Di hamparan waktu yang mengering di atas jalan,
dua bayang bertaut dalam sunyi,
seperti sepasang aksara
yang ditulis takdir dengan tinta cahaya.
Genggaman itu terlihat utuh,
sehangat senandung yang lahir dari dada
yang tak pernah belajar curiga.
Namun cahaya hanya pandai melukis rupa,
ia tak pernah mengungkap isi.
Di antara garis-garis gelap yang beriring,
terselip bisik yang tak terucap,
rahasia yang berdenyut pelan
seperti luka yang enggan bernama.
Yang satu percaya
pada keabadian sentuh,
pada makna yang tumbuh dari genggam
yang dianggap suci tanpa cela.
Yang lain adalah ilusi yang lihai menyaru,
membiarkan janji berkilau di permukaan
sementara di kedalaman,
kebenaran tenggelam tanpa riak.
Langkah mereka tetap seirama,
namun arah telah lama berbeda.
Sebab cinta di sana
hanya tampak utuh dari kejauhan,
seperti bayang di bawah cahaya senja yang indah,
namun tak pernah benar-benar ada.
NR_100426
Kreator : Novitri Riyani
Comment Closed: Simfoni Bayang yang Retak
Sorry, comment are closed for this post.