Epilog: Jangan Terlalu Baik
Hidup terus berlanjut setelah buku ini ditulis; keinginan, pesan, dan harapan orang lain tidak berhenti. Bukan dunia luar yang berubah, tetapi bagaimana kita memilih untuk menanggapinya. Zhu telah belajar bahwa menjaga diri bukan lawan dari kepedulian dan bahwa menjadi baik tidak berarti selalu berkata “ya”.
Perjalanannya tidak melibatkan perubahan besar yang tiba-tiba, tetapi hanya perubahan kecil seperti mengambil jeda sebelum menjawab, bersikap jujur pada batasnya, dan berani menolak hal-hal yang mengikis dirinya. Setelah itu, ia menemukan bahwa setiap “tidak” yang benar memungkinkan “ya” untuk hal-hal yang benar-benar penting, seperti kesehatan, ketenangan, dan hubungan yang lebih jujur.
Jika Anda melihat sedikit diri Anda sendiri dalam cerita ini, anggaplah itu sebagai undangan yang lembut: untuk mulai memilih, bukan hanya memenuhi; untuk dengan tenang berkata “ya” dan “tidak”. Semoga setelah Anda menyelesaikan buku ini, Anda memiliki ingatan sederhana, “Aku boleh tetap baik, tanpa harus menghilang dari hidupku sendiri.”
Kreator : Dwi Lestari (Ana Phan)
Comment Closed: Jangan Terlalu Baik Epilog
Sorry, comment are closed for this post.