KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Elegi Asa – Episode 4.6 Pengagum Rahasia

    Elegi Asa – Episode 4.6 Pengagum Rahasia

    BY 24 Sep 2026 Dilihat: 19 kali
    Elegi Asa - Episode 4.6 Pengagum Rahasia_alineaku

    Jam tangan Yunita menunjukkan pukul 20.00 WIB. Saat itu, Yunita masih asyik mengerjakan kasus di ruang Biro Kesuma Elok. Sementara itu, Tiara tertidur di meja sebelah, dengan laptop yang masih menyala. Di ruangan lain, Gunadi masih menerima beberapa klien yang mengadukan masalah anak-anak mereka. Rata-rata, anak-anak tersebut dipaksa berkarier di instansi tertentu hingga akhirnya mengalami gangguan kesehatan mental yang berkepanjangan.

    Gunadi kemudian keluar ruang periksa dan sepasang orang tua pun berpamitan dengan Gunadi sambil tertawa formal.

    Selanjutnya, Gunadi berjalan ke arah Tiara sambil berusaha membangunkannya. 

    “Eh, bangun. Ayo persiapan balik,” ucap Gunadi. “Yun, udah malam. Ayo pulang, besok lagi.”

    “Hm … Oke,”  jawab Tiara sambil menggosokkan mata dan menggeliat.

    “Wait, ini udah jam sembilan?! Aduh, dari tadi aku tidur terus, dong,” keluh Tiara.

    “Yun, kamu udah beres buat laporannya, ya? Ya ampun, aku malah dari tadi tidur. Hehe,” ujar Tiara sambil menoleh ke arah Yunita.

    “Udah, dong. Soalnya besok aku harus menangani kasus baru lagi bareng Thomas,” ujar Yunita sambil membereskan berkas dan laptop.

    “Wow, keren. ayo kita antar kamu,” ujar Gunadi sambil membawa kunci mobil lalu beranjak pergi menuju garasi. Tiara dan Yunita mengikuti, sambil melihat ke segala arah, takut ada berkas yang masih tertinggal.

    “Wah, kayaknya ada yang ketinggalan,” ujar Yunita dalam hati, sambil membawa dompet yang berisi foto Ilham. 

    Saat hendak berjalan keluar, Yunita mengamati foto di atas meja bufet yang berada di depan ruang tamu.

    “Lha, ini foto reuni teman angkatan kita kan?” ujar Yunita setengah berteriak. Sayangnya, Gunadi dan Tiara sudah masuk ke dalam mobil sehingga tidak mendengar suaranya. 

    “Aku bawa aja deh,” ucap Yunita, lalu memasukkan foto tersebut ke dalam tas kerjanya.

    Masih jelas dalam ingatan di acara reuni itu ada sosok misterius. Namanya Nades, teman satu kelas Yunita yang sejak dulu sering stalking Yunita.

    “Lho kenapa kepikiran kesitu sih?” tanya Yunita dalam hati. 

    Biasanya, lelaki itu suka sekali mengenakan jaket kulit hitam yang sudah lusuh. Sepertinya jaket itu milik ayahnya yang merupakan pensiunan polisi. Yunita enggan berspekulasi. Dirinya hanya teringat pada saat reuni sekolah di tahun 2000.

    Saat itu, Yunita sedang berjalan menuju aula kelas. Nades membuntutinya dari belakang. Namun, ketika Yunita hendak menyapa teman lainnya, Nades tiba-tiba menghilang dari kerumunan. Yunita melangkah sedikit ke depan dan mendapati Thomas, Ilham, serta Amran sedang asyik bercerita. 

    Kala itu, tahun 2000, Yunita masih menggelengkan kepala sembari bertanya, “Thomas, mau tanya, kalau Nades kamu lihat nggak?” 

    Thomas seketika terdiam dan menatap heran Yunita. 

    “Emang ada apa sih, Yun?” tanya Thomas. 

    “Nades sudah beberapa tahun nggak ada kabar. Katanya sih sejak dia tidak diterima menjadi polisi agak sedikit sakit mental,” ujar Thomas berbisik. “Tapi, aku belum lihat lagi itu orang. Tadi, sobatnya, Si Agus, pun sendirian datang kemari.”

    “Sudah lah, ngapain dicari. Semoga aja dia sehat sekarang, okay?” ujar Thomas meyakinkan Yunita. Sementara Yunita masih berfikir, Nades masih berada di area reuni itu.

     

    “Hey, ngelamun lagi!!” Tiara mencolek pipi Yunita, yang sedikit kaget.

    “Aduh, kagetnya. Oh, sudah sampai ya. Makasih ya, kalian sobatku yang paling baik,” ucap Yunita. Ia pun turun dan berjalan ke arah teras rumahnya sambil melambaikan tangan.

    Mobil Gunadi dan Tiara pun  segera berlalu. Yunita menapaki langkah menuju pintu rumah, sesekali menghela nafas panjang dan ibunya menyambutnya di ujung pintu. 

    “Alhamdulillah, akhirnya udah pulang anak Mamih,” ucap Bu Agriani lega sambil memeluk dan membawa tas tugas Yunita. 

    Sementara itu, dari kejauhan, seorang lelaki berjaket kulit lusuh sedang menatap tajam ke arah rumah Yunita. Sambil memperhatikan jam dan menunggu Yunita menyalakan lampu kamar, lelaki itu mengamati dari luar kemudian lampu pun mati, dan sang lelaki tersebut menaiki kembali motornya dan deru suaranya menghilang di tengah gelapnya malam.

    Yunita segera melihat ke arah jendela dan hanya melihat bayangan motor itu berlalu.

    “Memang benar, Tiara nggak salah,” ujar Yunita dalam hati, masih memperhatikan motor yang melaju di balik jendela kamarnya. 

    Malam itu sudah menunjukkan pukul 23.30 WIB, Yunita pun bergegas  tidur. 

    Sebelumnya, ia melihat isi pesan dan sebuah foto yang dikirim seseorang. Sebuah foto usang saat di kelas tiga dulu, masih berseragam sekolah, enam orang lelaki dan satu wanita sedang tertawa lepas. 

    “Tebakanku tepat jika yang wanita adalah aku,” desak Yunita dalam hati. 

    Dan, di dalam foto itu, ke lima lelaki itu adalah Thomas, Amran, Ilham, Doni dan … Nades.

    “Semoga semua sahabatku sehat, kecuali kamu, Mas Ilham. Yang tenang ya disana. Semoga diberikan jalan kubur yang terang,” ucap Yunita merapal doa. 

    Ketika hendak memejamkan mata, dering pesan masuk berbunyi lagi.

    “Aku masih mencintaimu, Yun…”

     

    Yunita terduduk sambil menghela nafas panjang setelah membaca pesan tersebut.

    ”Ternyata aku punya pengagum rahasia.” 

    Yunita pun segera menutup ponselnya dan memaksakan diri untuk memejamkan mata. Malam itu menambah kesyahduan ketika suara angin dan bunyi lonceng kecil di  jendela tetangga seberang rumahnya menemani lamunan Yunita kembali, hingga terlelap.

     

     

    Kreator : Yusi Hariyumanti (Uchi)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Elegi Asa – Episode 4.6 Pengagum Rahasia

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021