Aku menyimpan rindu
yang tak lagi punya tujuan pulang
pada dua nama yang selalu hidup
di setiap detak yang kupaksakan kuat
ayah…
dan engkau, suamiku…
Waktu berjalan, katanya
namun rinduku tetap tinggal
tak ikut beranjak
ia menetap, diam…
tapi terasa begitu dalam
Ayah…
aku masih anakmu yang dulu
yang sering keras kepala
yang sering tak mendengar
namun kini…
aku justru mencari suaramu
di antara sunyi yang panjang
Aku rindu nasihatmu
yang dulu terasa biasa
kini menjadi sesuatu yang sangat berharga
yang tak bisa lagi kudengar
meski hanya sekali
Dan engkau… suamiku…
tempatku pulang yang kini telah tiada
aku rindu caramu menguatkanku
saat dunia terasa terlalu berat
Suamiku…
aku butuh kehadiran sosokmu
saat anak-anak mulai tak mendengarkan nasehatku
aku berdiri sendiri di hadapan mereka
menjadi kuat, meski hati sering goyah
Aku sering terdiam
membayangkan…
andai engkau masih ada
pasti engkau akan membantu menenangkan mereka
dengan caramu yang bijak
yang selalu berhasil membuat segalanya lebih mudah
Aku ingat…
saat aku lelah bekerja
saat tugas terasa begitu berat
andai engkau ada
pasti engkau akan datang
membantuku tanpa banyak kata
Mungkin hanya dengan senyummu
atau dengan kehadiranmu di sampingku
itu sudah cukup
untuk membuatku merasa tidak sendiri
Kini…
aku menjalani semua sendiri
menjadi kuat untuk anak-anak
menjadi sabar untuk keadaan
meski sering kali…
aku hanya ingin menangis tanpa suara
Air mata ini jatuh
tanpa tahu waktu
kadang di tengah kesibukan
kadang di sunyi malam yang panjang
kadang hanya karena kenangan kecil
yang tiba-tiba hadir tanpa izin
Aku lelah…
tapi aku harus tetap berjalan
karena ada harapan
yang masih harus kujaga
Ayah…
Suamiku…
jika kalian bisa melihatku dari sana
aku hanya ingin kalian tahu
aku berusaha sekuat mungkin
Aku menjaga apa yang kalian titipkan
aku menjalani hidup yang kalian tinggalkan
meski tak mudah
meski sering terasa rapuh
Aku percaya…
kalian kini berada di tempat yang lebih indah
lebih tenang
di sisi Sang Pencipta
Dan di setiap doa yang kupanjatkan
aku selalu menyebut nama kalian
dengan rindu yang tak pernah berkurang
Jika suatu saat nanti
Allah mempertemukan kita kembali
aku ingin memeluk kalian lebih lama
dan berkata…
“Aku kuat… karena kalian pernah ada”
Kreator : Ramlah (Ellani)
Comment Closed: BAB 8. Rindu yang Tak Pernah Usai
Sorry, comment are closed for this post.