KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 2: Masa Anak- anak

    Bab 2: Masa Anak- anak

    BY 21 Jun 2026 Dilihat: 7 kali
    Masa Remaja_alineaku

    Masa anak-anak aku nikmati masa sekolah dasar dan masa sekolah menengah pertama dilalui dengan masa-masa menyenangkan. Mungkinkah ini yang disebut masa keemas an. Golden Age masa emas yang menentukan tumbuh kembang telah dilalui ketika dibimbing ibu dan ayah, diasuh oleh kakak serta bermain dengan adik-adik di rumah. Lingkungan tetangga teman sepermainan juga memberikan rasa aman dan nyaman dalam kehidupanku.

    Belajar di SD saya lalui enam tahun setengah sama dengan teman-teman seangkatan karena ada tahun ajaran tambahan. Masih ingat betul waktu kelas 6 saat itu aku sebentar lagi harus ujian namun aku malah dirawat di rumah sakit.

    Pak Rosyidin, guru Pendidikan Agama Islam yang kebetulan rumahnya dekat dengan rumah kami mengok saya ke rumah sakit waktu itu.

    “Didi semoga cepat sembuh sakitnya dan nanti jika sudah di rumah istirahat saja, percuma sekolah juga kamu tidak akan lulus!” beliau berbicara serius di hadapan saya yang sakit dan ibu yang nungguin saya.

    Saya tersentak kaget apalagi ibuku, melihat reaksi kami seperti itu Pak guru lebih kaget seperti menyesal mengucapkan itu.

    Guru agama yang suka bercanda ini tak kehabisan akal walau bagaimanapun beliau merasa bersalah bercanda bukan pada saat yang tepat. Beliau menemukan cara untuk menghilangkan rasa kaget dan bersalahnya.

    “Didi kamu pandai, calon guru pengganti bapak, tadi bapak belum selesai bicara maksudnya pemerintah seolah-olah tahu bahwa kalua ujian pada bulan Desember ini ada  murid yang kelak akan jadi guru tidak ikut ujian karena sakit makanya ujiannya dipindahkan ke Bulan Juni tahun depan.” Kata Pak Rosyidin memberikan penjelasan sambil menenangkan rasa kaget saya dan ibu. Aku dan ibuku jadi tenang walaupun tidak tahu alasan yang sebenarnya waktu itu kenapa ujian dipindahkan waktunya. Tapi saya merasa bersyukur, ini bukan suatu kebetulan Allah mentakdirkan bahwa saya bisa beristirahat untuk penyembuhan dan nanti ketika  ujian saya sudah betul-betul sehat.

    Setiap guru memberikan kenangan padaku membimbing, mengarahkan, memotivasi dan memberi suri tauladan. Semua guru memberikan andil pada setiap muridnya supaya tumbuh dan berkembang, begitu pula padaku.

    Mulai kelas empat saya dan teman-teman mulai belajar ekstrakurikuler Pramuka. Pembelajaran Pendidikan karakter yang sangat berpengaruh terhadap sikap mental, disiplin, rasa kebersamaan, berani, patriotisme  dan karakter dan sikap positif lainnya.

    Setiap hari Jumat kami latihan bersama karena sekolah kami satu halaman ada tiga sekolah. Pada hari Sabtu Minggu dalam akhir catur Wulan suka mengadakan persami. Saya sangat berkesan dalam kegiatan kepramukaan apalagi ketika diikutsertakan dalam Lomba Tingkat.

    Pa Darli guru SD Negeri Saguling 2 menjadi pelatih atau Pembina Pramuka yang selalu ku ingat ketika melatih kedisiplinan dalam Pelajaran PBB sebagai dasar berbaris dan upacara beliau begitu tegas, kami takut ketika beliau marah karena kami cengengesan dalam berbaris atau tidak serius ketika upacara.

    “Diam!” satu kata itu yang diucapkan Kak Darli sebelum memberikan pengumuman atau amanat Pembina upacara. Kami semua diam seperti patung di tempat masing-masing.

    “Salam Pramuka!” beliau mnyapa kami kata Kak Darli (dalam Pramuka biasanya panggilannya kakak kepada Pembina) tidak memanggil Bapak Guru.

    “Pramuka salam!!!” kami menjawab serempak.

    Pada setiap akhir latihan kami diajak pada suasana ceria, betul-betul luar biasa sangat menyenangkan. Lagi-lagi aku tertarik sama sosok guru.

    Pak Darli sosok guru Pembina Pramuka yang saya idolakan.

    “Adek-adek pramuka latihan kita akhiri dengan menyanyi bersama, ayo bernyanyi!” ajak beliau.

    Lagu apa guna keluh kesah dinyanyikan bersama begitu ceria betul-betul pramuka itu tak pernah keluh kesah dan tak kenal lelah. Sampai penghujung lagu adalah lagu legendaris setiap generasi yaitu di sini senang di sana senang dan akhirnya Sayonara.

    Setelah tamat Sekolah Dasar aku melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama dengan lebih banyak cerita berkesan tentang guru-guru dan teman-teman.

    Kesan guru pertama adalah guru Bahasa Indonesia ketika kami awal masuk pembelajaran.

    “Anak-anak coba siapa yang dapat menyebutkan pengarang puisi yang berjudul Aku?” tanya Ibu Yayah guru Bahasa Indonesia sambil menunjuk teks puisi di papan tulis. Kami semua hening sambil melihat tulisan di papan tulis, saling lirik ada tulisan Chairil Anwar.

    Aku berpikir dengan tulisan itu, juga teman-teman semua tidak ada yang berani menjawab takut salah membacanya.

    “Coba kamu Dadi!” kata Bu Yayah

    “Chairil Anwar Bu” kata Dadi temanku

    “Ha ha …ha ha ha…huh…” hampir semua siswa tertawa seolah ada yang lucu. Hanya aku yang tidak ikut tertawa karena fokus pada yang sedang dibaca.

    Aku mencari penyebab tertawa serempak, tapi biarlah lebih penting mencari jawaban pertanyaan Ibu Guru.

    Tertawa belum reda semua tapi Ibu Guru tidak marah hanya tersenyum, senyum khas Ibu Guru senyum yang menyejukan bukan senyum mentertawakan. Tiba-tiba Ibu Guru melirik sama saya yang sejak tadi saya terdiam sambil mencari jawaban.

    “Didi kamu dari tadi diam tertawa pun tidak, apakah kamu sedang berpikir atau melamun?” tanya Bu Guru kepada saya.

    Saya menghela napas sambil mempertimbangkan jawaban untuk pertanyaan. Di tulisan hurufnya C yang betul membacanya C juga tapi tadi Dadi menjawab ditertawakan. 

    Dalam kebimbangan ingat dulu waktu di SD disuruh Pa Narkosih guru kelas lima membeli minuman Koka kola ditulisnya Coca Cola. Dengan percaya diri saya sebutkan jawaban atas pertanyaan judul penulis puisi Aku.

    “Khairil Anwar, Bu!”

    “Betul, Didi kamu anak pandai!” Kata Ibu guru sambil memujiku. Aku merasa bahagia bisa menjawab pertanyaan. Aku bisa menjawab dan ibu guru memberi apresiasi kepada saya dan tidak marah kepada yang belum bisa menjawab. Lagi-lagi aku berpikir kok semua guru baik, aku ingin seperti beliau yang berhati mulia.

    Tiga tahun lamanya bersama teman-teman belajar di SMP julukan padaku lebih nempel walau tidak semuanya beberapa orang menyebut kancil, ada juga yang menyebut budak leutik Bahasa Sunda yang artinya anak kecil. Tapi aku senang karena julukan itu bukan bulian, mungkin karena aku berbadan kecil dan mungkin pula aku sering bisa menjawab pertanyaan ketika sedang belajar.

    Tibalah di penghujung waktu, selesai ujian kelas 3 kami semua dikumpulkan di aula. Pendataan terakhir untuk melanjutkan ke sekolah lanjutan atas. Jumlah kami kelas tiga ada tiga rombongan belajar masing-masing sekitar 30 dan lulus semua sebanyak 90 siswa. Waktu itu saya masih ingat kami merupakan Angkatan pertama lulusan SMPN Baregbeg yang sebelumnya adalah SMPN 1 Ciamis Filial Baregbeg. 

    Aku bangga pada almamater, aku ditempa didik dan dibimbing selama tiga tahun. Sekolah kami 1,5 tahun terakhir tepatnya ketika kelas dua akan naik ke kelas tiga mendapat bantuan sekolah yang sangat permanen. Luar biasa bengganya, bantuan tersebut berasal dari Yamaha Motor. Kami semua tahu mengapa mengatakan dari Yamaha Motor sebab banyak poster, spanduk dan slogan-slogan bertuliskan Yamaha. Juga Bapak Kepala Sekolah Bapak Atan Edi Setiadi memakai Sepeda Motor Yamaha.

    Jumlah siswa yang 90 paling melanjutkan ke SMA dan SMEA ada yang ke STM dan sedikit yang ke sekolah keguruan SPG, PGA dan SGO ada pula yang ke pelatihan, dan sebagian kecil tidak melanjutkan.

    Perjuangan saya dan teman-teman tidak mudah waktu itu jika menghendaki diterima sekolah negeri harus mengikuti seleksi. Kami harus berjuang memperebutkan kursi.

    Waktu setelah ujian sebelum pesta kelulusan serta kenaikan kelas kami yang akan melanjutkan ke sekolah lanjutan atas mengikuti seleksi. 

    Sepulang sekolah waktu itu aku menghampiri ibu menyampaikan keinginan sekolah ke SPG karena ingin jadi guru dan sudah didata tinggal menunggu seleksi.

    “Ma, tadi di sekolah ada pendataan melanjutkan sekolah, dulu kata Ema dan Bapa jika punya cita-cita melanjutkan sekolah boleh.” Saya berbicara pada ibuku.

    Sebelum ibu menjawab saya melanjutkan pembicaraan.

    “Boleh kan ya, Ma?’ pintaku pada ibu.

    “Ya kenapa tidak boleh lanjutkan saja dan berusaha diterima di sekolah negeri supaya biayanya tidak terlalu mahal.” Jawab ibu.

    “Nanti malam kita cerita sama ayah tentang biaya yang harus dipersiapkan bayar SPP, beli buku dan alat tulis, biaya kos dan lain-lainnya.” Kata ibu melanjutkan pembicaraannya.

    Waktu menunggu malam terasa lama sekali, ingin segera bercerita pada ayah tentang rencana sekolah ke SPG. Harapanku ayah menyetujui, tapi saya yakin ayah akan menyetujuinya. Sebab ayah bercita-cita anaknya supaya bisa hidup jangan seperti ayah.

    Teringat pada suatu saat ketika ayah berbicara di saung sawah ketika becucuran keringat. Karena udara yang panas dan tenaga yang dikuras.

    “Di, bapak do’akan dan bapak sekolahkan supaya kamu jadi guru.” Kata ayah sambil mengusap keringat waktu itu.

    “Ayah berharap dengan tetesan keringat ini menjadi saksi dan disaksikan para malaikat bahwa kamu jadi guru.” Kata ayah melanjutkan pembicaraan.

    “Amiin.” Kata ku perlahan

    Waktu yang dinantikan setelah solat isya kami berkumpul, ayah, ibu, aku dan adikku, acara musyawarah urun rembug keluarga. Dengan Kesimpulan ayah dan ibu setuju saya sekolah ke SPG.

    “Hari telah larut malam, orang lain sudah pada tidur mendengkur dan besok kamu harus seleksi sekarang tidurlah.” Kata ayahku.

    “Iya Ema dan bapak mendo’akan semoga kamu bisa lulus seleksi, bapak sehat untuk mencari biaya dan Ema juga sehat bisa mengurus kamu dan adik-adikmu.” kata ibu menimpali.

    Aku pergi ke kamar dengan perasaaan bahagia, sebelum tidur kutatap langit-langit bilik bambu yang warnanya tidak putih lagi dan ada beberap yang bolong bagaikan menatap filem layar tancap. Video itu berputar tentang guru. Tentang ibu guru TK, Ibu dan bapak guru SMP. Kenapa ya rekaman itu terlintas terus padahal sudah berselang jauh dan anehnya bersambung pula. Semua tentang perangai sopan dan santunnya, pandai bernyanyinya, pandai bercerita, memberikan rasa nyaman dan damai. Ibu bapak guru pun kadang-kadang marah, kadang-kadang membentak tapi marah dan membentaknya ibu bapak guru membuat kami jadi mengerti, jadi paham dan disiplin.

    “Aku besok seleksi masuk SPG, seleksi sekolah guru, luluskah?” kataku dalam hati.

    Terbayang jika aku lulus, dan terbayang juga jika aku tidak lulus. Tapi teman-teman mengatakan bahwa aku pasti lulus, mereka memberi dorongan dan mendo’akan agar aku lulus.

    Putaran video bayangan tentang guru dan sekolah guru akhirnya mulai pudar karena mataku mulai lelah. Akhirnya aku betulkan kain sarung yang dijadikan selimut dirapatkan supaya hangat.

    Agar hatiku tentram perlahan aku baca do’a sebelum tidur. Allahummaghfir lii waliwaalidayya, warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa”

     

     

    Kreator : Sahdi

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 2: Masa Anak- anak

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021