Kisah di dunia Imajinasi bukan hanya pengalaman yang menyenangkan, kadang kisah juga diambil dari pengalaman yang kurang menyenangkan. setiap kehidupan pasti ada hitam dan putih, termasuk di dalam dunia imajinasi. Ada satu kisah perjalanan seorang pelukis Grafiti yang terkenal. Tapi sebelum itu kita lihat perjalanan kisahnya, yuk kita liat kelanjutannya.
Kuas Hijau adalah nama seorang pelukis dari kota Karya, dari kecil dia sering kali dihina oleh semua temannya dikarenakan tinggi badannya paling pendek dari semua anak di kota.
“Hahaha… Ada yang ga punya kaki lewat…”
“Awas… tiang kepotong lewat….”
Banyak hinaan yang membuat Kuas Hijau berkecil hati. Rasa sedih membuat dirinya terlihat aneh depan teman temannya, rasa sakit itu terus dipendamnya bertahun-tahun.
Kota Karya diperkenalkan sebuah headset langka dan mahal. Banyak teman yang menghina karena tidak memiliki benda mewah itu. Di perjalanan, Kuas Hijau tidak sengaja menemukan sebuah headset di tong sampah.
Sesampainya di rumah, Kuas mencoba untuk memperbaiki. Perlahan tapi pasti, Kuas Hijau terus mencoba berbagai cara. Setelah tiga hari, ia akhirnya bisa memperbaiki headset tersebut. Saat benda itu berada di telinganya, sebuah musik terdengar dan itu membuatnya mendapatkan ide.
“Ma…. Pa…. Bolehkah Hijau minta sesuatu?”
“Kenapa, Kuas Hijau?”
“Aku hanya meminta alat lukis dan semprotan warna yang lengkap. Bolehkah?”
Kuas Hijau senang akan mendapatkan yang diinginkannya, dengan kesepakatan untuk membuat sesuatu yang hebat dan membanggakan. Kedua orang tuanya terus mendidik Kuas dengan kasih sayang. Terutama sang papa yang mendorong anaknya untuk terus berkembang dan kuat dari kerasnya dunia. Kedua orang tuanya tidak mau anak satu-satunya menjadi karakter yang buruk. Apapun yang Kuas Hijau mau akan diberikannya dengan membuat kesepakatan.
Selama menunggu, Kuas Hijau membuat desain dalam pikirannya. “Hmmm ini… lalu.. kesitu…. hmmmm oke….”
Akan tetapi, saat menunggu itu, orang-orang sekitar menertawakan mimpi Kuas Hijau yang tidak akan pernah terwujud itu. Hanya kedua orang tuanya yang yakin akan mimpi anaknya.
“Peri Bintang…. Wujudkanlah mimpiku ini. Aku hanya punya hatiku ini. Peri… aku tidak punya apa-apa.”
Sedangkan orang-orang masih terus menertawakan mimpi Kuas Hijau.
“Mimpi apaan tuh? Mimpi kok tidak masuk akal. Dasar anak aneh!”
“Lihat tuh… Anak tukang mimpi…”
“Sttt…. jangan omongin dia. Kasian tuh anak kebanyakan mimpi.”
Banyak hinaan dari teman dan orang sekitarnya. Kuas Hijau tetap bertekad kuat akan mimpinya.
Seminggu telah berlalu, semua perlengkapan telah diberikan pada Kuas Hijau sesuai dengan janji papanya.
“Jadi… Papa harus bantu apa?”
“Tidak usah, Pa… Hijau sendiri yang akan membuatnya…”
Kuas Hijau mulai beraksi di tembok belakang rumahnya dengan menggambar pola, lalu melukis dan memberikan efek seperti grafiti. Kuas seakan larut saat melukis, bahkan terkadang ia sambil menari. Kuas bahagia saat melukis, tergambar dari wajahnya.
“Wah… gambarnya bagus sekali… Seperti orangnya… hahaha..”
Orang-orang masih menghina dirinya walau gambarnya sebagus apapun juga. Semakin lama semakin banyak orang berkerumun untuk melihat gambar yang telah dibuatnya sambil terus menghinanya.
“Kalian tahu dari mana mimpiku tidak bisa terwujud?!” Kuas Hijau mulai membentak tidak sabaran.
“Kalian hanya memandang sebelah mata tentangku! Apa tidak mau mengenalku lebih dalam sebelum menghinaku?!”
Kemudian, Kuas Hijau mengeluarkan sebuah botol dan menaburkan pada setiap lukisannya, lalu memutarkan musik beat yang penuh semangat.
Terkejutlah mereka yang menyaksikan adegan itu. Semua gambar dan lukisan Kuas Hijau bergerak sesuai dengan irama musik. Perlahan satu per satu dari mereka mulai bergoyang mengikuti irama musik, semakin banyak yang mengikuti dan mereka bahagia dengan musik dan penampilan lukisan Kuas Hijau.
Satu per satu dari mereka meminta maaf karena telah menghina mimpinya. Kuas memaafkan mereka, karena dia tahu mereka belum mengenal Kuas Hijau yang asli.
Sejak saat itu mereka tidak pernah ada yang berani menghina Kuas Hijau lagi. Mereka menyesal dan mau berubah untuk bisa berkarya seperti Kuah Hijau.
Kota Karya menjadi populer karena tiap ruas jalan dihiasi dengan lukisan bergerak yang mengikuti irama musik. Karena hal tersebut, Kuas Hijau pun dinobatkan menjadi duta Live Musik Grafiti di Dunia Imajinasi.
Namanya semakin terkenal karena memperindah desa dan memberikan warna berbeda. Dunia Imajinasi bangga memiliki seorang legenda bernama Kuas Hijau.
Kreator : David W. Rehatta (Dsmile5)
Comment Closed: Bab 5. Live Musik Grafiti
Sorry, comment are closed for this post.