DURIAN EMPAT PENJURU Memasuki pertengahan tahun, saat cuaca bagus, angin sepoi-sepoi bertiup di Belitung membawa berbagai aroma khas musiman nan semerbak. Terutama saat melewati jalan Sriwijaya di pusat kota Tanjung Pandan. Dari Titik Nol sudah mulai tercium walau sumber aroma belum terlihat. Mendekati Simpang Jalan Depati Rahat mulai terlihat tumpukan buah berduri di sepanjang trotoar […]
Jam menunjukkan pukul 00.00, Gadis itu masih menatap ponselnya yang gelap. Tidak ada notifikasi, tidak ada kabar, dan anehnya itu sudah tidak mengejutkan. Dulu dia akan menunggu, melihat berapa menit sudah berlalu, jam berapa terakhir dia online, sembari mengarang segala alasan kenapa seseorang tidak membalasnya. Tapi, untuk hari ini berbeda. Dia masih peduli tapi dia […]
MARIA DAN TANAH LELAKI Klaim itu datang dengan sopan, sebagaimana semua hal berbahaya di negeri ini. Tiga hari sesudah kabar di kebun, serombongan tamu tiba dari kampung sebelah: lima laki-laki berjalan kaki melintasi punggung bukit, dipimpin seorang tua bertongkat yang usianya mungkin hanya terpaut sedikit dari Bapak Tua Nico. Mereka diterima di rumah gendang […]
MARIA DAN TANAH LELAKI Yang diketahui kampung tentang Inang Monica, ternyata, muat dalam satu teko kopi. Mereka duduk di dapur Ferdi sampai malam, dan Ferdi bercerita dengan hati-hati, seperti orang meminjam barang yang bukan miliknya. Inang Monica anak bungsu dari empat bersaudara: Bapak Tua Nico, Bapak Tua Arnold, Bapa Louis, lalu dia. Tidak pernah […]
MARIA DAN TANAH LELAKI Gagasan itu lahir di dapur Yustina, di antara adonan dan asap, dan pada mulanya semua orang menyambutnya. Selama dua minggu mengaduk, memarut, dan belajar diam, Maria juga melihat. Melihat adalah kebiasaan yang tidak bisa dimatikan begitu saja. Ia melihat anak-anak yang lahir di rumah dan tidak pernah punya akta. Perkawinan-perkawinan […]
MARIA DAN TANAH LELAKI Rencananya lima hari. Kenyataannya, pada hari keempat, Maria menelepon kantornya dan memperpanjang cuti – dan yang mengajarkan bahwa itu perlu bukan siapa-siapa, melainkan cara kampung ini memperlakukan waktu. “Musyawarahnya kapan, Nara?” tanyanya kepada Ferdi pada hari kedua, dengan nada orang yang terbiasa membuka kalender di ponsel. “Nanti, Weta.” Ferdi menjawabnya […]
Suasana kelas VII F masih riuh meski jam pelajaran hampir berakhir. Kaisya berjalan mengelilingi kelas, memperhatikan hasil diskusi setiap kelompok yang sejak tadi mengerjakan tugas IPA. “Kelompok tiga, coba jelaskan lagi kenapa jamur tidak termasuk tumbuhan?” tanyanya sambil tersenyum. Beberapa siswa saling berpandangan sebelum akhirnya salah seorang dari mereka mengangkat tangan dan mencoba menjawab. Kaisya […]
Tugas menjadi wanita karir memang sangat luar biasa. Selain harus jadi ibu rumah tangga juga pekerja. Sebenarnya bekerja bukanlah sebuah kewajiban baginya. Namun, ada alasan yang membuat Kaisya tetap bertahan menjalani semuanya. Ia tidak ingin dipandang rendah oleh keluarga suaminya yang hampir setiap hari hanya bisa mengejek dan merendahkan. Padahal, selama ini Kaisya dan keluarganya […]
Di sekolah. Kaisya tengah termenung seperti biasa seorang diri. Seharusnya Putra ikut bersamanya karena hari itu memang jadwalnya. Namun sejak Ridho mengetahui hubungannya dengan Gian, Kaisya memilih tidak membawa anaknya. Ia takut Putra ikut terseret dalam keadaan yang bahkan belum ia pahami sendiri. “Bu Kay melamun?” Rekan kerja Kaisya membuyarkan lamunannya yang hampir saja ponselnya […]