Sebuah karya adalah sesuatu yang luar biasa, dunia Imajinasi sangat menghargai jal tersebut. sama halnya sebuah foto, dunia Imajinasi memahami arti foto dan sejarahnya. Semua berkaitan dengan foto di setiap kehidupan dunia imajinasi. Ada satu kisah dari tempat bernama Museum Foto. Gimana kisahnya, mari kita simak.
Keluarga Canon DSLR-55 dari kota Kamera ingin berkelana ke seluruh dunia imajinasi untuk mengabadikan semua tempat dan semua hal menarik. SRL Merah berpamitan untuk melakukan touring bersama kekasihnya Fuji Hijau pada kedua keluarga mereka. mereka berdua adalah kebanggaan kota tersebut untuk mengabadikan setiap momen dan kejadian di dunia Imajinasi.
Perjalanan mereka ditanggung oleh pemerintah kota selama perjalanan. Perlengkapan, perbekalan, dan apapun yang dibutuhkan dipenuhi oleh pemerintah kota Kamera.
Kota Kamera dihuni bukan oleh manusia melainkan makhluk berkepala kamera dengan tubuh manusia. Bangunan mereka menyerupai kamera di dunia nyata. Kota Kamera adalah satu satunya tempat yang mengabadikan banyak kisah dalam bentuk foto.
“Sayang…. kita ke mana dulu ini? banyak yang udah kita foto sana sini… Jadi, kita pergi ke mana sekarang?”
“Oh ya… Kan ada tuh air terjun Stroberi, kisah yang pernah kita dengar… Kita coba kesana gimana?”
“Oke lah…. kita kesana.”
Perjalanan menuju air terjun Stroberi cukup jauh, tapi mereka menggunakan alat teleportasi yang diberikan oleh Mr. Dust, untuk mempermudah mereka melakukan perjalanan.
Sebelum kita akan menceritakan kisah mereka berdua, kenapa mereka begitu diandalkan. Kisah mereka berawal dari permusuhan dua keluarga.
Keluarga besar Canon sering bermusuhan dengan keluarga besar Fuji, khususnya tentang kompetisi dalam berfoto. Mereka ini sering berselisih paham antara satu dengan yang lain. Hal sekecil apapun itu menjadi pemicu pertengkaran di antara kedua keluarga.
“Heh, Fujifu!! Jangan mentang-mentang kameramu bagus, sok menghalangi aku yang mau foto!”
“Dasar…. Cacanon… tukang ngeluh…. udah sana cari tempat yang lain…”
“Kan aku dulu, Fujifu…. yang di tempat ini…”
“Salah sendiri napa lama tuk ambil foto…. dasar… Cacanon…”
Mereka terus berdebat dari hal yang penting sampai yang tidak penting. Salah warna diprotes, kurang pencahayaan diprotes. Apapun diprotes antara mereka. Banyak para pengunjung bertanya soal pertengkaran mereka. Jawab para penduduk.
“Alah… mereka kayak angin ribut. Dimana saja selalu ribut.”
“Dimana ada mereka, di situ ada keributan.”
Terlalu sering mereka berdebat sehingga para penduduk hapal semua bahasa mereka berdua, padahal anak dan istri mereka baik baik saja dan tidak pernah berselisih paham.
Para penduduk hanya menggelengkan kepala bersama para pengunjung. Semua dikarenakan kedua anak mereka saling jatuh cinta. Kedua kepala keluarga itu tidak mau pisah sama anaknya.
“Kasihan anak mereka, apa ga stres ya?” Para penduduk merasa iba dengan anak mereka masing masing.
“Foto ah…. sana…. sini…. di sana…. oke selanjutnya sini…..” seorang anak dari keluarga Canon memfoto hal lucu, begitu juga anak perempuan dari keluarga Fuji. mereka dari kecil sering bertemu tanpa sengaja hingga usia remaja sekarang ini, dari semua keluarga mereka berdua, hanya mereka berdua yang selalu akur dan tidak pernah bertengkar sekalipun. mereka sering berbagi cerita hal hal lucu di sekitar mereka. SLR Merah adalah anak dari keluarga Canon dan Fuji Hijau adalah anak dari keluarga Fuji. Mereka berencana untuk melakukan foto di luar kota Kamera, awalnya sembunyi sembunyi mereka pergi ke desa lain ke kota lain dan berbagai tempat. akan tetapi mereka berdua ketahuan oleh keluarga mereka. mereka sedih tidak bisa bertemu satu dengan yang lain, mereka berdua dikunci di kamar mereka.
Sehari dua hari tiga hari, mereka merasa kesepian terkurung dalam kamarnya. ingin kabur tidak bisa karena jendela dipasang jeruji besi. tidak ada cara keluar dari kamar mereka. Seketika Mr. Dust datang dan memberikan sebuah alat teleportasi, dia memberikannya karena berhutang budi pada mereka yang telah menolongnya dari serangan suku Tajam Duri.
“Merah… ini adalah alat teleportasi yang tidak pernah habis bila digunakan sesering apapun… jaga baik baik pacarmu itu, tunjukin pada keluargamu kalian punya sesuatu yang bisa dibanggakan untuk kota Kamera ini…”
Begitu juga yang disampaikan pada Fuji Hijau. Akhirnya mereka mengumpulkan foto dan meminta walikota untuk membuatkan museum Foto, Walikota menyetujuinya setelah diberikan penjelasan dengan rinci soal rencana yang dilakukan oleh mereka berdua.
Saat diresmikan museum Foto di tengah kota, terkejutlah kedua keluarga ini melihat anak mereka ada di sana.
“Bukannya kamu udah dikurung di kamar?”
Serempak kedua keluarga itu emosi dan Fuji Hijau memfoto kejadian marah mereka. Dengan cepat Fuji dan Merah pindah tempat ke dalam museum. semua orang disana kaget dengan hal seperti itu. mereka masuk kedalam museum Foto.
Mereka terkejut lagi melihat ruang utama dari museum foto bertemakan “Angin yang selalu lewat di kota’ itu tentang pertengkaran kedua keluarga tersebut, ekspresi kocak ditunjukan dalam foto tersebut, waktu dan penjelasan pertengkarannya lengkap dan rinci. Kedua keluarga itu kaget dan merasa malu karena menyadari kesalahan mereka. di ruangan yang lain bertemakan “Tempat tempat indah” sebagian dari tempat tempat indah di dunia imajinasi tergambar dari foto foto mereka. selanjutnya bertemakan “serangan tak diundang” itu tentang kejadian kejadian yang menegangkan di dunia imajinasi dan terakhir ruangan bertemakan “persaudaraan” foto foto yang memperlihatkan keharmonisan, kemesraan, gairah, persahabatan, dan pertemanan.
Melihat museum Foto itu, kedua kepala keluarga saling berjabat tangan dan merestui hubungan SRL Merah dan Fuji Hijau. Mereka berjanji untuk merubah sifat iri mereka dan tidak mengganggu orang sekitar. Merah dan Hijau juga berjanji akan membawa kota Kamera menjadi dunia foto tak berujung dan satu satunya di dunia Imajinasi.
dari sana mereka berdua dikenal dengan pasangan FUCA (Fuji Canon) dunia imajinasi memiliki pasangan yang luar biasa dan menjadi legenda sepanjang masa.
Kreator : David W. Rehatta (Dsmile5)
Comment Closed: bab 7. Museum Foto
Sorry, comment are closed for this post.