KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Elegi Asa

    Elegi Asa

    BY 01 Jun 2026 Dilihat: 6 kali
    Elegi Asa_alineaku

    Bab 1: Sunyi dalam jingga keheningan

    Episode 1A. Awal dengan Kesunyian

    Serta merta jendela itu terbuka, Ketika senja Mentari membenamkan diri dalam nuansa orange kala itu. Yunita segera menutup jendela kamar villa yang sedari pagi terbuka. Hawa sore menjelang malam masih dengan setumpuk data di meja kamar villa itu, Yunita pun segera beranjak menuju ruang tamu disana ada Tiara sahabatnya yang sedang asyik menonton drama china kesukaannya.

    “Kamu nggak jalan-jalan sore ini di Villa ini Tie, “Ujar Yunita menepuk punggung sahabatnya.

    “Nggak ah, masih episode terakhir nih dari trilogy kisah Eternal Love.” Desak Tiara

    Yunita hanya menggelengkan kepala dan Kembali melamun tentang hal yang dialaminya tadi siang di pelataran villa. Dia melihat sosok pemuda yang ditemuinya saat itu di dekat villa itu, sosok yang dikenalnya Ketika dulu saat SMA. Pemuda itu masih mengenakan seragam Polisi dan berjalan menuju desa sebelah utara. Sepertinya berdinas, Yunita berbicara sendiri, namun jelas postur badannya tak asing. Sambil mengingat beberapa hal yang pernah ditelusuri dengan kehadiran pemuda itu.

    Ya jelas Yunita lebih asyik melamunkan kondisi beberapa kasus yang ditanganinya di kantor, dan sambil menganalisis beberapa kasus untuk kekerasan dalam rumah tangga lebih didera oleh para wanita, karena rata-rata lebih banyak mengumbar prasangka. Entah prasangka sebelum kejadian KDRT atau setelahnya. Teringat lagi dengan berkas yang dianalisisnya di 2 jam ke belakang. Yunita kemudian melangkah Kembali ke ruangan baca, dan mengetik dengan asyiknya. Sementara Tiara asyik menonton drama.

    Dalam keheningan dan kesenyapan malam itu, Yunita menyelesaikan dua kasus berjalan untuk masalah Psikologi Forensik, ia memang sangat menyukai kasus dan secara kebetulan menjadi tenaga freelance sebuah biro Psikologi untuk menangani korban dan kasus Masyarakat yang berkisar masalah Perempuan dan anak.

    Malam semakin larut suara derak orang melangkah terdengar di luar dan kemudian mengetuk pintu.

    Tok … Tok … Tok …

    “Assalamualaikum. Punten neng,” suara di luar terdengar seperti pemilik villa, Mang Ujang.

    “Waalaikumsalam, Iya Mang Ujang sebentar,” ujar Yunita setengah mengantuk, dilihat TV masih menyala dan Tiara mulai tertidur. Dan pintu pun terbuka, “Ada Apa ya Mang?” ujar Yunita bergegas,

    “Iya neng, ini tadi ada bapak polisi menanyakan siapa yang menginap disini, ya mamang jawab neng Nita, trus dia bilang besok mau bertemu untuk urusan kantor katanya neng?,” seru Mang Ujang

    “ iya mang, kalem nggak apa-apa mungkin mencari informasi kasus atau yang lainnya barangkali, sendiri dia mang?” Yunita balik bertanya,

    “ Berdua neng, ada papan Namanya neng, satu Pa asep, satu lagi Thomas?”ujar mang Ujang, “baik kalua begitu sudah dulu ya neng, mamang mau cek villa sebelah lagi katanya ada penghuni baru, dari Bandung katanya neng, sebentar ya neng, Assalamualaikum.” Mang ujang sambil membawa senter segera pergi menuju Villa arah utara.

    Yunita pun menutup pintu, dan bayangan hitam tampak terlihat di balik Semak-semak seperti sosok pemuda tadi yang memakai seragam polisi, namun saat itu dilihat oleh Yunita seperti memakai jaket kulit. Setelah dikunci, dengan masih mengernyitkan dahi, Yunita segera menutup gorden villa itu dan membangunkan Tiara untuk tidur dikamar.  

    Kamar Mereka terpisah, karena Yunita lebih asyik mengerjakan tugas kantor sambil sesekali mendengarkan music klasik Beethoven, sesuatu yang lebih mengasyikkan Ketika harus mendengarkan alunan biola berdenyut dan berdering nyaring. Tiara sangat tidak paham soal itu, akhirnya mereka di kamar terpisah. Tiara bekerja sebagai staf HRD disalah satu Perusahaan, dia merupakan sahabat Yunita sejak kuliah. Mereka Bersama kuliah di Fakultas Psikologi. Dan mereka menginap di villa daerah Batu karas Pangandaran, untuk berlibur. Namun Kebiasaan Yunita membawa berkas ke tempat liburan selalu dia lakukan, Tiara sering merasa kesal, namun akhirnya mereka pun terbiasa melakukan rutinitas liburan dalam 5 tahun terakhir Bersama.

    Malam itu waktu sudah menunjukkan jam 23.00 WIB, masih terdengar orang lalu Lalang menuju Pantai, ada sesekali suara orang berkendara motor, dan deru ombak terdengar di sela-sela detak laptop yang diketik oleh Yunita. Kasus kedua yang dibahasnya Adalah kasus pembunuhan dari peristiwa KDRT di wilayah Ciamis, Analisa Yunita dari kasus yang ditanganinya bahwa sang Perempuan tertekan setelah memperoleh anak, dan usia pasangan suami istri tersebut sangat belia usia 14 dan 18 tahun, sehingga saat mempunyai anak dengan keterbatasan ekonomi, suaminya melempar anak yang baru dilahirkan istrinya keluar jendela kamar, Saat mengetik kata kamar, “krak”, suara orang lewat di dekat jendela tempat Yunita mengetik dan sontak Yunita Kaget.  Yunita enggan melihat siapa di dekat jendela itu, dan segera masuk tempat tidur untuk bergegas tidur, Hmm, sepertinya perlu tidur aku malam ini, “ desahnya. Yunita pun memejamkan mata, dan derap orang melangkah di luar menjauh dari jendela sangat terdengar jelas, Yunita hanya menghela napas, ia berharap segera pagi saat itu, jelas sangat sunyi malam itu karena otomatis saat laptop tertutup, music pun mati.

    Sementara di luar, sosok bayangan yang selalu mengamati rumah villa yang sedang ditempati Yunita  memang ada, dan ia bergegas menuju utara.

    Episode 1B. Temaram itu pun menghangatkan

    Saat pagi hari, Yunita berjalan ditepi Pantai mengais butir pasir yang tersebar, dan menuliskan beberapa kata tentang kehidupan dan arti hidup, didepannya terbentang Pantai yang indah, dalam sunyi Yunita menghela napas bahwa dengan bersyukur dan mensyukuri karunia ini berarti telah melewati sejumput asa untuk diraih, desak hatinya, Yunita masih berjalan di pagi itu menikmati sunrise yang hangat dan sejuk, sesekali dia melihat diujung jalan sosok bayangan semalam masih ada, namun Yunita tak mau menggubris, ia menikmati pagi itu sebelum kepulangannya ke Bandung esok paginya.

    Sambil mencari beberapa spot menggunakan handphone Yunita pun memfoto beberapa bagian yang bisa diambil dan menjadi koleksi untuk bahan Analisa dan tulisannya kelak, pikir Yunita, ia kemudian menghampiri Tiara yang asyik mencari kerang, “kebiasaanmu itu, sini aku foto,” desak Yunita.

    Tiara memposekan badannya dan mengarah ke Pantai dengan menyebut, “fotoku ingin lebih natural Yun, jadi begini aja ya…hehe,” ujar Tiara mengibaskan rambut panjangnya dan kemudian menghadap Pantai.

    Tanpa terasa waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB pagi, Yunita dan Tiara pun bergegas menuju Villa, untuk membuat beberapa sarapan pagi, Yunita berfikir dalam hati bahwa segala yang dilaluinya saat itu tetap menjadi momen menyenangkan dan menjadi awal untuk melangkah pasti. “heh, melamun aja, udah jangan dipikir lagi mas siapa itu Namanya Ilham Sutomo, seorang tentara yang entah sekarang bertugas Dimana tuh, yang penting dirimu tetap semangat ya, buat karya menyenangkan dari hidup ini,” ujar Tiara menghibur. Sambil memasak pancake telur ala Batu Karas, mereka pun tertawa bersama, dan tetap Yunita merasa seperti ada yang mengawasinya. Meski itu hanya pikirannya, namun dia yakin sosok itu kenal dengannya.

    Yunita melihat handphone Kembali Ketika itu Nampak foto Pantai Bersama seseorang pujaan hatinya yang disebut Tiara, Mas Ilham Sutomo sang Pilot Udara teman SMAnya, ada di foto picture laman Handphonenya, “apakah masih perlu kusimpan setelah beberapa waktu lalu, sempat terdengar kabar dari teman-temannya, dia bertugas di Papua Barat, dan tak terdengar kabar Kembali”, ujar Yunita dalam hati, sambil Kembali bercengkrama dengan Tiara dan pancake pagi itu terasa hangat.

    Episode 1.c. Suasana itu perlu makna

    Yunita bergegas melihat isi dompet saat sore itu ditepi Pantai Batu karas Bersama sahabatnya Tiara, dengan masih ada beberapa lembar uang ratusan dan sedikit receh, mereka bergegas membeli beberapa ikan asap dan ikan laut untuk dimasak berdua, sambil kemudian terdengar telpon berdering milik Tiara “ iya mas Gun, mau nyusul dating nggak atau dikirimkan oleh-oleh aja.” Desak tiara sambil pilih-pilih ikan. Yunita hanya tersenyum.

     “Iya, dibungkusin aja ya, yang ikan asap sepertinya enak nih.” Ujar Tiara sambil kemudian video call dengan sang pacar.

     “Hai,” ujar Gunadi di seberang.

    “Hai, lagi. Tumben nggak ada meeting hari ini Gun,” kata Yunita.

     “Nggak lah, kan weekend. Bos besar pada pergi kayaknya. Biasanya padat merayap nih kasus perusahaan. wkwkwk,” ujar Gunadi membalas pertanyaan Yunita.

    “Okay, nih udah aku pisahin ikan asapnya,” ujar Tiara manja. “Dadah udah dulu ya. Bye,” Tiara kembali menutup panggilan saat itu.

    Yunita  dan Tiara kemudian berjalan dari pelelangan ikan ke arah villa rumah yang disewa oleh Yunita kala itu, Villa mang ujang yang kemudian menghampiri dan menyapa dan berkata” neng, mau dibuatkan sambal atau oseng barangkali, kasihan masa makanannya sedikit, “ kata mang Ujang, sebelum Yunita menjawab, mang Ujang menjelaskan Kembali, “ oh iya neng, Kembali tadi ada pemuda mencari neng, tapi sebentar saja, berdiri di dekat rumah mamang seberang villa ini itu di utara, terus mamang tanya, ada perlu apa mas,  terus dia hanya terdiam dan menyebut” yunita disini menginapnya ya?” ujar pemuda itu ya mamang Jawab “Iya neng,  nggak apa kan ya neng?” ujar mang Ujang kemudian, Yunita membalas” Ya harusnya tanya lanjut, anda ada perlu apa, lihat -lihat dari jauh dan mengikuti aku,” desak Yunita kemudian, “ atau barangkali nanya kasus ya,” Mang Ujang menimpali.

    “Ya sudahlah, karena belum jelas, mari kita makan, mang Ujang buatin oseng ya sama sambel,” desak Yunita,” aku masak ikan asap pake sambel hijau dari mamang juga ya, ayo,” ajak Yunita menuju dapur, Tiara dan mang Ujang pun mengikuti, kebetulan dapur villa itu letaknya di samping dan dekat luar pekarangan, sehingga outdoor suasananya dan nyaman.

    Setelah masak dan makan dengan lahap, Yunita dan Tiara Kembali bergegas melanjutkan petualangan menuju Pantai batu hiu saat matahari terbenam, suasananya disana sangat indah, seperti Bali. Yunita menyelipkan beberapa Foto di status IGnya, dan mengatakan suasana itu perlu makna. Dan Kembali Yunita berfoto Bersama pemandangan, Tiara sedang asyik bercerita melalui handphonenya pada siapa lagi kalau bukan Gunadi pujaan hatinya.

    Sore itu sangat menyenangkan bagi Yunita, karena udara sejuk dan cerah, matahari pun tampak menutup menuju pelupuk sebelah barat, warna langit yang semula berwarna biru muda berayun menjadi lembayung senja yang menyenangkan untuk dipandang, padu padan warna biru tua, kearah ungu tersamar dengan jingga orange sangat indah dipandang, Yunita menikmatinya sore itu ia merasa tidak sendiri, Bersama Tiara dan lembayung senja pun membangun diri untuk bangkit dari kelemahannya selama ini, keheningan diri yang belum usai oleh dejavunya rasa kasmaran jiwa. “aku pasti bisa melalui ini semua,” lirih Yunita dalam hati.

     

     

    Kreator : Yusi Hariyumanti HS ( Uchi)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Elegi Asa

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021