KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 27 – Dunia Bernama Lingsir

    Bab 27 – Dunia Bernama Lingsir

    BY 05 Sep 2026 Dilihat: 2 kali
    Awal Masuk Kelas_alineaku

    Aji tidak langsung menjawab. Hening menggantung di antara mereka. Hanya dengung samar dari gambar di meja yang terdengar pelan.

    Lalu, dengan suara tenang, Aji berkata,

    “Aku berasal dari dunia yang bernama Lingsir.”

    Raka mengernyit.

    “Lingsir?”

    Aji mengangguk.

    “Di duniamu, aku tak kasat mata. Manusia menyebut kami dengan banyak nama. Hantu, makhluk halus, roh penjaga…”

    Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

    “Padahal di dunia kami, kami hidup seperti kalian. Kami punya keluarga, teman, dan tempat tinggal.”

    Cahaya pusaran di gambar berdenyut pelan, seolah ikut merespons kata-kata Aji.

    Raka menatapnya lama. Anehnya, ia tidak sepenuhnya takut. Justru ada rasa percaya yang perlahan tumbuh di dalam dirinya.

    “Kalau begitu…” Raka ragu-ragu. “Kenapa cuma aku yang bisa melihatmu?”

    Aji mengangkat pandangannya.

    “Karena sejak lahir kamu memiliki kemampuan yang tidak dimiliki kebanyakan manusia.”

    “Kemampuan?”

    “Indra keenammu sudah terbuka sejak kecil. Karena itu kamu bisa melihat dan merasakan hal-hal yang tidak bisa dilihat orang lain.”

    Raka terdiam.

    Selama ini ia memang sering mengalami kejadian-kejadian aneh. Hanya saja, ia tidak pernah tahu penyebabnya.

    Aji melanjutkan,

    “Kadang, mimpi yang kamu alami bukan sekadar mimpi.”

    “Lalu apa?”

    “Jendela.”

    Raka mengernyit.

    “Jendela ke mana?”

    Aji tersenyum tipis.

    “Suatu hari nanti kamu akan mengerti.”

    Raka masih ingin bertanya, tetapi Aji sudah lebih dulu berbicara.

    “Yang perlu kamu tahu sekarang, Nining sedang mencoba meminta pertolonganmu.”

    Seketika bayangan pita merah, suara lirih, dan wajah gadis kecil itu kembali memenuhi kepala Raka.

    Aji melangkah setapak mendekat. Suaranya berubah semakin pelan.

    “Tidak semua orang memiliki kemampuan seperti ini, Raka.”

    “Kemampuan itu membuat arwah penasaran, makhluk gelap, bahkan iblis lebih mudah menemukanmu.”

    Raka langsung teringat sosok hitam yang pernah muncul di kamar ibunya.

    Aji seolah mengetahui apa yang sedang dipikirkannya.

    “Sama seperti yang terjadi malam itu.”

    Perlahan, wujud Aji mulai memudar hingga hanya menyisakan cahaya tipis yang melayang di udara. Senyum hangatnya masih terlihat sesaat sebelum akhirnya ikut menghilang bersama cahaya itu.

    “Jangan takut, Raka,” ucapnya pelan. “Banyak yang akan membantumu, baik dari dunia manusia maupun dari Lingsir. Percayalah pada cahaya di dalam hatimu.”

    Suaranya semakin lirih hingga akhirnya lenyap bersama keheningan malam.

    Raka masih berdiri di depan meja belajarnya, menatap buku gambar yang terbuka di hadapannya. Pusaran kecil di dalam segitiga itu kini sudah tidak lagi berputar, tetapi entah kenapa tetap terasa hidup, seolah sedang menunggu seseorang menyentuhnya sekali lagi.

    Setelah beberapa saat, ia mengembuskan napas pelan, lalu menutup buku gambar itu dan menyimpannya kembali ke dalam laci. Lampu meja dipadamkan, membuat kamar kembali diterangi cahaya bulan yang masuk samar melalui sela-sela gorden.

    Raka berjalan menuju tempat tidurnya dan merebahkan tubuh perlahan. Dari ranjang di sebelahnya, Farah kembali mengigau pelan seperti biasanya. Suara itu biasanya membuat Raka merasa tenang, tetapi malam ini pikirannya terlalu penuh untuk benar-benar bisa beristirahat.

    Pandangannya tetap menempel pada langit-langit kamar, sementara bayangan gadis kecil di bawah pohon angsana terus berputar di kepalanya. Anehnya, ia tidak lagi merasa takut pada sosok itu. Setiap kali mengingat wajahnya, yang muncul justru rasa iba yang sulit dijelaskan, seolah gadis itu sedang berusaha menyampaikan sesuatu tetapi tak pernah berhasil mengucapkannya sampai selesai.

    Yang membuat Raka benar-benar gelisah justru sosok hitam yang selalu berdiri di belakang gadis itu. Ia tidak pernah bergerak, tidak pernah berbicara, hanya berdiri dalam diam, tetapi kehadirannya saja sudah cukup membuat dada Raka terasa sesak.

    Tanpa sadar pikirannya kembali melayang pada mimpi di kamar ibunya beberapa malam yang lalu. Di antara semua bayangan yang muncul saat itu, ada seorang anak kecil lain yang tubuhnya diselimuti cahaya biru lembut. Bukan Nining, dan bukan pula Aji. Cahaya Aji selalu berwarna keemasan, hangat dan menenangkan, sedangkan cahaya biru itu memancarkan rasa yang berbeda—dingin, sunyi, tetapi entah kenapa terasa begitu akrab, seolah Raka pernah mengenalnya di suatu tempat yang sudah lama ia lupakan.

    Dengan pikiran yang masih dipenuhi pertanyaan, Raka perlahan memejamkan mata. Ia memang belum mengetahui siapa anak itu, tetapi ada satu keyakinan yang tumbuh pelan di dalam hatinya bahwa suatu hari nanti mereka akan bertemu, dan saat hari itu tiba, mungkin semua mimpi yang selama ini terus menghantuinya akhirnya akan mulai menemukan jawabannya.

     

     

    Kreator : Rukmana Gautama (RG Gotama)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 27 – Dunia Bernama Lingsir

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021