
1. Mulai Menulis
Menunggu kesempurnaan datang adalah suatu hal yang mustahil, mau sampai kapanpun dan dimanapun kita tidak akan pernah bertemu dengan kesempurnaan. Hal yang terbaik yang sebaiknya kita lakukan adalah berdamai dengan ketidaksempurnaan dan mulai untuk melakukan hal kecil dari sekarang.
Setelah menyelesaikan rutinitas pagi; menyiapkan bekal dan sarapan untuk anak-anak dan suami, mengantar anak-anak ke sekolah, memastikan ada yang dimakan untuk hari ini, membersihkan semua peralatan makan yang sudah dipakai hari ini dan membereskan kamar serta rumah untuk memastikan bahwa bahwa tidak ada sampah dan barang-barang kemarin yang masih berantakan di luar dan tidak pada tempatnya.
Memulai untuk mencintai diri sendiri dengan cara mendengarkan podcast yang menutrisi batin dan isi kepala, berjemur untuk Kesehatan badan, mengisi baterai kamera digital yang sudah lama tidak terpakai agar bisa bisa dipergunakan Kembali untuk suatu hal yang bermanfaat, menulis di laptop secara offline semoga semangat terjaga dan juga bagian dari program “Do It Now “ untuk diri sendiri.
Bismillah, semoga terjaga dan berkelanjutan in syaa Allah.
Don’t be a perfectionist ;
“Perfectionism is a disease. Procrastination is a disease. Action is the cure.” Richie Norton
Done is better than perfect.
2. Berjemur dan Mengambil Gambar
Semalam, sebelum tidur membekali diri dengan tontonan yang lumayan singkat untuk menutrisi diri setelah selesai melakukan belajar Bersama teman-teman Kampung Inggris Online via Google Meet. Tontonan ini terkait dengan self-improvement. Ada beberapa kegiatan sederhana yang bisa dilakukan di pagi hari untuk memancing dan meningkatkan produktivitas, yaitu :
Terlihat sederhana dan mudah, tapi untuk melakukan memang butuh pembiasaan terus-menerus dan kesadaran diri akan bermaknanya hal ini bagi jiwa dan raga. Setelah melakukan rutinitas pagi terkait dengan anak dan suami maka saya pun melanjutkan aktivitas yang lain. Saya melanjutkan berjemur di jam 9-an sambil menggerakkan beberapa anggota badan dan memberikan afirmasi positif ke tubuh untuk mengucapkan rasa syukur atas hal baik yang sudah Allah SWT berikan sampai dengan hari ini, Alhamdulillah ‘ala kulli haal.
Agar berjemur agak lebih lama, saya pun mengambil kamera yang baterainya sudah saya isi kemarin, sedikit mengotak-atik tombol dan menu yang sudah sangat jarang saya operasikan, kemudian mengambil gambar dan objek di lingkungan saya berjemur.
Semoga berkelanjutan dan diberikan semangat serta keistiqamahan untuk melakukan program pengembangan diri ini dengan penuh rasa syukur, bahagia dan energi yang positif.
3. Tidur Siang Di Akhir Pekan
Terdengar sederhana, namun sangat berarti sekali bagi seorang Ibu, bisa tidur siang saat weekend tanpa memikirkan antar jemput dan hal lain yang terkait dengan rutinitas dari Senin sampai Jum’at. Semangat dan raga terasa terisi kembali setelah lima hari bergelut dan bertarung dengan rutinitas yang tidak ada habisnya. Ini toh yang namanya quality time dan baru terasa setelah menjadi Ibu, sebelum menjadi Ibu hal ini adalah perkara biasa dan bahkan sampai kebablasan, juntrungannya jadi bad habit yang membuat waktu menjadi tidak produktif.
Tidur siang setelah selesai makan siang dan sholat dzuhur serta urusan makan suami dan anak-anak selesai adalah hadiah mingguan terindah bagi seorang Ibu, stop dulu urusan-urusan luar dan domestik, fokus merawat diri sendiri dan produktif untuk hal-hal kecil yang masih berserakan. Bismillah dimudahkan semuanya.
4. Berdamai dengan Keadaan
Setiap hari ada saja hal-hal kecil yang menyulut emosi dan perasaan. Seperti halnya mesin air yang rusak sehingga tidak bisa memasak dan melakukan aktivitas domestik lainnya. Ada gejolak jiwa dan kekesalan dalam diri yang terbentuk ketika berhadapan dengan hal ini. Belajar pelan-pelan untuk memahami ini adalah kurikulum khusus untuk pengembangan diri. Awal-awal, kita harus menerima rasa kesal dan tidak nyaman tersebut, namun pelan-pelan kita pun harus mengkonversi perasaan tersebut menjadi hal yang biasa saja dan mengalihkan dalam kegiatan yang lain yang tidak berhubungan dengan masalah utama tersebut namun masih bisa terpenuhi tujuannya.
Contohnya adalah Ketika mesin air rusak sehingga kita tidak bisa memasak, maka kita pun harus mengubah mindset dari yang biasanya memasak (mungkin) ke membeli yang sudah langsung jadi yang ada di sekitar rumah kita. Atau bisa juga memasak di rumah dengan sederhana; merebus telur dengan menggunakan air galon, dadar telur ditambahkan sayuran berupa lalapan timun yang bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak terlebih dahulu. Dengan cara ini, membuat kita tidak terlalu terikat dengan kesempurnaan dan memberikan ruang dalam diri kita untuk bisa menerima hal yang terjadi di luar kendali kita.
“Biarkanlah hari-hari itu berbuat semaunya, biarkan hari-hari bertingkah semaunya. Tegarkan dan lapangkan jiwa tatkala takdir menjatuhkan ketentuan dan jangan gelisah oleh peristiwa malam” _Imam Syafi’i_
5. Puasa Sosial Media
Sebagai seorang muslim sedari kecil kita sudah diajarkan untuk berpuasa wajib di bulan Ramadhan selama 1 bulan, Alhamdulillah kita belajar bagaimana rasanya lapar dan haus serta menahan nafsu. Seiring dengan perjalanan usia dan pemahaman, kita pun belajar dan melakukan puasa-puasa sunnah yang lain, apakah itu puasa Senin Kamis, Puasa Syawal, Puasa Daud, Puasa Ayyamul Bidh dan puasa-puasa sunnah yang lain. Kita pun jadi semakin belajar tentang essensi puasa sebenarnya, tak sekedar menahan lapar dan haus, namun di balik itu semua puasa juga mengajarkan kita tentang self-control.
Di era teknologi digital yang perkembangannya sangat cepat ini, informasi membanjiri kehidupan sehari-hari kita. Seringkali kita tidak bisa membedakan mana yang benar-benar kita perlukan dan mana yang tidak. Kadang-kadang memang perlu untuk berpuasa dari sosial media beberapa hari atau minggu, bahkan jika memang mungkin boleh beberapa bulan. Konsekuensinya adalah memang kita akan kehilangan beberapa informasi yang saat itu lagi viral, tak masalah rasanya tidak tahu beberapa saat untuk memberikan ruang pada diri dan pikiran untuk mengosongkan dirinya dari intervensi eksternal yang boleh jadi memberikan dampak yang kurang baik bagi diri.
Dengan cara tidak terlalu sering update status, berkomentar yang tidak perlu serta membalas setiap chat yang masuk seperlunya. Setiap orang memang punya kepentingan berbeda-beda dalam menggunakan sosial media. Berpuasa di sini maksudnya mengurangi interaksi yang tidak perlu dengan sosial media, apakagi sengaja berlama-lamaan untuk scrolling informasi yang seringkali tidak kita butuhkan dan informasi yang sudah kita scrolling tersebut seringkali memberikan efek negatif pada pikiran dan diri kita.
Jika ingin tetap mempergunakan sosial media, pergunakanlah secara bijak dengan cara menyaring informasi yang masuk dan tidak peduli dengan hal yang tidak ada kaitannya dengan kita agar tidak berseliweran di halaman sosial media kita.
6. Menikmati Moment Saat Ini Lepaskan Kemelekatan diri dan Nikmati Hari ini
Ada dua hal yang melalaikan kita menikmati saat ini, yaitu penyesalan masa lalu dan kekhawatiran masa yang akan datang. Terlalu larut dalam penyesalan masa lalu membuat kita tidak bisa bergerak dan banyak termenung meratapi berbagai kesalahan dan kekecewaan masa lalu. Terlalu khawatir dengan masa yang akan datang juga membuat kita tidak produktif dan memiliki mental menunda dan menunggu kesempurnaan datang.
Menerima dan menikmati moment adalah dua hal yang bisa dilakukan untuk melawan kedua hal di atas. Dengan menerima penuh keikhlasan dan lapang dada atas semua hal yang terjadi hari ini membuat batin kita tercerahkan dan gerak kita semakin terlatih. Kita pun bisa menikmati setiap moment yang ada penuh kesadaran dan penuh makna. Alhamdulillah ‘ala kulli haal.
Menerima bahwa kita gagal, menerima kita sedang tidak baik-baik saja, menerima kita sedang kecewa, menerima kita sedang marah, menerima kita sedang tidak menyukai suatu hal, menerima kita sedang future, menerima kita sedang tidak memiliki uang, menerima kita sedang gelisah dan banyak pikiran, menerima kita sedang tidak bersemangat. Setelah menerima semua rasa itu, Langkah berikutnya adalah bergerak untuk mengkonversi rasa-rasa yang tidak nyaman dan tidak sesuai tersebut dengan cara melakukan hal sederhana yang bis akita lakukan saat ini. Jika kita hanya bisa membaca buku, maka lakukanlah. Jika kita hanya bisa menulis atau mengetik maka lakukanlah. Jika kita hanya bisa memasak untuk membuang semua rasa tersebut maka buatlah masakan yang sesuai selera. Jika kita bisanya dengan cara bercerita dengan teman-teman dekat maka luapkan semua perasaan itu kepada mereka agar terbuang semua energi negatif dalam diri. Kemudian berdoalah dan meminta petunjuk kepada Allah SWT agar selalu membimbing setiap gerak-gerik dan keadaan kita. Bismillah, semoga diberikan cahaya dan keberkahan dalam setiap Langkah.
“Hanya dengan kaca mata iman kita bisa menemukan keindahan dalam setiap takdir kehidupan” Ibnul Qayyim Al Jauziyah
7. Mulai Berolahraga Ringan
Di era teknologi informasi ini, ajakan untuk duduk dan rebahan di kasur adalah hal yang begitu dominan mengisi ruang hati dan pikiran, keinginan untuk bergerak ke luar terasa begitu asing karena merasa asyik melihat dunia luar hanya melalui gadget saja. Ada hal yang harus dipaksakan untuk memulai diri ke luar, sekedar berjalan beberapa langkah, menyapa tetangga atau orang-orang yang kita temui di luar dan kemudian kita jadikan habit untuk bisa beristiqomah melakukan olahraga ringan.
Bismillah, yuk kita mulai hari ini bergerak dan berniat untuk olah raga ringan walaupun sekedar berjalan kaki beberapa langkah di rumah.
8. Update Jurnal Harian
Salah satu cara untuk melepaskan emosi dan curahan-curahan hati adalah melalui tulisan, salah satunya adalah dengan menuliskan perasaan-perasaan yang sedang dirasakan atau menuliskan hal-hal yang akan dikerjakan. Bisa juga menuliskan hal-hal yang sudah dikerjakan agar menjadi penyemangat dan evaluasi untuk dijadikan bahan self-improvement harian.
Dalam jurnal harian tersebut bisa juga dibuat challenge-challenge agar bisa membuat diri kita terstimulasi dan istiqamah dalam kebaikan.
9. Set fokus
Begitu banyaknya pilihan informasi dan hiburan yang ditawarkan oleh sosial media sehingga membuat kita mudah sekali terdistorsi untuk melakukan satu hal secara optimal. Fokus, adalah hal yang begitu mahal saat ini. Untuk benar-benar mewujudkan perasaan fokus yang maksimal memang dibutuhkan keseriusan dan kesadaran bahwa hal ini benar-benar penting, jika tidak hal fokus yang sedang kita kerjakan menjadi berantakan.
Multitasking membuat jangkauan fokus kita menjadi tidak terarah, alih-alih menyelesaikan suatu hal, malah melakukan hal lain di luar agenda utama kita. Yuk kita sama-sama belajar fokus dimulai dari hal kecil, letakkan HP jika memang tidak perlu agar tidak ada gangguan untuk sekedar scrolling atau chatting hal yang tidak begitu perlu. Semoga tumpukan resolusi yang berupa tulisan, bisa kita wujudkan dalam bentuk tindakan.
10. Stop Multitasking
Kita tidak perlu melakukan dan menyelesaikan banyak hal dalam waktu bersamaan agar otak dan fisik kita tidak kelelahan, tapi lakukan satu persatu dengan penuh kesadaran dan hati serta 100% fokus pada pekerjaaan yang sedang kita kerjakan.
Kita tidak sedang dikejar target oleh siapapun, kita hanya butuh keseimbangan dalam diri kita untuk terus bergerak dan berpikir secara lebih sehat.
11. Singkirkan hal-hal Remeh
Di setiap hal yang akan kita lakukan untuk mencapai tujuan harian ataupun periode tertentu, kita selalu dihadapkan [ada hal-hal remeh yang mengganggu, sebisa mungkin jangan menggubrisnya dan ajarkan diri sendiri untuk tetap fokus pada tujuan tersebut dan bukan pada hal remeh yang tidak ada kaitannya dengan tujuan yang kita capai.
Sebut misalnya : membaca status orang, memikirkan apa yang distatuskan orang, menonton short/reel secara tidak terkendali, berbelanja hal-hal yang tidak diperlukan hari ini, berbicara atau chatting tanpa arah dan lain-lain
Kreator : Iswarti Utami
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]
Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]
Part 15: Warung Kopi Klotok Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]
Part 16 : Alun – Alun Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]
Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]
Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]
Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]
Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,, begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]
Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]
Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]
Comment Closed: Do It Now !!!
Sorry, comment are closed for this post.