KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Lelaki dalam Bayang Luka

    Lelaki dalam Bayang Luka

    BY 28 Apr 2026 Dilihat: 5 kali
    Lelaki dalam Bayang Luka_alineaku

    Kau datang dulu, dengan wajah tenang,
    Membawa janji, seakan takkan hilang.
    Kupeluk hatimu, kugenggam terang,
    Tak kusangka cinta hanyalah belang.

    Sekian tahun kujalin setia,
    Menganyam rindu dalam doa yang maya.
    Di bawah langit kusulam bahagia,
    Tak kuduga palsu segalanya.

    Kau pilarku, imam dalam rumah,
    Namun sembunyimu busuk dan basah.
    Bersama dia, jiwa kau serah,
    Mengukir dusta di dinding megah.

    Kucium lehermu, aroma laknat,
    Rasa asing yang menusuk tepat.
    Kutanya lirih, kau jawab sesat,
    Demi Tuhan, katamu, tak ada maksiat.

    Namun mataku telah membaca luka,
    Dari layar sunyi, dari pesan durja.
    Satu per satu kutulis nyata,
    Kisah kelam di ponsel tua.

    Kata-kata mesra kepada sesama,
    Panggilan cinta pada dia bermata hampa.
    Apakah ini cinta? Ataukah nista?
    Kau sembah tubuh, tak peduli jiwa.

    Hatiku muntah oleh bau tengik,
    Cinta berubah menjadi retik.
    Kau peluk aku, tanganmu licik,
    Tertawa palsu dalam gerak mimik.

    Di malam senyap, kau bercerita,
    Tentang kerja, lelah, dan dunia fana.
    Namun kau pulang dengan wajah gila,
    Dengan luka baru di bawah dada.

    Kujaga rumah, kutempa harap,
    Kupanggang rindu dengan bara tetap.
    Namun kau tukar hangat peluk lelap,
    Dengan sentuhan kawan gelap.

    Ku pendam marah dalam bantal,
    Ku menangis diam seperti kriminal.
    Kau berjalan tenang, tanpa moral,
    Meninggalkan hatiku sebagai rival.

    Kau sangkal semua, matamu sembilu,
    Namun bibirmu getir, jiwamu kelu.
    Ada aroma dusta di setiap suku,
    Ada luka dalam tatap yang beku.

    Lalu dia datang—temanmu dahulu,
    Mengirim bukti, menusuk kalbu.
    Gambar dan kata, bagai hantu,
    Menyayat dada dalam sunyi syahdu.

    Kau bilang dia pendengki kawan,
    Namun tak bisa kau bunuh kenyataan.
    Kata yang dikirim mengandung hujan,
    Yang menenggelamkan segala harapan.

    Sebenarnya akulah teror malam,
    Bukan dia, bukan dendam kelam.
    Aku adalah badai yang diam,
    Yang kau ciptakan dari tangis yang dalam.

    Ku simpan semua—dari jari ke jari,
    Setiap klik, setiap emoji.
    Ku jahit dendam dengan senyum sendiri,
    Ku kirimi kau bayangan tragedi.

    Kupilih jadi hantu tak kasat mata,
    Menjadi nyeri yang kau sangka fana.
    Namun di balik akun dan nama,
    Akulah jiwamu yang menahan luka.

    Ingin ku berteriak, pada dunia fana:
    “Lihat, lelaki ini membakar surga!”
    Namun ku tahan, ku bungkus nista,
    Karena harga diriku lebih berharga.

    Kau tertawa di layar malam,
    Berbagi kata pada kawan kelam.
    Kau peluk mereka dengan salam,
    Sementara aku terbungkus diam.

    Kau bilang: “Tak ada, semua dusta.”
    Namun siapa yang mencium fakta?
    Siapa yang melihat luka?
    Akulah saksi yang kau hina.

    Kubenci kau lebih dari maut,
    Lebih dari bara yang membakar tersulut.
    Kau buang aku seperti debu di sudut,
    Setelah cinta ini kau kerat, kau pupus.

    Ku pandangi bingkai mahligai dulu,
    Di altar senyum itu semu.
    Kini kutahu, janji yang biru,
    Telah kau buat pada yang lain, bukan aku.

    Lalu apa arti rumah ini?
    Jika kau adalah musuh abadi?
    Jika ranjang ini bukan suci,
    Melainkan panggung sandiwara keji?

    Kau imamku di siang hari,
    Namun malam kau jadi petaka tersembunyi.
    Kau imam dalam doa pagi,
    Namun malammu sujud pada dia yang kau puji.

    Tak ada lagi tempat untuk cinta,
    Yang tersisa hanyalah cela dan hina.
    Ku ingin pergi, membawa luka,
    Namun dendam ingin tinggal bersama.

    Akan ku rajut semua kisah,
    Di lembar harian penuh darah.
    Akan kusebar luka dan resah,
    Agar semua tahu wajahmu yang parah.

    Kau takut sekarang, pada bayanganmu,
    Pada pesan yang tak berhenti memilu.
    Namun itu aku—bayang lukamu,
    Yang berdiri dalam gelap menunggu.

    Kau tak bisa lari dari jiwaku,
    Dari jiwa yang kau anggap semu.
    Kau khianati cinta dan waktu,
    Kini ku tebus dengan wajah barumu.

    Kau cemas melihat notifikasi,
    Kau takut akan bukti yang menyakiti.
    Namun ingat, sayang, kau sendiri,
    Yang menyalakan bara dan peti.

    Dan bila kau tanya: “Siapa dia?”
    Dia adalah aku—yang dulu setia.
    Yang kini menjelma menjadi derita,
    Menjadi surat balas pada dusta.

    Lelaki dalam bayang luka,
    Kini kau tahu rasa yang sesungguhnya.
    Tak bisa kau lari dari cerita,
    Yang kutulis dengan darah dan air mata.

    NR3725

     

     

    Kreator : Novitri Riyani

    Bagikan ke

    Comment Closed: Lelaki dalam Bayang Luka

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021