KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » BAB 2_TABUHAN ALAM PENGGETAR MALAM

    BAB 2_TABUHAN ALAM PENGGETAR MALAM

    BY 23 Mei 2026 Dilihat: 4 kali
    TABUHAN ALAM PENGGETAR MALAM_alineaku

    Kapal merapat saat matahari sudah tenggelam, langit sudah mulai gelap dengan semburat jingga di cakrawala Barat.  Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah ternyata begitu indah langit itu.  Pemandangan yang nyaris tidak pernah kulihat di setiap senja hariku selama ini.  Aku tidak pernah melihat cakrawala begitu indah tanpa terhalang apapun.  Semua terbentang begitu saja di ufuk Barat.  Aku seperti manusia yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Ada sedikit rasa berdebar dan kagum.

    Kami semua kelelahan setelah menempuh perjalanan 12 jam. Dan aku sempat mabuk laut karena diayun gelombang Selat Bangka dan Selat Gaspar. Aku tidak setangguh itu untuk perjalanan di laut.  Ayunan kecil pun akan mengaduk isi lambungku.  Kami segera menuju ke rumah dinas pegawai Puskesmas Air Saga.  Suamiku sudah mengurus semua dan mempersiapkan rumah tersebut sehingga siap ditempati saat kami datang.  Aku mendapat penempatan di Puskesmas Air Saga.  Sebuah puskesmas yang menghadap ke pantai.  Bersyukur ada satu rumah dinas yang kosong dan bisa kami tempati.

    Rumah tipe 36 dengan dua kamar tidur dan dapur mungil. Sedikit membuatku merasa aneh karena aku terbiasa dengan rumah yang memiliki ruangan luas, dua lantai dengan dapur yang bisa menampung banyak barang. Tapi semua ini tetap aku syukuri. Setidaknya di sini kami berempat berkumpul. Lagi pula anak-anakku masih balita.  Aku tidak membutuhkan ruangan luas yang akan sulit aku bersihkan sendiri.  Bilik kami tidur hanya bisa memuat satu tempat tidur ukuran 2×2 meter dan menyisakan sedikit celah untuk kami lewati. Kamar lainnya kami pakai untuk meletakkan banyak barang rumah tangga yang belum sempat kami tata. Home Sweet Home, bisikku sambil menutup jendela.  Saatnya merebahkan badan untuk mengisi ulang tenaga yang terkuras sepanjang hari ini.

    Tengah malam aku terbangun, merasa ada yang menggoyang tanganku.  Aku menghidupkan lampu meja dan mendapati anakku Gabriel belum tidur.  Dia menatapku dan aku melihat bahwa dia seperti merasa takut.

    “Ada apa? Kenapa belum bobok?” tanyaku sambil mengelus kepalanya.

    “Mama tidak dengar itu?” tanyanya.

    Alisku berkerut. “Dengar apa?” bisikku.

    Tiba-tiba telingaku menangkap suara dari luar rumah, tepatnya dari arah belakang dan samping rumah. Suara yang baru pertama kali aku dengar.  Bersahut-sahutan dengan irama dan tempo yang teratur. Aku tersenyum dan segera mengajaknya menuju ke arah jendela samping rumah. Kubiarkan hanya lampu teras yang menerangi.  Kugendong Gabriel dan mendekat ke jendela. Kusibak tirai dan kucari asal suara itu.  Tak lama kutemukan 2 ekor kodok berukuran tidak terlalu besar sedang bertengger di dekat selokan.

    “Lihat,..itu ada kodok, Bang,” kataku sambil menunjuk ke arah selokan.  “Itu suara kodok, Bang.”

    Gabriel kecil berusaha mendekat ke jendela.  Rasa ingin tahunya muncul.  Dia belum pernah melihat hewan itu seumur hidupnya di kota besar.  Dia hanya tahu kodok dari cerita-cerita dongeng dan tontonannya di televisi.  

    “Mama, lihat. Lehernya bengkak,” serunya setengah berbisik.

    Lalu terdengar bunyi “kung” saat leher kodok itu mengempis.  Gabriel kecil tertawa sumringah.  Tak lama kembali terdengar bunyi yang sama dari arah berbeda, lagi dan lagi, bersahut-sahutan, seperti bunyi tabuhan alat musik,..kung…kung…kung…

    “Kodoknya sedang bernyanyi, Bang,” kataku sambil memeluknya.  

    Jujur, itu suara kodok yang berbeda dengan yang selama ini kudengar.  Memoriku belum pernah menangkap bunyi yang seperti itu. Lebih ke suara krok..krok..krok.  Ini benar-benar menggetarkan kekagumanku. Tak hanya suara tabuhan itu, tetapi ternyata ada banyak bunyi lain yang mengisi alam malam itu.  Ada suara jangkrik bak penyanyi sopran dengan nada tingginya. Ada cuitan burung-burung malam di langit dengan dinamika forte lalu mengalun lembut ke piano, menjauh.  Tidak ada suara lain selain suara alam yang riuh membuai. Telingaku seperti dibersihkan dari kebisingan dan hiruk pikuk malam di kota.  

    Sebuah malam yang begitu tenang dan damai.  Malam pertama kami disambut tabuhan alam yang menggetarkan hati. Aku dan Gabriel kecil beruntung bisa menikmati itu. A very peaceful midnight concert.

     

     

    Kreator : drg.Maria Cornellia Nira Widyastuti (Nira.W)

    Bagikan ke

    Comment Closed: BAB 2_TABUHAN ALAM PENGGETAR MALAM

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021