Setelah kata itu terucap
sebuah “iya” yang sederhana
hidup seolah berjalan seperti biasa
namun dengan rasa yang berbeda
Kau datang dengan cara yang ringan
meminjam kartu perpustakaanku
alasan yang mungkin sederhana
atau mungkin jalan kecil untuk lebih dekat denganku
Aku tak pernah benar benar tahu
apakah itu hanya kebetulan
atau caramu diam diam
menjaga agar kita tetap punya alasan untuk bertemu
Saat itu aku masih di awal perjalanan
mahasiswa semester dua yang masih belajar mengenal dunia
sedangkan kau
sudah hampir sampai di ujung cerita perkuliahanmu
Jarak kita bukan hanya ruang
tetapi juga waktu yang berjalan tak seirama
namun setiap pertemuan singkat
selalu terasa cukup berarti untuk dikenang
Di sudut kampus yang ramai
atau langkah langkah yang kebetulan berpapasan
kau tak pernah melewatkan kesempatan
untuk mengubahnya menjadi sebuah kebersamaan
Kadang kau mengajakku makan
bersama sahabat sahabatmu
dan aku duduk di antara tawa mereka
mencoba memahami dunia yang juga milikmu
Tak banyak waktu yang kita punya
namun selalu ada usaha kecil darimu
seolah kau ingin berkata
bahwa aku tetap bagian dari harimu
Namun waktu terus berjalan
dan kita tak bisa menahannya
kau melangkah lebih jauh
menyelesaikan cerita yang telah lama kau mulai
Setelah itu
pertemuan kita menjadi jarang
bukan karena rasa yang hilang
tetapi karena hidup mulai meminta perhatian masing masing
Kau sibuk dengan jalanmu
mengajar dengan segala tanggung jawabmu
dan aku pun tenggelam
dalam dunia kuliah yang terus menuntutku
Hari hari berlalu tanpa banyak temu
hanya sisa sisa kenangan
dan rasa yang perlahan belajar
bertahan dalam jarak yang tak pasti
Namun anehnya
meski langkah kita jarang sejalan
ada sesuatu yang tetap tinggal
diam diam menjaga agar cerita ini belum selesai
Mungkin ini bukan tentang seringnya bertemu
tetapi tentang bagaimana rasa itu tetap ada
meski waktu tak lagi memberi banyak ruang
untuk kita saling menyapa
Dan di sanalah aku mulai mengerti
bahwa ada kisah yang berjalan pelan
tidak terburu buru
namun tetap hidup dalam diam
Seperti kita
yang tak selalu bersama
namun tak pernah benar benar berpisah
dalam cerita yang perlahan terus bertumbuh
Kreator : Ramlah (Ellani)
Comment Closed: BAB 2 : Jarak yang Mulai Bernama Rindu
Sorry, comment are closed for this post.