KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » SERUNYA BELAJAR AKIDAH AKHLAK MELALUI METODE ACTIVE LEARNING –PART 3

    SERUNYA BELAJAR AKIDAH AKHLAK MELALUI METODE ACTIVE LEARNING –PART 3

    BY 21 Jun 2026 Dilihat: 7 kali
    SERUNYA BELAJAR AKIDAH AKHLAK MELALUI METODE ACTIVE LEARNING_alineaku

    BAB III

    PEMBAHASAN PENELITIAN

    A. METODE DAN RENCANA PENELITIAN

    • METODE/DESAIN PENELITIAN

    Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK merupakan suatu bentuk penelitian sistematis yang dilakukan oleh pelaksana program pendidikan, seperti guru, dosen, kepala sekolah, atau konselor, dalam rangka mengumpulkan data terkait pelaksanaan kegiatan, tingkat keberhasilan, serta hambatan yang dihadapi. Hasil penelitian tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk merancang dan melaksanakan perbaikan pembelajaran. Menurut Elliot, PTK adalah kajian terhadap situasi sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya.

    Model PTK yang digunakan mengacu pada model Kemmis yang berbentuk siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Apabila dalam satu siklus hasil yang diperoleh belum menunjukkan peningkatan yang diharapkan, maka penelitian dilanjutkan ke siklus berikutnya hingga mencapai hasil yang optimal. Melalui PTK, guru diharapkan mampu berpikir reflektif, melakukan evaluasi pembelajaran, serta mengambil keputusan secara mandiri dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa di kelas. Dengan demikian, kualitas proses pembelajaran dapat meningkat secara berkelanjutan. Dalam penelitian ini, guru juga berperan sebagai peneliti yang bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan prestasi belajar siswa melalui penerapan metode cooperative learning di MTs. Daruttaqwa Suci Manyar Gresik.

    • TEMPAT/LOKASI, SETTING, DAN SUBJEK PENELITIAN

    Penelitian ini dilaksanakan di MTs. Daruttaqwa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII E yang berjumlah 14 orang. Kelas VII E dipilih karena memiliki rata-rata nilai Penilaian Tengah Semester (PTS) yang relatif rendah dibandingkan kelas lainnya. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020.

    • VARIABEL PENELITIAN

    Variabel penelitian merupakan segala sesuatu yang menjadi objek pengamatan dalam penelitian, baik yang dikontrol maupun dimanipulasi oleh peneliti.

    Adapun variabel dalam penelitian ini meliputi:
    a. Variabel input: siswa kelas VII E
    b. Variabel proses: pelaksanaan PTK berbasis siklus
    c. Variabel output: prestasi belajar siswa

    • RENCANA PENELITIAN

    Penelitian ini direncanakan dalam tiga siklus, di mana setiap siklus terdiri dari satu kali pertemuan. Apabila hasil yang diperoleh belum mencapai target ketuntasan (≥80%), maka penelitian dilanjutkan ke siklus berikutnya.

    Tahapan dalam setiap siklus adalah sebagai berikut:

    1. Perencanaan (planning), yaitu menyusun skenario pembelajaran serta menyiapkan sarana dan prasarana. 
    2. Pelaksanaan tindakan (action), yaitu melaksanakan pembelajaran sesuai rencana yang telah disusun. 
    3. Observasi (observing), yaitu mengumpulkan data menggunakan instrumen yang telah disiapkan. 
    4. Refleksi (reflecting), yaitu mengevaluasi hasil tindakan untuk menentukan perbaikan pada siklus berikutnya. 

    Penelitian ini dilaksanakan selama tiga minggu, yaitu mulai tanggal 14 Agustus 2019    hingga 28 Agustus 2019.

      Sumber data dalam penelitian ini meliputi:

    1. Siswa, untuk memperoleh data mengenai prestasi belajar dan aktivitas belajar 
    2. Guru, untuk mengetahui efektivitas metode cooperative learning 
    3. Teman sejawat (kolaborator), untuk memberikan penilaian objektif terhadap pelaksanaan PTK.
    • JENIS DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA

    Data yang diperoleh dari hasil observasi dianalisis dan didiskusikan bersama kolaborator untuk perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya. Target keberhasilan dalam penelitian ini adalah mencapai ketuntasan sebesar 80%. Data hasil belajar siswa dianalisis secara deskriptif dengan teknik persentase untuk mengetahui kecenderungan peningkatan prestasi belajar.

    Sumber Data

    Data diperoleh dari siswa, guru mata pelajaran Akidah Akhlak, rekan guru, serta peneliti. 

    Teknik Pengumpulan Data

    1. Data kuantitatif berupa nilai hasil belajar siswa diperoleh melalui observasi dan tes (post-test).
    2. Data kualitatif berupa deskripsi aktivitas siswa diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket.

    Prosedur Penelitian

      1. Penyusunan instrumen penelitian berupa RPP, lembar observasi siswa, dan lembar observasi guru.
    • Pelaksanaan pengambilan data dilakukan dalam tiga siklus sebagai berikut:
    Siklus Pertemuan Hari/Tanggal Tempat
    I Pertama Rabu, 14 Agustus 2019 Kelas VII E
    II Kedua Rabu, 21 Agustus 2019 Kelas VII E
    III Ketiga Rabu, 28 Agustus 2019 Kelas VII E

    Data tersebut diambil ketika proses belajar mengajar berlangsung di kelas VII E MTs.Daruttaqwa Suci Manyar Gresik .

    B. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

    A). Hasil Penelitian

    1. 1. Siklus I
    2. Tahap Perencanaan Tindakan

          Pada siklus I, peneliti merencanakan pembelajaran dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik melalui penerapan metode active learning. Materi yang diajarkan pada siklus ini adalah pengertian dan dalil akidah Islam.

         Tahap perencanaan dilakukan dengan menyiapkan perangkat pembelajaran, menyusun instrumen penelitian, menentukan rubrik penilaian, serta merancang kegiatan pembelajaran menggunakan teknik make and match. Teknik ini dilakukan dengan cara membagikan kartu berisi soal maupun jawaban kepada peserta didik, kemudian peserta didik diminta mencari pasangan kartu yang sesuai.

          Kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada hari Rabu, 14 Agustus 2019 di MTs. Daruttaqwa dengan jumlah peserta didik sebanyak 14 siswa. Pada kegiatan pendahuluan, guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, pengecekan kehadiran, apersepsi, serta penyampaian tujuan pembelajaran. Guru juga memberikan motivasi belajar dan penguatan nilai nasionalisme melalui kegiatan menyanyikan lagu nasional bersama peserta didik.

          Pada kegiatan inti, guru menyampaikan materi menggunakan media powerpoint dan video pembelajaran. Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengamati, bertanya, serta berdiskusi mengenai materi yang dipelajari. Selanjutnya peserta didik dibagi ke dalam kelompok menggunakan teknik make and match. Setelah menemukan pasangan kartu yang sesuai, peserta didik berdiskusi dalam kelompok dan menyusun kesimpulan materi. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan di depan kelas.

          Pada akhir pembelajaran, peserta didik mengerjakan LKPD dan soal evaluasi. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik serta melakukan refleksi bersama peserta didik mengenai proses pembelajaran yang telah berlangsung.

     

    Tahap Pelaksanaan Tindakan

    Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Guru memulai pembelajaran dengan kegiatan pendahuluan berupa salam, doa, apersepsi, dan motivasi belajar. Selanjutnya guru menyampaikan materi menggunakan media powerpoint dan video pembelajaran.

    Dalam kegiatan kelompok, peserta didik terlihat antusias mengikuti pembelajaran dengan teknik make and match. Setiap peserta didik berusaha menemukan pasangan kartu yang sesuai, kemudian membentuk kelompok untuk mendiskusikan materi yang diperoleh. Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kesimpulannya di depan kelas.

    Kegiatan diakhiri dengan pemberian evaluasi, penghargaan kepada kelompok terbaik, serta refleksi pembelajaran.

     

    Observasi dan Hasil Penilaian

    Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi pada siklus I, diperoleh data bahwa dari 14 peserta didik terdapat 6 siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM atau sebesar 42,8%, sedangkan 8 siswa memperoleh nilai di atas KKM atau sebesar 57,2%.

    Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik mulai aktif dalam kegiatan pembelajaran, terutama dalam kegiatan bertanya dan diskusi kelompok. Namun demikian, masih terdapat beberapa peserta didik yang kurang percaya diri dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

     

    Refleksi Siklus I

    Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, ditemukan beberapa kelebihan dan kelemahan dalam proses pembelajaran. Kelebihan yang terlihat antara lain peserta didik mulai aktif menjawab pertanyaan, guru mulai mampu menguasai kelas, serta peserta didik lebih bersemangat mengikuti pembelajaran karena adanya pemberian penghargaan berupa pujian.

    Adapun kelemahan yang ditemukan adalah masih terdapat peserta didik yang kurang berkonsentrasi, mengalami kesulitan dalam menyusun kesimpulan materi, serta kurang percaya diri dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif.

     

    1. Siklus II

    Tahap Perencanaan Tindakan

    Pada siklus II, pembelajaran dirancang dengan menggunakan teknik card sort dalam metode active learning. Materi yang diajarkan adalah dasar hukum akidah Islam. Teknik card sort dilakukan dengan membagikan kartu berisi informasi tertentu kepada peserta didik, kemudian peserta didik diminta mencari kartu dengan kategori yang sama dan mendiskusikannya bersama kelompok.

    Guru menyiapkan perangkat pembelajaran, instrumen penelitian, media pembelajaran, serta LKPD yang akan digunakan selama proses pembelajaran berlangsung.

     

    Tahap Pelaksanaan Tindakan

    Pelaksanaan tindakan pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan partisipasi peserta didik dibandingkan siklus sebelumnya. Peserta didik terlihat lebih aktif dalam berdiskusi, mencari pasangan kartu, dan mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas.

    Selain itu, guru juga memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk menyajikan fakta dan fenomena tentang kebenaran akidah Islam dalam kehidupan sehari-hari melalui media karton kelompok. Kegiatan ini mampu meningkatkan kerja sama dan kreativitas peserta didik dalam belajar.

     

    Observasi dan Hasil Penilaian

    Hasil observasi dan evaluasi pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik. Dari 14 peserta didik, hanya 2 siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM atau sebesar 14%, sedangkan 12 siswa memperoleh nilai di atas KKM atau sebesar 86%.

    Peserta didik juga terlihat lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan mempresentasikan hasil diskusi kelompok dibandingkan pada siklus sebelumnya.

     

    Refleksi Siklus II

    Refleksi pada siklus II menunjukkan bahwa penggunaan teknik card sort mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Guru juga lebih mampu mengondisikan kelas sehingga proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan menyenangkan.

    Meskipun demikian, masih terdapat beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mempresentasikan hasil kelompok. Oleh karena itu, pada siklus III guru merencanakan penggunaan teknik The Power of Two untuk meningkatkan kerja sama dan keberanian peserta didik dalam belajar.

     

    1. Siklus III

    Tahap Perencanaan Tindakan

    Pada siklus III, pembelajaran dirancang menggunakan teknik The Power of Two dalam metode active learning. Materi yang diajarkan adalah tujuan dan manfaat mempelajari akidah Islam.

    Dalam teknik ini, peserta didik diminta menjawab pertanyaan secara individual, kemudian berdiskusi dengan pasangan untuk membandingkan dan memperbaiki jawaban masing-masing. Guru juga menyiapkan media pembelajaran, LKPD, dan instrumen evaluasi yang akan digunakan selama proses pembelajaran.

     

    Tahap Pelaksanaan Tindakan

    Pelaksanaan tindakan pada siklus III berlangsung dengan lebih kondusif dibandingkan siklus sebelumnya. Peserta didik terlihat lebih percaya diri dalam bertanya, berdiskusi, maupun mempresentasikan hasil kerja kelompok.

    Selain diskusi kelompok, peserta didik juga diminta membuat kliping tentang tujuan dan manfaat mempelajari akidah Islam. Kegiatan ini mampu meningkatkan kreativitas, kerja sama, dan kemampuan komunikasi peserta didik.

     

    Observasi dan Hasil Penilaian

    Hasil observasi dan evaluasi pada siklus III menunjukkan peningkatan yang sangat baik. Dari 14 peserta didik, hanya 1 siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM atau sebesar 10%, sedangkan 13 siswa memperoleh nilai di atas KKM atau sebesar 90%.

    Peserta didik juga menunjukkan peningkatan dalam keterampilan bertanya, menjawab pertanyaan, serta mempresentasikan hasil kerja kelompok.

     

    Refleksi Siklus III

    Hasil refleksi pada siklus III menunjukkan bahwa penerapan metode active learning dengan teknik The Power of Two berhasil meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Guru mampu mengelola kelas dengan baik sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih kondusif, aktif, dan menyenangkan.

    Peserta didik menjadi lebih percaya diri, aktif bertanya, serta mampu bekerja sama dengan baik dalam kelompok. Dengan demikian, target penelitian telah tercapai dan pembelajaran dinyatakan berhasil.

     

    B.) Pembahasan Penelitian

     

    Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan selama tiga siklus, dapat diketahui bahwa penerapan metode active learning mampu meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Islam di MTs. Ma’arif Daruttaqwa Suci.

    Pada siklus I, pembelajaran menggunakan teknik make and match mulai menunjukkan peningkatan keaktifan peserta didik, meskipun masih ditemukan beberapa kendala seperti kurangnya konsentrasi dan rendahnya rasa percaya diri peserta didik dalam mempresentasikan hasil diskusi.

    Pada siklus II, penggunaan teknik card sort mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Peserta didik menjadi lebih aktif berdiskusi, bekerja sama, dan berani menyampaikan pendapat di depan kelas.

    Selanjutnya pada siklus III, penggunaan teknik The Power of Two memberikan hasil yang lebih optimal. Peserta didik terlihat lebih percaya diri, aktif bertanya, serta mampu bekerja sama dengan baik dalam kelompok. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil evaluasi belajar peserta didik yang menunjukkan sebagian besar siswa telah mencapai nilai di atas KKM.

    Dengan demikian, metode active learning terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik, karena mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik.

     

    BAB IV

    KESIMPULAN DAN SARAN

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam tiga siklus, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode active learning pada mata pelajaran Akidah Akhlak di kelas VII E MTs. Ma’arif Daruttaqwa Suci Manyar Gresik mampu meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar peserta didik secara signifikan.

    Peningkatan tersebut dapat dilihat dari perkembangan aktivitas belajar peserta didik pada setiap siklus pembelajaran. Pada siklus I, peserta didik mulai menunjukkan keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran melalui teknik make and match. Sebagian besar peserta didik telah mampu mengikuti kegiatan diskusi kelompok dan mempresentasikan hasil kerja kelompok meskipun masih terdapat beberapa peserta didik yang kurang antusias dan belum fokus selama proses pembelajaran berlangsung.

    Pada siklus II, aktivitas belajar peserta didik mengalami peningkatan yang cukup baik. Peserta didik mulai mampu bekerja sama dalam kelompok, aktif berdiskusi, serta lebih percaya diri dalam mempresentasikan hasil pembelajaran. Penerapan teknik card sort menjadikan suasana pembelajaran lebih menarik sehingga peserta didik terlihat lebih antusias dalam mengikuti kegiatan belajar. Walaupun demikian, masih terdapat beberapa peserta didik yang kurang tertib ketika guru menjelaskan materi pembelajaran.

    Selanjutnya pada siklus III, aktivitas belajar peserta didik mengalami peningkatan yang lebih optimal. Peserta didik sudah mampu memahami materi dengan lebih baik, bekerja sama secara aktif dalam kelompok, serta menunjukkan kemandirian dalam menyelesaikan tugas evaluasi dan LKPD. Selain itu, peserta didik juga terlihat lebih fokus, tertib, dan antusias selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, metode active learning terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik.

    Selain aktivitas peserta didik, aktivitas guru juga mengalami peningkatan pada setiap siklus pembelajaran. Pada siklus I, guru telah berupaya memberikan motivasi dan bimbingan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami materi maupun menyelesaikan tugas kelompok. Akan tetapi, guru masih kurang memperhatikan kesiapan peserta didik sebelum menyampaikan materi sehingga suasana kelas belum sepenuhnya kondusif

    Pada siklus II, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran mulai meningkat. Guru lebih aktif memberikan penghargaan berupa pujian kepada peserta didik yang menunjukkan perkembangan dalam belajar. Pemberian reward tersebut mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik sehingga mereka lebih bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran.

    Pada siklus III, guru mampu mengelola kelas dengan lebih baik dan memberikan perhatian secara lebih merata kepada seluruh peserta didik. Hal ini berdampak positif terhadap peningkatan pemahaman materi dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, aktivitas guru dalam menerapkan metode active learning mengalami perkembangan yang semakin baik pada setiap siklus penelitian.

    Peningkatan aktivitas pembelajaran tersebut juga berdampak pada meningkatnya prestasi belajar peserta didik. Pada siklus I, peserta didik yang mencapai nilai di atas KKM sebanyak 57,2%, sedangkan 42,8% peserta didik masih memperoleh nilai di bawah KKM. Pada siklus II, jumlah peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar meningkat menjadi 86%, sementara peserta didik yang belum tuntas hanya 12%. Selanjutnya pada siklus III, tingkat ketuntasan belajar meningkat menjadi 90%, sedangkan peserta didik yang belum mencapai KKM hanya 10%.

    Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode active learning mampu meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Pembelajaran yang melibatkan keaktifan peserta didik secara langsung menjadikan proses belajar lebih menarik, menyenangkan, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman materi pembelajaran.

    1. Saran

    Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, terdapat beberapa saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode active learning.

    Pertama, guru hendaknya memperhatikan kesiapan peserta didik sebelum memulai penyampaian materi pembelajaran agar suasana kelas lebih kondusif dan peserta didik dapat menerima materi dengan baik. Guru juga perlu menghindari penyampaian materi secara terburu-buru sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memahami materi secara optimal.

    Kedua, guru diharapkan mampu menguasai materi pembelajaran dengan baik sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung. Penguasaan materi yang baik akan mempermudah guru dalam menjelaskan materi serta membantu peserta didik memahami pembelajaran secara lebih efektif.

    Ketiga, guru perlu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif agar peserta didik tidak mudah merasa bosan selama mengikuti kegiatan belajar. Pembelajaran yang menarik dapat meningkatkan konsentrasi, motivasi, dan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran.

    Keempat, guru diharapkan terus memberikan motivasi kepada peserta didik, salah satunya melalui pemberian penghargaan atau reward. Pemberian penghargaan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan semangat belajar peserta didik sehingga mereka lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran.

    Kelima, guru disarankan merancang kegiatan pembelajaran yang melibatkan keaktifan peserta didik secara langsung melalui permainan edukatif atau kegiatan learning by doing. Dengan demikian, peserta didik akan lebih antusias, aktif, dan mudah memahami materi yang dipelajari.

     

     

    Kreator : LULUK FARIDA

    Bagikan ke

    Comment Closed: SERUNYA BELAJAR AKIDAH AKHLAK MELALUI METODE ACTIVE LEARNING –PART 3

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021