Dalam Dunia Imajinasi banyak hal yang terjadi termasuk sebuah legenda, salah satunya sebuah patung untuk mengingatkan atau mengenang kisah di baliknya. Nah ada satu Patung bernama Arnotus, kisah apa sih yang ada di dalamnya? Yuk, kita simak kelanjutannya.
Sepasang kekasih dari negeri Tenaga Kuda merayakan pernikahan paling mewah. Gedung dengan hiasan emas dan permata serta hiasan bunga tujuh warna yang langka. Gaun pengantin dan jas terbuat dari kain sutra terhalus di dunia. Makanannya pun terbilang mewah. Cake yang ditaburi bubuk berlian dan ruby, stroberi legendaris, jambu tiga warna, Roti selembut sutra, dan masih banyak lagi. Penutupan pernikahan mereka dihiasi dengan kembang api Cahaya Sempurna. Seluruh negeri Tenaga Kuda ikut berbahagia atas pernikahan Hordas dan Sintra. Mereka berharap memiliki anak yang luar biasa sekuat nama negeri mereka.
Mengapa nama negeri itu adalah Tenaga Kuda? Jawabannya, karena para penduduk di sana memang memiliki kekuatan fisik yang luar biasa seperti kuda. Hampir seluruh negeri tersebut memiliki kekuatan super kuat, akan tetapi mereka semua sedikit sombong dan suka memamerkan kekuatan pada orang di luar negeri.
Setahun telah berlalu lahirlah seorang anak laki laki yang gagah serta tampan. Mereka memberikan nama Artus, artinya kesungguhan dan tekad yang kuat serta memiliki hati yang murni.
Beberapa menit kemudian mereka dikejutkan dengan anaknya yang memiliki sepasang sayap, bagi mereka itu adalah musibah. Negeri Tenaga Kuda sangat membenci penduduknya yang memiliki sayap, itu adalah penghinaan buat negerinya. Karena dulu negeri Tenaga Kuda selalu kalah dalam perang saat berhadapan dengan mahluk bersayap. Setelah mengetahui anak mereka memiliki sayap, Artus dibuang begitu saja di luar negeri demi menjaga nama baik.
Tujuh belas tahun kemudian, Artus mengganti namanya menjadi Arnotus yang berarti murka dan kebencian. Dia dirawat oleh ibu yang baik hati, ibu itu juga berasal dari negeri Tenaga Kuda.
Sang ibu meninggal karena penyakit yang dideritanya. Tiap Artonus marah dengan penduduk negeri itu, dia mengingat perkataan ibu angkatnya, “Darah balaslah dengan air bersih” yang artinya kejahatan jangan dibalas dengan kejahatan, melainkan kebaikan.
Arnotus menjadi anak yang kuat dan hati yang bersih, dia terima segala perlakukan penduduk Tenaga Kuda padanya. Dihina, dikucilkan, disiksa dan lain lain. Arnotus tetap tersenyum dan berusaha membantu sebisanya.
Suatu saat terdengarlah suara alarm yang cukup keras, itu adalah tanda akan terjadi gempa yang hebat. Arnotus kebetulan terbang di lokasi akan terjadi gempa. Jalan dan tanah mulai bergetar hebat, banyak bangunan mulai retak dan kaca kaca mulai pecah.
Arnotus melihat ada anak kecil berusia tujuh tahun ketakutan di tengah jalan dan serpihan kaca kaca itu siap menghujaninya, secepat mungkin Artonus melindungi anak itu, tetapi tidak bisa melindungi dirinya. Darah Artonus mengalir bagaikan sungai, sayapnya mulai hancur perlahan, tapi Artonus tetap bertahan untuk menyelamatkan anak itu.
“Aaaaa…!!!” teriakan Arnotus adalah penahan rasa sakit yang diterimanya. Saat gempa itu berhenti, suara Arnotus ikut berhenti.
“Kak… Kakak… Bangun… Kakak… Bangun…” anak itu menangis melihat kakak bersayap penyelamatnya tidak bersuara dan tubuhnya hancur.
Ayah dari anak itu datang. “Ayah… Ayah… Kakak itu.. Nyelamatin adik…. Bangunin yah…” anak itu polos tidak memahami situasi. Ayah anak itu adalah menteri pertahanan di negeri Tenaga Kuda. Menteri itu menyuruh anak buahnya untuk membaringkan penyelamat anaknya dari posisi berdiri.
Keesokan harinya, negeri Tenaga Kuda membuatkan patung bernama Arnotus untuk mengenang pengorbanan seorang anak yang diabaikan, dia rela berkorban untuk melindungi penduduk negeri tersebut.
Di waktu peresmian patung itu sang Ayah dari anak yang diselamatkan itu mengatakan, “Apakah sayap itu adalah sebuah aib? apakah sayap itu menjijikkan?”
Para penduduk terdiam malu, tak ada sepatah kata apapun dari mulut mereka.
Menteri itu menunjukkan jati dirinya, terkejutlah penduduk negeri Tenaga Kuda dengan sayap yang dimiliki menteri pertahanan tersebut. mereka semua merasa malu dengan perbuatan mereka, terutama orang tua dari Artus atau Arnotus. mereka menyesal telah membuang anaknya itu hanya untuk nama baik mereka.
Dunia Imajinasi mengenal patung Arnotus sebagai bentuk kesetaraan dan keadilan. Mulai dari sanalah negeri Tenaga Kuda perlahan menjadi negeri dengan penuh toleransi, dan patung tersebut adalah patung pertama dari semua legenda
Kreator : David W. Rehatta (Dsmile5)
Comment Closed: Bab 2. Legenda Patung Artonus
Sorry, comment are closed for this post.