KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » BAB 3_PERANAKAN BAPAK SAKIT

    BAB 3_PERANAKAN BAPAK SAKIT

    BY 23 Mei 2026 Dilihat: 4 kali
    PERANAKAN BAPAK SAKIT_alineaku

    Lain ladang, lain ilalang.  Walaupun sudah punya pengalaman bekerja di puskesmas sebelumnya, aku tetap harus memulai semua dari awal lagi di tempat baru.  Dan walau tempat yang baru ini juga puskesmas, tetapi beda tempat beda peraturan, beda alur pelayanan, beda rekan kerja, beda suasana kerja dan beda budaya kerja.  Aku harus menjalani Masa Orientasi Pegawai Baru selama 6 hari kerja di Puskesmas Air Saga. 

    Dan setelah perkenalan dengan seluruh pegawai puskesmas, aku memulai masa orientasiku di Loket Pendaftaran.  Tugasku mulai dari observasi bagaimana alur pelayanan di loket yang berada di sebelah kiri setelah pintu masuk puskesmas.  Ada Kak Murni dan Kak Istin sebagai petugas di bagian pendaftaran yang menjadi mentorku selama satu hari di situ.

    Di Belitung, sedikit berbeda untuk panggilan kepada seseorang.  Kalau di Palembang, panggilan Kak itu untuk laki-laki. Di Belitung panggilan Kak itu untuk perempuan.  Aku masih kagok dengan hal itu.  Beberapa kali aku masih menyebut kata “Ayuk” kepada keduanya.  Dan mereka memaklumi itu. Dalam satu jam aku mengamati hampir 10 pasien yang mendaftar.  Ada pasien lama, ada yang baru.  Semua dimulai dengan pertanyaan awal: “Nak berubat ape?” (Mau berobat apa?).

    Satu lagi yang kupelajari pagi itu yaitu akhiran “e” seperti bunyi “e” pada kata “emak”.  Berbeda dengan bunyi “e” pada Bahasa Bangka yang seperti bunyi “e” pada kata “enak”.  Dan tentu saja berbeda jauh dengan akhiran “o” pada Bahasa Palembang yang aku kuasai sejak balita.  Padahal tiga pulau ini bersebelahan dan pernah menjadi satu provinsi. 

    Setelah dirasa cukup mengamati, Kak Murni mempersilahkan aku untuk mulai mencoba menjadi petugas loket pendaftaran.  Diberinya aku satu pasien laki-laki paruh baya yang baru pertama kali datang berobat alias pasien baru.  Dan meniru mentor, aku membuka dengan senyum dan pertanyaan yang sama: “Bapak nak berubat ape?”.  Tentu saja masih lekat logat Palembang di lidahku walau aku berupaya mengakhiri kata dengan huruf “e”. Terasa kaku dan aneh ketika aku yang mengucapkannya.

    Bapak itu  menjawab, “Nak berubat peranakan, Buk..lah tige ari dak nyaman badan.”(Mau berobat peranakan, Bu..sudah tiga hari tidak enak badan)

    Alisku naik sebelah.  Aku mencoba mengulangi pertanyaanku.

    Bapak sakit ape?”

    Ukan, Buk.  Peranakan nok sakit.” (Bukan, Bu.  Peranakan yang sakit) katanya menggeleng.

    Aku mencoba mengamati Bapak itu dengan seksama.  Ini benar laki-laki tapi sejak kapan laki-laki mengalami sakit peranakan, pikirku. Seumur hidupku sebagai anak seorang Bidan, aku sering mendengar Ibuku mengucapkan kata “peranakan” dan itu adalah kata lain dari “rahim”. 

    Proses pendaftaran macet.  Aku yang bingung mencari Kak Murni yang sedang membalik-balik lembaran rekam medis di sudut ruangan.  

    Aku berbisik kepadanya. “Kak, maaf aku bingung.”

    Kak Murni menoleh.  “Kenapa, Dok?”

    “Itu bapak mau daftar berobat, pasien baru. Tapi katanya yang sakit peranakannya.  Sejak kapan bapak-bapak sakit peranakan, Kak?” kataku tetap berbisik.  

    Kak Murni sejenak menoleh ke arah Bapak itu.  Lalu pecahlah tawanya sambil menepuk-nepuk lenganku.  Aku semakin bingung.  Kak Istin jadi ikut bertanya penasaran karena Kak Murni tertawa sampai keluar air di sudut matanya.  Lalu setelah reda ia menarik napas panjang.  Dia mengambil alih pendaftaran pasien itu.

    Peranakan di bawak ke?” Tanya Kak Murni kepada Bapak itu, membuat aku semakin bingung.  Lah, kok, malah ditanya peranakannya dibawa atau tidak.

    Ade, Buk, itu,” jawabnya sambil menunjuk ke kursi tunggu.  Seorang wanita sedang menggendong balita yang tampaknya demam.

    Aku diam di sebelah Kak Murni, mengamati lagi proses pendaftaran itu yang ternyata atas nama seorang balita.  Sampai selesai proses itu, baru Kak Murni kembali kepadaku.  

    “Maaf, Dok. Di Belitong peranakan itu artinya anak, bukan rahim, Dok.  Kalau dia menyebut “urang bini” artinya istri, kalau disebut “belau tue” artinya orang tua,” jelasnya masih dengan sedikit tertawa.  Aku hanya mengangguk-angguk, mencoba menyimpan kosa kata baru ke dalam memoriku.  

    Pelajaran hari itu ternyata bukan sekedar alur pelayanan pendaftaran pasien, tetapi aku lebih banyak belajar tentang kata-kata baru yang ke depannya akan menjadi bahasa harianku di sini.

    Dan ketika ishoma Pak Paouzi bertanya, “Peranakan dimane, Dok? Ade berape?

    Aku dengan lancar menjawab, “Peranakanku di rumah, Pak, ada dua.”  Sambil ku angkat dua jari.

     

     

    Kreator : drg.Maria Cornellia Nira Widyastuti (Nira.W)

    Bagikan ke

    Comment Closed: BAB 3_PERANAKAN BAPAK SAKIT

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021