ANAK KECIL YANG KEHILANGAN ARAH KINI SUDAH UTUH PADA DIRINYA SENDIRI
Si kecil Rin seperti memiliki beberapa kepribadian yang dimana antara pemalu dan sering tertawa pasti di orang berbeda sesuai apa yang dihadapi. Hanya Rin sendirilah yang paham apa maunya diri ini. Masa kecil itu aku sangat ingin segera dewasa dimana orang dewasa bisa kemana-mana boleh melakukan dandan cantik dan pergi. Bayanganku di kala itu sudah sampai seperti itu. Memang ya si kecil Rin sangat menyukai imajinasi masalahnya sudah terbentuk sedari dini jadi apapa pasti dibayangin. Ketika aku kecil aku sangat sekali suka dengan air hingga beberapa kali aku minta kakekku yaitu orang tua dari ibuku untuk mengantarkanku renang. Sampai berapa jam pun aku sangat betah di sana pasti setelah berenang rasanya lapar terkadang tidak membawa pakaian ganti karna habis naik dari kolam renang pun bakal terkena angin. Mata merah gigi menggigil kelamaan di kolam juga sangat berefek besar kepala yang juga ikut pusing. Air keluar masuk di telinga sudah menjadi kebal bagiku. Tidak hanya sampai di situ pasti aku juga membawa rekan-rekan lainnya.
Aku sangat suka masakan nenek yang menjadi orang tua ibuku yaitu “sambal kentang” pedas dengan balutan bumbu lengkap yang pasti selalu ditanyakan ketika aku datang ke sana. “Rin mau dimasakin apa? Sambal kentang,” aku selalu senang jika di tawarin seperti itu karna nenek tahu apa yang aku suka. Akhirnya makanku lahap sekali dan habis bolak-balik. Aku sering tutup jendela jika ada orang masuk untuk datang terkadang bisa sampai dibilangin. Sana main keluar Rin biar gak dirumah terus. Aku diam dan tersenyum, aku juga suka main tanah hingga naik pohon. Meskipun kakek kadang memarahiku karna khawatir juga tapi tetep aja dilakuin, dulu aku bertanya kenapa setiap pohok itu harus ada ulat bulu yang menempel di sana. Karna aku begitu benci dan gak suka pada ulat bulu, seiring berjalannya waktu aku menyadari bahwa itu termasuk ekosistem alami bagi kehidupan dimana ulat bulu yang menempel di pohon juga sedang proses menjadi kupu-kupu cantik. Dan sebagian orang tidak menyukai prosesnya dan hanya melihat kupu-kupu itu menjadi seekor kupu-kupu. Tapi kenapa ya anak kecil itu sangat ingin tahu banyak yang membuat ia memasukkan beberapa pertanyaan di kepalanya anehnya mereka juga tidak pusing kepala padahal bersliweran banyak. Menampung segala macam pertanyaan di kepala tidak membuat kita menjadi lelah malah makin ingin mempelari lagi itulah anak-anak.
Kita pasti ingin yang indah-indah saja dalam hidup tapi realita saat kita ingin yang kita butuhkan. Kadang harus melalui bingung campur aduk dulu pada perasaan dan baru menemukan yang baik. Pernah sempat untuk menjadi Rin kecil yang mengalah terus-menerus dalam suatu pendapat atau beberapa pandangan hati dan pikiran maupun ucapan tidak sejalan dengan kemauan itu yang bikin kadang ban capek sendiri. Sering buang-buang waktu kadang menunda apa yang mau dikerjakan. Rin kecil sangat dekat pada bapak karna sebagai anak perempuan satu-satunya dimana dari wajah dan beberapa sikap Rin yang mirip bapak jadi kedekatan kita sangat terlihat jelas. Sedari kecil bapak sangat mahir dalam memelihara hewan, aku suka kebebasan dimana bapak juga memelihara beberapa burung yang menjadi kegiatan agar tidak terlalu jenuh. Setiap sore kandang dibersihkan burung dipindah dari satu sangkar ke sangkar yang lain untuk dibersihkan, aku lihat dengan senang apa yang bapak lakukan persis di depan matanya aku menemani dengan antusias. Bunyi kicauan yang khas dan sedikit kaget bila ada orang lain masuk ke kandang menyebabkan burung agak stress, hewan malah lebih tahu mana yang biasa memelihara asli dan tidak. Jadi hewan pun punya kecerdasan sendiri yang kita gak tahu. Disitu pertanyaan dalam pemikiran Rin kecil juga muncul. Kenapa bisa hewan-hewan itu sangat nurut ke bapak dan ketika ada orang lain masuk ke sana malah hewan kaget. Namun saat itu Rin kecil tidak sama sekali bisa bertanya hanya cukup memikirkan yang ada. Bapak juga menemani aku di kamar tidur yang masih aku ingat adalah cara beliau dalam menidurkanku. Dipukpuk dengan seksama hingga aku tertidur pulas, bapak penyayang dan sangat bisa ngemong anak. Bapak juga pinter gambar katanya dulu tidak ingin lanjut kuliah karna malas mikir. Aku suka sekali minta tolong ke bapak karna memang bapak punya bakat menggambar, aku seneng banget kalo ada tugas dari pihak sekolah pasti nyariin bapak bau gambarin apa yang aku mau. Alhasil gambar yang aku inginkan dituruti dan bagus hasilnya. Setelah digambarin bapak selalu minta upah buat mijitin beliau, sehingga bapak juga senang.
Kadang kala bapak ngajakin buat muter-muter naik motor biar aku bisa tidur, bagaimana tidak kalo banyak anak kecil kena angin lewat pasti udah ngantuk. Semudah itu ya ternyata untuk istirahat sebagai anak kecil. Bapak hadir dikala aku butuh dia, hanya kurang komunikasi dan bertanya apakah aku ingin apa. Mungkin maksud beliu sangat baik kita kadang tidak benar-benar memahami yang beliau butuh sampaikan. Terimakasih bapak aku sangat seneng bapak bisa hadir. Aku sering di pangku bapak. Dan beberapa fotoku masih kecil dipangkuan bapak yang senyum, dia sangat sayang padaku hingga sering memangku diriku di tempat kita berdua duduk. Sebagai anak kecil hal lucu lainnya yang membuat kita tersentuh adalah saat ibuk yang masih belia berusaha menjadi ibuk yang baik dan memberikan bedak di wajah hingga menor dan lucu saja mengingat hal itu juga diabadikan lewat foto. Foto jadul jaman dahulu juga menjadi kisah yang ada pernah melewati masa itu. Momen yang pastinya bikin kita menikmati masa kecil. Ketika di rumah mbah buyut aku sering merasa ketakutan karna banyak pohon lebat di sana gak tahu kenapa Rin kecil mengangkap sensitifitas yang tinggi.
Rin kecil juga menyuaki buah yang berada di tempat kakek. Beliau selalu menawari dan menyisihkan buah yang di panen untuk di makan sendiri.
Kreator : Morin Lorena Wibowo (Lonamor)
Comment Closed: Masa kecil yang pernah disayang (part 2)
Sorry, comment are closed for this post.