Sembilan tahun kita jalani
jarak yang tak pernah benar benar dekat
namun juga tak pernah mampu
memisahkan hati yang telah terikat
Hari hari kita lalui
dengan rindu yang belajar sabar
dengan luka yang kadang datang
namun tak pernah dibiarkan berakar
Ada tawa yang kita simpan
di balik layar dan suara
ada tangis yang kita sembunyikan
agar yang lain tetap merasa kuat
Namun di atas semua itu
ada doa yang tak pernah berhenti
yang selalu kita titipkan
di setiap sujud yang sunyi
Waktu terus berjalan
menguji tanpa henti
namun kita tetap bertahan
karena percaya pada janji
Hingga pada suatu masa
yang penuh berkah dan cahaya
di bulan suci
Ramadan datang menyapa
Di saat hati lebih dekat
pada langit yang Maha Mendengar
di saat doa doa terasa
lebih mudah menemukan jalannya
Apa yang lama kita pinta
akhirnya dijawab dengan cara yang indah
bukan dengan tergesa
tetapi pada waktu yang paling tepat dan penuh berkah
Jarak itu pun runtuh
perlahan tanpa suara
dan kita kembali dipertemukan
bukan hanya sebagai rindu yang terpisah
Namun sebagai dua insan
yang kini benar benar bersama
dalam satu atap kehidupan
yang dulu hanya kita sebut dalam doa
Rumah itu kini nyata
bukan lagi bayang bayang harapan
tetapi tempat kita saling pulang
setelah perjalanan panjang penuh ujian
Aku menatapmu
dan mengingat semua yang telah kita lewati
dari awal yang tak pernah jelas
hingga akhir yang akhirnya pasti
Dan aku mengerti kini
mengapa cerita ini terasa begitu panjang
karena ia bukan sekadar kisah
melainkan perjalanan iman dan keteguhan
Kita adalah bukti
bahwa cinta yang dijaga dengan doa
akan menemukan jalannya
meski harus melewati waktu yang tak sebentar
Ini bukan lagi
tentang yang tak pernah usai
melainkan tentang kisah
yang telah selesai diuji dan kini mulai hidup yang baru
Bersamamu
di rumah yang kita perjuangkan
aku tahu
semua penantian itu tidak pernah sia sia
Kreator : Ramlah (Ellani)
Comment Closed: BAB 5. Rumah yang Kembali Kita Temukan
Sorry, comment are closed for this post.