KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Menjemput Restu di Ujung Sujud

    Menjemput Restu di Ujung Sujud

    BY 20 Mei 2026 Dilihat: 3 kali
    Menjemput Restu di Ujung Sujud_alineaku

    Pagi itu, udara masih terasa segar saat aku dan Abah berjalan beriringan pulang dari masjid. Tangan kami bertaut, sebuah keintiman sederhana yang sering menjadi pengisi energi bagi jiwaku yang mulai rapuh oleh rutinitas.

    “Bah,” panggilku pelan, mencoba membuka percakapan tentang kejadian semalam saat ia mengajar privat. 

    “Mas Ul tadi dengar adzan, tapi malah asyik bersepeda. Mbak Ta juga, sudah malam tapi susah sekali diajak sholat,” ceritaku dengan nada harap. Aku ingin Abah memberikan nasihat atau sekadar cerita hikmah agar mereka sadar akan tanggung jawabnya.

    Namun, Abah hanya diam. Genggaman tangannya tak berubah, namun tatapannya lurus ke depan, seolah ceritaku hanyalah angin lalu yang tak perlu direspon.

    Hari-hari berikutnya, rumah seolah menjadi medan perang. Sprei yang baru ku ganti tiga hari lalu kembali berantakan karena ulah si kecil yang melompat-lompat. Rumah tampak seperti tak berpenghuni, penuh benda tak pada tempatnya. Hatiku berteriak, ingin rasanya marah, namun lisan ini terkunci oleh kesadaran bahwa mereka pun lelah.

    “Sabar… ini ladang pahala,” bisik hatiku menenangkan diri, meski lisan ini sudah gatal ingin memberi ‘kultum’ panjang lebar.

    Puncaknya, sebuah ledakan terjadi saat Abah tiba-tiba menegurku dengan suara meninggi. “Kenapa setiap kau bicara, isinya hanya keburukan anak-anak? Kenapa tak pernah ada cerita baik tentang mereka di telingaku?”

    Petir seolah menyambar jantungku. “Abah, aku bukan bermaksud mengadu,” jawabku dengan suara bergetar, menahan sesak yang hampir tumpah. “Aku hanya ingin Abah menjadi teladan, menjadi sosok yang bisa menginspirasi mereka dengan cara Abah sendiri.”

    Abah terdiam sejenak, lalu suaranya melunak, meski masih tajam menghujam.

    “Anak-anak butuh sentuhan doa dari wanita mulia yang mengandung mereka. Jika ingin mereka berubah, perbanyaklah mendoakan, bukan sekadar melaporkan perilaku mereka.”

    Kata-kata itu menyadarkanku. Malam itu, dalam sujud panjang di sepertiga malam, air mataku tumpah tak terbendung. Aku sadar, kata-kata seorang ibu adalah doa, dan aku tak ingin lisanku menjadi peluka.

    Kini, aku mengubah caraku. Aku tak lagi “berdrama” melaporkan kenakalan mereka. Di sela perjalanan menuju kerja, kusebut nama mereka satu per satu, ku bacakan surat al Fatihah, dan kutitipkan harapan pada Sang Penguasa Hati.

    Sambil menengadahkan tangan seusai shalat, aku merapalkan doa yang kini menjadi nafas kami:

    “Allahumaj’al auladan sholihin, walil hafidzinil qur’an wa sunnah wa fuqqoha fiddin, wa yassir umuurana fiddunya wal akhirah.”

    “Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholeh, penghafal Al-Qur’an dan Sunnah, ahli agama, dan mudahkanlah urusan kami di dunia dan akhirat. Alhamdulillah, empat amanah ini adalah harta paling berharga yang Engkau titipkan padaku.”

     

     

    Kreator : Utami Oktaviyana, S.Pd.I ( Bunda Viana)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Menjemput Restu di Ujung Sujud

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021