KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 2 – Mimpi Bayu

    Bab 2 – Mimpi Bayu

    BY 21 Jun 2026 Dilihat: 9 kali
    Mimpi Jadi Nyata_alineaku

    Mata Bayu mengerjap. Sinar matahari yang lolos dari celah tirai tipis jatuh tepat di wajahnya. Sambil meringis kecil, ia menarik selimut sampai ke dada. Udara pagi yang sejuk membuatnya ingin meringkuk lebih lama.

    Namun, rasa kantuk itu menguap begitu ingatan semalam mendadak berputar ulang.

    Jalan setapak di tengah hutan. Berkas cahaya di sela pepohonan. Dan seekor harimau putih besar yang muncul perlahan dari balik semak-semak.

    Bayu langsung terlonjak duduk.

    “Ya ampuuun…” gumamnya dengan napas yang masih memburu.

    Matanya terbelalak, lalu sedetik kemudian wajahnya berubah cerah. Tanpa peduli dengan rambutnya yang acak-acakan atau kakinya yang telanjang, ia melompat dari ranjang dan berlari ke luar.

    “Atuuuk!” serunya, menggema di sepanjang koridor lantai dua. 

    “Atuk! Bayu mimpi ketemu Inyiak!”

    Ia langsung menerobos masuk ke kamar kakeknya tanpa mengetuk. Kosong. Kasur sudah rapi, jendela terbuka lebar, dan gorden garis-garis bergoyang pelan ditiup angin pagi.

    Bayu terpaku di tengah ruangan. “Atuk…?”

    Sepi. Ia menoleh ke sekeliling, lalu menjentikkan jari begitu teringat satu tempat: balkon.

    Bayu langsung berlari lagi. Kakinya menapak cepat di lantai kayu. Saat hampir sampai di pintu balkon, senyumnya sudah lebar. Kalau Atuk tidak ada di kamar, pasti beliau ada di sana.

    Pintu geser menuju balkon didorongnya dengan kedua tangan hingga berderit pelan. Cahaya pagi langsung menyergap wajahnya.

    Benar saja. Atuk Is sedang duduk di kursi goyang favoritnya, kain sarung terlipat rapi di pangkuan. Di meja kecil sebelah kursi, secangkir teh talua masih mengepulkan uap tipis. Tangannya memegang koran yang terbuka setengah, meski pandangannya justru tertuju pada kebun bawah yang masih basah oleh embun.

    Atuk menoleh. “Eh, cucu Atuk sudah bangun,” sapanya, berat namun hangat.

    Bayu berlari kecil lalu memeluk lengan kakeknya. “Atuuuk! Bayu tadi mimpi ketemu Inyiak!”

    Atuk mengangkat sebelah alis. “Oalah, mimpi apa pagi-pagi begini sampai lari tidak pakai sandal?”

    Bayu refleks melirik telapak kakinya yang kotor. “Lupa, Tuk. Tapi mimpinya beneran!” sahutnya cepat. “Bayu ketemu Inyiak. Harimau putih yang sering Atuk ceritakan itu!”

    Atuk tertawa pelan sambil menepuk-nepuk kepala Bayu. “Duduk dulu sini. Ceritakan pelan-pelan.”

    Bayu langsung memanjat kursi rotan di sebelah Atuk, membuat kakinya menggantung. “Bayu jalan di hutan, Tuk. Terus ada cahaya, terus ada suara daun kering diinjak. Terus… terus…”

    “Atur napas dulu, Yu,” potong Atuk sambil tersenyum. “Kalau ceritanya balapan begitu, Atuk bisa ketinggalan.”

    Bayu menarik napas dalam-dalam, lalu membuangnya perlahan. “Inyiak-nya putih semua, Tuk. Besar sekali. Tapi matanya baik, tidak galak sama sekali. Dia cuma melihat Bayu lamaaa banget.”

    Senyum Atuk perlahan surut. Tatapannya berubah serius. “Putih semua?”

    Bayu mengangguk mantap. “Iya, Tuk. Putih ada lorengnya, tapi kayak bercahaya. Dia jalan pelan ke arah Bayu. Anehnya, Bayu sama sekali tidak takut. Malah senang.”

    Atuk Is terdiam. Ia memandangi halaman rumah sejenak, menyesap teh taluanya yang mulai dingin, baru kemudian kembali menatap Bayu.

    “Kalau begitu,” ujar Atuk lirih, “mungkin Inyiak sedang menjaga kamu.”

    “Menjaga Bayu?” Mata Bayu membulat.

    Atuk mengangguk. “Inyiak tidak mendatangi sembarang orang. Hanya anak yang jujur, berani, dan tidak suka usil yang didekatinya.”

    Bayu langsung menegakkan punggungnya, membusungkan dada. “Bayu bisa jadi anak baik, Tuk. Sumpah!”

    Atuk terkekeh, lalu mengusap rambut cucunya yang berantakan. “Bagus. Cerita Atuk selama ini memang bukan cuma dongeng pengantar tidur. Ingat, boleh jadi anak yang kuat dan berani, tapi tetap harus rendah hati.”

    Bayu mengangguk-angguk, meski keningnya sedikit berkerut mencoba mencerna kalimat kakeknya. Ia belum paham betul apa maksud kata-kata itu, tapi satu hal yang pasti: ia ingin membuat kakeknya bangga.

    “Bayu janji, Tuk,” bisiknya.

    Atuk Is tersenyum lebar, lalu kembali membuka korannya.

    Bayu melipat kaki, ikut memandangi kebun di bawah. Di pohon mangga depan rumah, seekor burung kecil hinggap sejenak di pagar pembatas sebelum terbang tinggi ke langit yang mulai membiru.

    Bayu menyentuh dadanya yang masih berdegup agak kencang, merasakan sisa kehangatan dari mimpi semalam.

     

     

    Kreator : Rukmana Gautama (RG Gotama)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 2 – Mimpi Bayu

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021