KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Prolog

    Prolog

    BY 21 Jun 2026 Dilihat: 8 kali
    Prolog_alineaku

    Ia berdiri di suatu tempat dimana sejauh mata memandang, hanya ada permukaan mengkilap seperti kaca yang memantulkan langit di atasnya. Permukaan itu terlihat licin dan dingin seperti lantai marmer, membuatnya ragu untuk melangkah.

    Bagaimana kalau itu air?

    Ia belum bisa berenang. Membayangkan dirinya tercebur saja sudah membuatnya takut.

    Ketika ia berputar pelan, permukaan di bawah kakinya beriak kecil. Ia kaget, dadanya berdebar cepat.

    “Hah…?”

    Ia menunduk. Pantulan langit di bawah kakinya bergoyang pelan. Ternyata itu bukan marmer tapi air!

    “Kok… aku bisa berdiri di atas air?” gumamnya bingung.

    Ia menginjak sedikit lebih kuat untuk memastikan. Kakinya tetap tidak tenggelam. Air itu hanya bergetar dan membentuk lingkaran-lingkaran kecil yang menyebar menjauhinya.

    Jantungnya berdegup semakin cepat.

    “Ini mimpi ya…?” bisiknya.

    Ia mencubit lengannya pelan. Tidak terasa sakit.

    Ia mengangkat wajah dan melihat sekeliling. Tempat ini begitu hening. Suara detak jantungnya sendiri terdengar jelas di telinganya.

    Di kejauhan, kabut tipis melayang di atas permukaan air. Dan di balik kabut itu…. ada seseorang.

    Ia menyipitkan mata.

    Perlahan, kabut itu mulai menipis dan memperlihatkan sosok seorang anak laki-laki yang berdiri diam menatapnya.

    Ia melangkah pelan. Dadanya terasa tidak nyaman. Ia takut. Namun ada sesuatu yang aneh. Anak itu terlihat mirip dirinya. Rambutnya saja yang sedikit lebih panjang.

    “Hei…” panggilnya pelan. “Kamu siapa?”

    Anak itu tidak menjawab. Ia hanya berdiri diam memperhatikannya. Cahaya biru samar terlihat di sekeliling tubuhnya, kadang terang kadang redup.

    Ia mencoba mendekat lagi. Namun semakin ia berjalan, anak itu tetap terlihat jauh.

    Ia berusaha melihat wajah anak itu, tetapi kabut menutupinya. Yang terlihat hanya bentuk tubuhnya dan cahaya biru yang mengelilinginya.

    Lalu perlahan, anak itu mengangkat tangannya, menunjuk ke satu arah. Saat itulah suara gamelan terdengar. Pelan dan terasa jauh namun jelas.

    Ia berhenti. Matanya mengikuti arah telunjuk anak itu.

    Tiba-tiba langit berubah. Awan-awan berputar cepat seperti tersedot pusaran besar. Air di bawah kakinya ikut bergetar. Dunia terasa miring, lalu semuanya mulai kabur.

    Cahaya perlahan menghilang. Suara gamelan terdengar semakin jauh, semakin pelan, lalu lenyap.

    Semuanya gelap.

    Saat ia membuka mata, ia sudah berdiri di dalam sebuah kamar. Udara di sana terasa pengap dan basah.

    Ia menatap sekeliling. Jantungnya langsung berdebar kencang.

    Ia mengenali kamar itu.

    Tirai peach bermotif bunga tergantung di jendela. Lemari kayu tua berdiri di sudut kamar. Di atasnya ada foto keluarga mereka.

    Ini kamar Mama dan Papa.

    Tapi ada yang salah. Ia berdiri diam beberapa detik. Tidak ada suara apa pun. Tidak ada suara dari luar kamar. Hanya suara AC dan napasnya sendiri yang terdengar.

    Perlahan, matanya mengarah ke ranjang. Napasnya tertahan. Di atas tubuh Mama ada bayangan hitam pekat seperti asap tebal.

    Mama tidak bisa bergerak. Matanya terbuka lebar. Bibirnya bergerak-gerak seperti sedang mengatakan sesuatu.

    Bulu kuduknya berdiri. Tangannya mulai gemetar.

    “Mama…?”

    Suaranya pelan sekali.

    Tidak ada jawaban.

    Rasa takutnya langsung berubah menjadi panik. Ia ingin berlari ke arah ranjang, tetapi kakinya terasa berat. Lantainya seperti lumpur yang menahan langkahnya.

    Semakin ia berusaha mendekat, semakin sulit ia bergerak. Ranjang itu malah terasa semakin jauh.

    Napasnya memburu. Jantungnya berdetak begitu keras hingga telinganya berdenging.

    “Mamaaa!” teriaknya. Suaranya bergema aneh. Seperti memantul ke ruangan yang sangat luas sebelum akhirnya hilang.

    Tidak ada jawaban.

    Tidak ada suara lain.

    Hanya kesunyian…

    Lalu ia terbangun dan duduk termenung memikirkan mimpi yang dialaminya tadi.

    Saat itu Raka baru berusia lima tahun. Ia belum mengerti apa yang dilihatnya malam itu. Bertahun-tahun kemudian, barulah ia menyadari bahwa mimpi itu adalah awal dari banyak hal yang tidak bisa dijelaskan.

     

     

    Kreator : Rukmana Gautama (RG Gotama)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Prolog

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021