dalam sekejap.

    Kael dan Toran menahan di depan. Vanya membuat perisai es.

    Riko dan Mira melindungi anak-anak desa.

     

    Bayangan Veyrin muncul di jendela. Suaranya menggema di seluruh ruangan.

    “Selene. Serahkan benihku.”

     

    Ardin berdiri di depan Selene dan Eira. Walau buta, dia tidak takut.

    “Kalau mau mengambil anakku… lewati aku dulu.”

     

    Eira maju selangkah. Matanya biru menyala.

    Liontin di lehernya retak, lalu berubah menjadi debu cahaya.

     

    Salju di luar rumah berhenti jatuh.

    Bunga es kecil tumbuh dari lantai, menjalar ke kaki para pasukan.

     

    Pasukan itu berteriak. Es di tubuh mereka mulai retak.

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 2 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021