Setelah semua itu
aku belajar berdiri kembali
mengumpulkan serpihan hati
yang pernah jatuh berkali kali
Ikhlas bukan berarti tanpa luka
ia adalah cara bertahan
sambil tetap berjalan
meski rindu tak pernah benar benar hilang
Hari hari kulewati
dengan doa yang tak lagi bertanya “mengapa”
melainkan belajar menerima
segala yang telah Engkau tetapkan sebagai takdirku
Di antara sunyi yang panjang
aku masih memiliki satu sandaran
sosok yang tak banyak bicara
namun selalu ada menguatkan
Ayah…
Dalam diamnya
ia menjadi rumah kedua setelah kepergianmu
menjadi tempatku kembali
saat dunia terasa terlalu berat untuk kupikul sendiri
Ia tak selalu menghapus air mataku
namun kehadirannya cukup
untuk membuatku percaya
bahwa aku tidak sepenuhnya sendiri
Lima tahun lebih aku melangkah
menjalani hidup tanpa suami di sisi
belajar kuat
meski sering kali harus menenangkan diri sendiri
Dan aku pikir
aku sudah cukup tangguh
menghadapi kehilangan
yang dulu pernah menghancurkanku
Namun hidup kembali menguji
pada titik yang paling rapuh
ketika aku mulai merasa mampu berdiri
Engkau kembali memanggil sandaran terakhirku
Ayah…
Kali ini hatiku runtuh
dengan cara yang berbeda
lebih dalam
lebih sunyi
lebih kehilangan arah
Tak ada lagi tempatku bersandar
tak ada lagi suara yang diam diam menguatkan
dan untuk sesaat
aku benar benar merasa sendiri dalam kehidupan
Aku bertanya dalam hati
ya Allah, sekuat apa lagi Engkau ingin aku bertahan
setelah satu per satu
yang kucintai Engkau panggil pulang
Air mata kembali jatuh
lebih deras dari sebelumnya
karena kini bukan hanya pasangan
tetapi juga ayah
yang menjadi bagian dari separuh kekuatanku
Namun di antara tangis yang panjang
aku kembali diingatkan
bahwa Engkau tak pernah meninggalkan
meski semua terasa telah hilang
Ayahku bukan hilang
ia hanya pulang lebih dulu
ke tempat yang sama
di mana orang yang kucintai menungguku
Dan aku di sini
melanjutkan perjalanan
dengan doa yang semakin panjang
dan hati yang belajar semakin dalam tentang kehilangan
Mungkin aku tak lagi memiliki sandaran di dunia
namun aku memiliki-Mu ya Allah
yang tak pernah pergi
yang tak pernah meninggalkan
Dan kini aku mengerti
bahwa yang tak pernah usai bukanlah luka ini
melainkan kekuatan
yang Engkau tanamkan diam diam dalam diriku
Aku akan tetap berjalan
meski sendiri
meski pelan
meski kadang harus berhenti untuk menangis
Karena aku percaya
di balik semua kehilangan ini
Engkau sedang menyiapkan
pertemuan yang lebih indah di kehidupan yang abadi
Dan sampai saat itu tiba
aku akan terus hidup
dengan doa
dengan sabar
dan dengan cinta yang tak pernah benar benar pergi
Kreator : Ramlah (Ellani)
Comment Closed: BAB 7. Sandaran yang Kembali Dipanggil
Sorry, comment are closed for this post.