Dalam dunia memiliki banyak keunikan. Tidak sedikit kisah bermula dari sebuah perusahaan maju, tidak satu atau dua tetapi banyak perusahaan yang maju dan berkembang di dunia Imajinasi. Salah satunya adalah perusahaan yang menjadi jaringan terhebat di dunia Imajinasi.
Toyota Merah dari negeri Mobil adalah pendiri perusahaan Halo yang sudah menjadi kebanggaan dunia imajinasi. Dirinya bersama sahabat dan kekasihnya menata ulang semua perusahaan itu untuk menciptakan maha karya yang dapat membantu dunia lebih berkembang.
Walaupun mereka merintis bersama, berbeda pendapat adalah hal yang wajar. Hanya kali ini perdebatan mereka cukup panas sehingga sahabatnya yang bernama Awan Muda dari kota Angkasa meninggalkan mereka berdua.
Karpet Cantik dari desa Alas, kekasih dari Toyota, merasa bersalah dengan marahnya Awan. Perdebatan dimulai dengan perbedaan ide kreatif masing masing, terutama Toyota Merah dan Karpet Cantik sering berdebat yang membuat Awan Muda kesal dan harus meninggalkan mereka. Awan Muda tidak tahan dengan perdebatan yang membuatnya terus menjadi penengah antara mereka.
Tiga hari berlalu, mereka berdua berusaha menyatukan pendapat mereka berdua tanpa bantuan Awan Muda.
“Kita harus menghubungi kota Listrik untuk membuat jaringan ke seluruh dunia.”
“Bisa Kita atur itu… Tapi gimana alat komunikasinya?”
“Nanti aku tanya sang Peramal. Mungkin dia tahu alat apa yang bisa dijadikan alat komunikasi selain telepon.”
Akhirnya, mereka berpisah untuk menjalankan tugas masing-masing.
Awan Muda sedikit khawatir dengan hubungan mereka, karena sering terjadi berbeda pendapat. Akhirnya Awan Muda mengunjungi mereka untuk menjaga keutuhan hubungan mereka, walau berat hati untuk melakukannya.
“Toyota… Gimana kabar Karpet?”
“Baik baik saja…”
“Kenapa raut mukamu tidak menunjukkan bahwa ia baik-baik saja?”
Toyota Merah akhirnya bercerita bahwa dia selalu diragukan. Apapun yang jadi jalan keluar selalu dibantahnya. Awan Muda mencoba menjadi pendengar yang baik. Hampir lima jam Toyota Merah mencurahkan kekesalannya pada Karpet Cantik.
Karpet hendak membuka pintu, tapi mendengar Toyota Merah bercerita, dirinya menghentikan langkahnya dan mencuri dengar percakapan itu. Karpet Cantik merasa bersalah karena selama ini selalu mengabaikan pendapat kekasihnya. Dengan berani dia masuk dan meminta maaf pada Toyota Merah.
Akhirnya, mereka saling bicara dengan Awan Muda sebagai penengah. Dia juga berkata pada Karpet Cantik dan Toyota Merah bahwa dirinya jangan sering dilibatkan dalam pertengkaran mereka, serta meminta mereka lebih dewasa untuk menanggapi masalah mereka.
Di saat perdebatan sudah mereda, mereka seketika mengatakan kata yang sama yaitu “HANDPHONE”.
Awan Muda menjelaskan. Tangan adalah alat komunikasi sederhana dan perusahaan kita dikenal dengan komunikasi. Ditambahkan oleh Karpet Cantik. Sebuah telepon genggam yang bisa bertatap muka untuk mengetahui keadaan teman atau keluarga kita. Akan tetapi Toyota Merah bingung gimana semua itu bisa berfungsi.
Karpet Cantik mengingat bahwa kota Angkasa menguasai hampir sembilan puluh persen langit yang ada di dunia Imajinasi. Sedangkan Awan Muda adalah pakeran kelima, jadi bisa meminta memasangkan jaringan tanpa kabel di sana.
Toyota Merah setuju dengan usulan kekasihnya. Mereka membagi tugas. Toyota Merah akan menemui prof. Dust dan Master Gummy. Karpet Cantik harus pergi ke negeri teknologi dan para pemimpin peramal. Sedangkan Awan Muda kembali ke istana langit untuk meminta bantuan supaya dunia Imajinasi bisa berkembang lebih baik.
Akhirnya mereka berhasil menyatukan gagasan walau sempat berbeda pendapat. Perkembangan perusahaan Halo semakin dikenal kedepan dengan teknologi baru bernama ‘HANDPHONE’
Sebuah ide sederhana dari sebuah perbedaan pendapat. Inilah yang akan menjadi pendobrak teknologi di dunia Imajinasi.
Kreator : David W. Rehatta (Dsmile5)
Comment Closed: bab 6. Satu Ide Tak Terduga
Sorry, comment are closed for this post.