KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 5. Live Musik Grafiti

    Bab 5. Live Musik Grafiti

    BY 20 Mei 2026 Dilihat: 3 kali
    Live Musik Grafiti_alineaku

    Kisah di dunia Imajinasi bukan hanya pengalaman yang menyenangkan, kadang kisah juga diambil dari pengalaman yang kurang menyenangkan. setiap kehidupan pasti ada hitam dan putih, termasuk di dalam dunia imajinasi. Ada satu kisah perjalanan seorang pelukis Grafiti yang terkenal. Tapi sebelum itu kita lihat perjalanan kisahnya, yuk kita liat kelanjutannya.

    Kuas Hijau adalah nama seorang pelukis dari kota Karya, dari kecil dia sering kali dihina oleh semua temannya dikarenakan tinggi badannya paling pendek dari semua anak di kota.

    “Hahaha… Ada yang ga punya kaki lewat…”

    “Awas… tiang kepotong lewat….” 

    Banyak hinaan yang membuat Kuas Hijau berkecil hati. Rasa sedih membuat dirinya terlihat aneh depan teman temannya, rasa sakit itu terus dipendamnya bertahun-tahun.

    Kota Karya diperkenalkan sebuah headset langka dan mahal. Banyak teman yang menghina karena tidak memiliki benda mewah itu. Di perjalanan, Kuas Hijau tidak sengaja menemukan sebuah headset di tong sampah.

    Sesampainya di rumah, Kuas mencoba untuk memperbaiki. Perlahan tapi pasti, Kuas Hijau terus mencoba berbagai cara. Setelah tiga hari, ia akhirnya bisa memperbaiki headset tersebut. Saat benda itu berada di telinganya, sebuah musik terdengar dan itu membuatnya mendapatkan ide. 

    “Ma…. Pa…. Bolehkah Hijau minta sesuatu?”

    “Kenapa, Kuas Hijau?”

    “Aku hanya meminta alat lukis dan semprotan warna yang lengkap. Bolehkah?”

    Kuas Hijau senang akan mendapatkan yang diinginkannya, dengan kesepakatan untuk membuat sesuatu yang hebat dan membanggakan. Kedua orang tuanya terus mendidik Kuas dengan kasih sayang. Terutama sang papa yang mendorong anaknya untuk terus berkembang dan kuat dari kerasnya dunia. Kedua orang tuanya tidak mau anak satu-satunya menjadi karakter yang buruk. Apapun yang Kuas Hijau mau akan diberikannya dengan membuat kesepakatan. 

    Selama menunggu, Kuas Hijau membuat desain dalam pikirannya. “Hmmm ini… lalu.. kesitu…. hmmmm oke….” 

    Akan tetapi, saat menunggu itu, orang-orang sekitar menertawakan mimpi Kuas Hijau yang tidak akan pernah terwujud itu. Hanya kedua orang tuanya yang yakin akan mimpi anaknya.

    “Peri Bintang…. Wujudkanlah mimpiku ini. Aku hanya punya hatiku ini. Peri… aku tidak punya apa-apa.”

    Sedangkan orang-orang masih terus menertawakan mimpi Kuas Hijau. 

    “Mimpi apaan tuh? Mimpi kok tidak masuk akal. Dasar anak aneh!” 

    “Lihat tuh… Anak tukang mimpi…”

    “Sttt…. jangan omongin dia. Kasian tuh anak kebanyakan mimpi.” 

    Banyak hinaan dari teman dan orang sekitarnya. Kuas Hijau tetap bertekad kuat akan mimpinya.

    Seminggu telah berlalu, semua perlengkapan telah diberikan pada Kuas Hijau sesuai dengan janji papanya.

    “Jadi… Papa harus bantu apa?” 

    “Tidak usah, Pa… Hijau sendiri yang akan membuatnya…”

    Kuas Hijau mulai beraksi di tembok belakang rumahnya dengan menggambar pola, lalu melukis dan memberikan efek seperti grafiti. Kuas seakan larut saat melukis, bahkan terkadang ia sambil menari. Kuas bahagia saat melukis, tergambar dari wajahnya.

    “Wah… gambarnya bagus sekali… Seperti orangnya… hahaha..”

    Orang-orang masih menghina dirinya walau gambarnya sebagus apapun juga. Semakin lama semakin banyak orang berkerumun untuk melihat gambar yang telah dibuatnya sambil terus menghinanya.

    “Kalian tahu dari mana mimpiku tidak bisa terwujud?!” Kuas Hijau mulai membentak tidak sabaran.

    “Kalian hanya memandang sebelah mata tentangku! Apa tidak mau mengenalku lebih dalam sebelum menghinaku?!”

    Kemudian, Kuas Hijau mengeluarkan sebuah botol dan menaburkan pada setiap lukisannya, lalu memutarkan musik beat yang penuh semangat. 

    Terkejutlah mereka yang menyaksikan adegan itu. Semua gambar dan lukisan Kuas Hijau bergerak sesuai dengan irama musik. Perlahan satu per satu dari mereka mulai bergoyang mengikuti irama musik, semakin banyak yang mengikuti dan mereka bahagia dengan musik dan penampilan lukisan Kuas Hijau. 

    Satu per satu dari mereka meminta maaf karena telah menghina mimpinya. Kuas memaafkan mereka, karena dia tahu mereka belum mengenal Kuas Hijau yang asli.

    Sejak saat itu mereka tidak pernah ada yang berani menghina Kuas Hijau lagi. Mereka menyesal dan mau berubah untuk bisa berkarya seperti Kuah Hijau. 

    Kota Karya menjadi populer karena tiap ruas jalan dihiasi dengan lukisan bergerak yang mengikuti irama musik. Karena hal tersebut, Kuas Hijau pun dinobatkan menjadi duta Live Musik Grafiti di Dunia Imajinasi. 

    Namanya semakin terkenal karena memperindah desa dan memberikan warna berbeda. Dunia Imajinasi bangga memiliki seorang legenda bernama Kuas Hijau.

     

     

    Kreator : David W. Rehatta (Dsmile5)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 5. Live Musik Grafiti

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021